2 years ago
1 min read

Gaza Dilanda Kelaparan

Bocah-bocah Palestina menunggu bantuan makanan di Deir Balah, Gaza. (Foto: Anadolu)

JAKARTA – Sistem pemantauan kelaparan asal Amerika Serikat (AS), Fews Net, melaporkan kemungkinan terjadinya kelaparan di Jalur Gaza Utara sejak bulan April lalu.

Adapun upaya pengumpulan data untuk mengonfirmasi apakah benar terjadi fenomena kelaparan atau tidak sulit untuk dilakukan di tengah-tengah kondisi perang.

Kendati kurangnya data untuk mengetahui apakah terjadi kelaparan atau tidak di Jalur Gaza, Fews Net menyatakan banyak orang di sana yang telah mati karena kelaparan.

“Terlepas dari apakah ambang batas kelaparan (IPC fase 5) telah tercapai atau terlampaui, banyak orang yang meninggal akibat kelaparan di seluruh Gaza,” kata Fews Net.

Dampak kurangnya persediaan makanan di Jalur Gaza juga berdampak terhadap kesehatan anak-nak,” ujarnya.

“Malnutrisi akut kepada anak sangatlah tinggi dan hal ini akan menimbulkan dampak fisiologis yang tidak dapat diubah,” sambung mereka.

Akan tetapi, Fews Net berpendapat krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza sudah melampaui pertanyaan apakah sedang terjadi kelaparan atau tidak. Permasalahan yang ada di sana jauh lebih berat.

“Banyaknya korban jiwa masih dikaitkan dengan hasil yang ‘mendekati’ ambang kelaparan. Dan jika hal ini berkepanjangan dalam jangka waktu yang lama, maka akumulasi korban jiwa dapat mencapai tingkat yang berpotensi sama tinggi atau lebih tinggi (tergantung pada durasinya) dibandingkan dengan hilangnya nyawa yang terkait dengan kelaparan,” lanjutnya.

Sulit mengirim bantuan

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan pihaknya kesulitan untuk mencegah musibah berupa kelaparan itu di Jalur Gaza.

“Di Gaza, menyalurkan bantuan hampir mustahil untuk dilakukan,” ujarnya.

Salah satu permasalahan yang disinggung adalah sulitnya mendapatkan akses penyeberangan yang aman untuk mengirim bantuan-bantuan kemanusiaan.

“Kita masih jauh dari tempat yang kita perlukan. Kita perlu semua penyeberangan perbatasan dibuka. Kami membutuhkan akses yang aman dan tanpa hambatan. Kita perlu memprioritaskan bantuan kemanusiaan,” lanjutnya.

Lembaga World Food Programme dan Food and Agriculture Organization (FAO) juga memperingatkan dampak fatal dari tingkat kelaparan yang semakin mengkhawatirkan di Jalur Gaza.

“Tanpa adanya penghentian permusuhan dan peningkatan akses (bantuan), dampak terhadap kematian dan kehidupan masyarakat Palestina saat ini, dan generasi mendatang, akan meningkat tajam setiap hari. Bahkan jika kelaparan dapat dihindari dalam waktu dekat,” tekan laporan itu.* (Bayu Muhammad)

Baca juga:

Israel Serbu Sekolah PBB di Gaza

Netanyahu Diduga Memperlama Perang di Gaza

Rencana Netanyahu Bangun Gaza Usai Perang

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Flotilla Gaza: Aksi Global Tembus Blokade

JAKARTA – Upaya menembus blokade Jalur Gaza melalui jalur laut

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga Gaza

GAZA – Eskalasi kekerasan di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88