2 years ago
9 mins read

Laksamana Sukardi (4): Bisikan Berbuah Pemecatan

Politikus Senior Laksamana Sukardi. (Foto: Totalpolitik.com)

JAKARTA – Keberhasilan PDI-P memenangkan Pemilu 1999 berbuah manis bagi Laksamana Sukardi. Ia pun diangkat sebagai Menteri BUMN di Gus Dur dan Megawati.

Namun, karena ‘bisikan-bisikan’ samar yang ditiupkan di telinga Gus Dur, membuatnya terjungkal dari kursi menteri. Laks dipecat setelah menjabat selama enam bulan saja.

 “Taufiq Kiemas—suami Megawati—membawa Bos Texmaco, Marimutu Sinivasan, ketemu Gus Dur ke Istana. Sinivasan bilang sama Gus Dur, ‘Pak Laks ini korupsi nih, ini buktinya.’ Ia membawa satu tas plastik. Gus Dur kan nggak lihat, percaya aja. Akhirnya, saya dipecat,” tutur Laks.

Simak kelanjutan kisah Laks selama menjadi Menteri BUMN di era Gus Dur dan Megawati.

Waktu itu PDI-P menang Pemilu 1999, kenapa Bu Mega tidak jadi presiden?

Satu, Mbak Mega juga tertipu oleh suatu sistem. Pemenang pemilu, tapi minoritas jadinya. Karena masih ada Fraksi TNI dan Fraksi ABRI. Masih ada utusan daerah, utusan golongan. Percuma kita menang juga pemilu, pemilihan pasti kalah. Akhirnya, kalah. Apalagi dia perempuan.

Kedua, Golkarnya masih Golkar yang lama. Masih kurang suka. Mbak Meganya juga keras kepala, nggak fleksible. Saya kan nemenin dia di ruangan. Datang delegasi Golkar, Akbar Tanjung.

Saya tanya, ‘Gimana Mbak, kita mendukung?’ Dia diam aja. Mestinya kan didukung, nanti saya kasih menteri. Amien Rais datang, Wiranto datang. Tapi dia tetap diam aja. Saya bilang, ‘Mbak, kasih tahu aja.’

Apakah dia tertekan atau karena ketidakmampuan komunikasi?

Kondisi tertekan kayaknya. Capek juga. Pikiran dia, ‘Ya kan gue yang menang. Mestinya saya menentukan.’ Kita pikir pemilu sudah selesai. Tapi mereka ngadep Gus Dur, ‘Gus, sampeyan jadi presiden.’

Gus Dur bilang ke Amien Rais, ‘Waduh, saya kan buta. Nggak bisa lihat. Jadi panjenengan aja yang gantiin saya sebentar.’ Semua dibilangin.

‘Kementerian ambil aja, saya hanya ambil tiga; Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan,’ kata Gus Dur.

PKB Gus Dur nomor berapa waktu itu?

PKB di bawah. Tapi dia (Gus Dur) pintar. Jadi orang syur dukung dia. Waktu pemilu, yang didukung Gus Dur. Mega, ya manyun aja. Sedih banget. Saya nemenin. Akhirnya, dia (Mega) kalah. Habis konsolidasi, dia jadi wapres. Karena massa juga lama menunggu.

Di Bali bakar-bakaran. Jawa Timur massa tebangin pohon. Mereka ingin Megawati yang jadi presiden. Nah, saya ikut Gus Dur jadi menteri. Tapi dipecat enam bulan kemudian. Dulu Kementerian BUMN plus investasi. Digabung itu jadi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Nomenklaturnya digabung.

Saat Anda ditunjuk sebagai menteri, itu atas permintaan Bu Mega ke Gus Dur atau bagaimana?

Mbak Mega yang minta. Dia perjuangin saya. Gus Dur tadinya nggak naruh saya juga. Kwik Kian Gie masuk. Jadi hanya dua orang dari PDI-P. Waktu itu, PDI-P nggak ada bahan (calon) menteri juga. Kan perlu juga orang di DPR. Kayak Sophan Sophiaan, Sabam Sirait. Eros nggak di DPR. Hubungan Eros dengan Taufiq Kiemas kurang baik. Saling cemburu gitu loh.

Singkat sekali masa jabatan Anda sebagai Menteri BUMN di era Gus Dur?

Jadi, pas jadi menteri selama enam bulan. Kita masih punya alam perjuangan reformasi. Saya lihat di bank BUMN ada masalah korupsi. Dengan Texmaco, punya Marimutu Sinivasan. Karyawan Texmaco juga datang kepada saya. Ngadu macam-macam.

Dia (Sinivasan) ambil uang, Pak Harto kasih persetujuan. Dikibulin. Export credit. Jadi, dia bikin kontrak ekspor dengan perusahaan dia sendiri di luar negeri. Dalam perjanjian itu, Bank Indonesia (BI) disuruh ngasih duit.

Saya sudah prepare semua dokumen segala. Nah, saya matur sama Gus Dur. Kan saya sudah ngomong di luar. DPR marah-marah sama saya. Saya dipanggil DPR. Saya lapor ke Gus Dur, ‘Gus, ini ada kasus korupsi nih. Kita kan reformasi. Jadi saya buka ya, Gus.’

Kata Gus Dur, ‘Monggo, Mas Laks. Monggo.’

Dan saya sudah dapat blessing, restu. Saya lalu Rapat Dengar Pendapat (RDP) sama DPR. Saya dimaki-maki, ‘Pak Menteri kalau nggak ngerti jangan sembarangan ngomong,’ kata mereka.

Saya bukannya nggak ngerti. Saya sudah siapkan map, file, bukti-bukti. Saya kirim ke ketua sidang. Saya akan bawa ke kejaksaan. Saya telepon Kiki (Jaksa Agung Marzuki Darusman), ‘Ki, Gua mau lapor, nih.’

‘Ya, siap Pak. Ditunggu,’ jawab Kiki.

Begitu tiba di Kejagung, wah banyak wartawan. Dan saya pikir ini opening salvo dari reformasi kan. Nggak ada KPK dulu. Saya serahkan (bukti-bukti).

Namun, besoknya Taufiq Kiemas bawa Sinivasan ketemu Gus Dur ke Istana. Sinivasan bilang sama Gus Dur, ‘Pak Laks ini korupsi nih, ini buktinya nih.’ Bawa satu tas plastik. Gus Dur kan nggak lihat. Percaya aja dia. Akhirnya, saya dipecat.

Saya dipanggil sama Jusuf Kalla waktu itu. Dia Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Saat itu, saya sedang berada di kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

JK menelepon, ‘Laks, ada panggilan ke Istana. Kita bareng aja, ya!’

‘Iya, siap. Saya salat Ashar dulu ya,’ jawab saya. Setelah itu, berangkat ke Istana.

Begitu tiba di Istana, Gus Dur sudah duduk menunggu. Gus Dur meminta saya duduk, dan bicara empat mata. ‘Saya akan menggunakan hak prerogatif saya,’ ucap Gus Dur. ‘Jadi saudara tidak boleh debat. Saudara dipecat karena korupsi!’

Gus Dur lantas melanjutkan ucapannya. ‘Tapi saya masih punya jatah Duta Besar (Dubes), ada lima. Saudara boleh pilih.’

Namun, saya tak tertarik jadi Dubes. Saya mau ngapain jadi Dubes. Kita kan berjuang buat mengubah negara. Emang perjuangannya itu kan masih ada. Ngapain jadi Dubes? Akhirnya, saya dipecat.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai

Kudatuli: Sudahkah Bangsa Ini Belajar?

JAKARTA – Setiap tanggal 27 Juli, ingatan bangsa ini kembali
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88