2 years ago
4 mins read

Dari Indonesia untuk Gaza

Relawan MER-C usai bertemu Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah. (Foto: Dok. Chairul Akhmad)

GAZA – Siang itu, di tengah teriknya musim panas yang membalut Kota Gaza, rombongan tim MER-C mendatangi lokasi tempat pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Mereka ingin memeriksa kondisi terakhir tanah seluas 1,5 hektar yang diwakafkan pemerintah Palestina yang terletak di Distrik Bait Lahiya tersebut.

Ternyata lahan kosong ini tidak benar-benar kosong, karena masih dijadikan lokasi latihan militer oleh sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam. Tak mau tertunda dengan urusan seperti ini, MER-C berencana menemui Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, memintanya memindahkan lokasi latihan militer agar pembangunan rumah sakit segera dilangsungkan.

Selain mengecek kondisi fisik tanah, relawan yang dipimpin oleh dr Joserizal Jurnalis ini juga melihat-lihat keadaan di sekeliling lokasi. Para insinyur yang tergabung dalam rombongan relawan menghampiri sebuah pabrik material yang terdapat di depan lokasi.

“Nampaknya kita akan mendapat sedikit kemudahan material dengan keberadaan pabrik sederhana ini,” kata Faried Thalib, relawan senior MER-C yang mengurusi masalah teknik sipil.

Lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit dikelilingi tembok setinggi tiga meter dan dalam keadaan tertutup. Para relawan tidak masuk ke dalam dan hanya memeriksa dari luar saja.

Dari sebuah lobang kecil sekepalan tangan yang menghiasi tembok, tak tampak seorang pun di dalam. Yang ada hanyalah beberapa alat dan sarana latihan militer milik Brigade al-Qassam.

Joserizal mengatakan, tujuan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah sebagai bukti silaturahim jangka panjang antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Palestina—khususnya di Gaza—yang mengalami agresi dan blokade oleh Israel.

“Kita ingin menyalurkan dana dan amanah masyarakat Indonesia dalam bentuk bantuan yang monumental dan jangka panjang bagi masyarakat Gaza,” ujarnya.

Distrik Bait Lahiya yang terletak di Gaza Utara terpilih karena berbagai pertimbangan. Di antaranya karena jumlah korban yang syahid dalam agresi biadab Israel awal 2009 lalu terbanyak di Gaza Utara, terutama Distrik Jabaliya.

Sedangkan di Gaza Utara hanya terdapat satu Rumah Sakit pemerintah, yaitu Rumah Sakit Kamal Udwan. Sementara fasilitas rumah sakit ini kurang memadai karena hanya memiliki 70 tempat tidur. Padahal korban luka-luka akibat kebrutalan Israel mencapai ribuan orang pada saat agresi berlangsung.

Gaza Utara juga tidak memiliki rumah sakit khusus trauma. Oleh sebab itu, konsep rumah sakit yang akan dibangun MER-C nanti adalah “Rumah Sakit Perang” atau Traumatology Hospital. Rumah sakit seperti ini sangat dibutuhkan warga Gaza karena kondisi negara yang selalu dalam keadaan perang dan diperangi Zionis Israel.

Pertimbangan lain berkaca pada agresi militer Israel, di mana proses evakuasi korban menuju Rumah Sakit Asy-Syifa di pusat Kota Gaza sangat terganggu karena adanya serangan-serangan di sepanjang jalan sehingga banyak korban meninggal sebelum sempat dirawat. Maka keberadaan rumah sakit trauma di Gaza Utara sangat dibutuhkan.

Menurut Joserizal, Gaza hanya memiliki satu rumah sakit yang mempunyai unit rehabilitasi, yaitu Rumah Sakit el-Wafa yang mengalami kerusakan cukup parah akibat agresi. Namun letak rumah sakit ini sangat dekat dengan perbatasan Israel sehingga membuat pasien takut berobat ke sana.

“Apalagi potensi konflik Palestina-Israel bersifat jangka panjang, maka dengan segala pertimbangan yang ada, kita putuskan pembangunan rumah sakit itu di sini,” kata Joserizal.

“Kawasan utara merupakan daerah perkebunan yang juga merupakan daerah pertempuran. Hingga pendirian rumah sakit di sini sangat dibutuhkan,” lanjutnya.

Total luas seluruh bangunan adalah 4.707 meter persegi. Sementara bangunan utama yang terdiri dari dua lantai seluas 4.592 meter persegi. Sebagaimana rumah sakit pada umumnya, Rumah Sakit Perang ini akan dilengkapi dengan ruang X-ray, ruang CT scan, laboratorium, ruang farmasi dan rawat inap untuk laki-laki dan perempuan.

Selain itu, rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan poliklinik, fasilitas fisiotherapy, unit gizi, ICU (Intensif Care Unit), ruang operasi, UGD serta bengkel prosthetic. Semua pegawai rumah sakit nantinya, mulai office boy hingga dokter spesialisnya akan diisi oleh orang-orang Gaza sendiri.

Total anggaran untuk membangun rumah sakit yang desainnya mirip Masjid al-Aqsha ini mencapai Rp 28 miliar. Seluruhnya merupakan sumbangan dari masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia disebut-sebut juga turut menyumbang sebesar 2 juta US$.

“Kalau masalah perizinan dan proses administrasi sudah beres, dalam waktu setahun rumah sakit sudah diperkirakan berdiri,” harap Joserizal.

Gerak cepat

Untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah sakit, MER-C bergerak cepat. Keesokan harinya, Joserizal Jurnalis dan dua relawan lainnya menemui Ketua Parlemen Palestina (Palestinian Legislative Council) di ruang kerjanya yang sederhana.

Kedatangan ke PLC ini dalam rangka sowan sekaligus meminta dukungan dan kerja sama parlemen Palestina dalam proses percepatan pembangunan.

Dalam pertemuan dengan Ketua PLC Nafiz Yasin al-Madhoun, Joserizal mengungkapkan secara panjang lebar maksud dan tujuan pembangunan rumah sakit serta hal-hal teknis lain terkait dengan perizinan.

Nafiz menyambut baik rencana ini dan berjanji akan menjalin kontak dengan pihak-pihak berwenang di Jalur Gaza.

“Kami menyambut baik rencana ini karena kita membutuhkan rumah sakit traumatology sebagaimana yang anda rencanakan. Apalagi di kawasan utara tidak ada rumah sakit yang layak,” kata Nafiz.

Nafiz juga sepakat dengan konsep pembangunan rumah sakit maupun lokasi yang dipilih MER-C. Ia sadar negerinya dalam kondisi yang rawan dan sewaktu-waktu bisa diserang Israel. Oleh sebab itu, konsep rumah sakit perang sudah tepat menurutnya.

“Pembangunan rumah sakit di wilayah utara ini memang benar, karena jumlah penduduknya yang padat serta sewaktu-waktu dapat menjadi korban serangan Israel. Susah mengirimkan para korban ke Asy-Syifa karena jarak yang terlalu jauh,” ujarnya.

Joserizal juga meminta Nafiz membuatkan semacam surat khusus yang akan diberikan kepada Brigade al-Qassam agar mereka meninggalkan lokasi demi kelancaran pembangunan.

“Tak masalah,” kata Nafiz. “Akan saya buatkan surat tersebut, dan akan saya hubungi orang-orang al-Qassam agar segera meninggalkan lokasi.”

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Peringatan Vance ke Israel Menandai Babak Baru Relasi AS-Israel

Tak akan ada perpecahan, tapi suasananya tak akan sama lagi.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88