2 years ago
3 mins read

Pembentukan Kodam TNI Bukti Kegagalan Sipil?

Pasukan TNI AD. (Foto: Tniad.mil.id)

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) ingin menambah 22 Komando Daerah Militer (Kodam) baru dalam waktu dekat. Bertambah dari 15 Kodam yang sudah ada membentang dari Aceh, dengan Kodam Iskandar Muda sampai Papua, dengan XVII/Cendrawasihnya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak beralasan, pihaknya ingin mengimbangi struktur Kepolisian Daerah (Polda) yang ada di setiap provinsi. Memang, keberadaan Kodam sekarang belum dibagi-bagi berdasarkan provinsi.

Seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, daerah-daerah itu masuk ke dalam wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Di saat yang sama, empat provinsi itu memiliki Poldanya masing-masing.

Jenderal Maruli juga beralasan, wacana penambahan Kodam berasal dari rakyat. “Kalau saya kunjungan ke daerah, mereka pada minta ya,” ungkap Maruli Februari lalu.

Bahkan, Maruli mengatakan warga setempat bersedia menyiapkan lahannya. “Bapak tolong buatkan di sini Kodim, Batalion, Koramil, dan sebagainya.”

Maruli membeberkan fungsi Kodam-Kodam yang baru untuk membantu masyarakat. Lagi-lagi sesuai dengan keinginan warga setempat.

“Pak, tolong bantu dibuatkan Posramil supaya kami bisa untuk membantu mendamaikan masyarakat, membantu pembangunan, membangun penanganan stunting dan sebagainya,” tutur Maruli menirukan ucapan-ucapan warga setempat.

Wacana tersebut sudah mendatangkan reaksi. Lembaga Imparsial meminta agar TNI menghentikan rencana untuk meratakan kehadiran Kodam di setiap provinsi Indonesia.

“Imparsial menilai, penambahan 22 Kodam baru sehingga nantinya ada untuk setiap provinsi, sesungguhnya lebih menyiratkan adanya sebuah kehendak untuk melanggengkan politik dan pengaruh militer,” jelas Imparsial pada akhir Februari lalu.

Sebetulnya, kekhawatiran militer mencampuri urusan-urusan sipil sudah ada sejak lama di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum zaman Orde Baru. Permasalahan ini sudah menjadi beban pikiran tokoh-tokoh era Orde Lama, ketika Indonesia masih dipimpin Presiden Sukarno.

Salah satunya adalah Mohammad Hatta yang pernah jadi wakil Sukarno. Hatta (1960) mengingat momen-momen tentara meminta Sukarno untuk membubarkan Demokrasi Parlementer dan menegakkan kembali Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Hal itu dituliskannya dalam buku Demokrasi Kita yang isinya mengkritik pemerintahan Sukarno di masa-masa akhir kekuasaannya. “Dari kanan dan kiri Presiden didesak agar mengambil tindakan tegas untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945,” tulis Hatta.

Namun, Hatta tidak hanya menyuarakan kekhawatirannya. Ia juga menganalisis sebab-sebab tentara bisa menjadi sekuat itu untuk memengaruhi dinamika perpolitikan sipil pada era kekuasaan Bung Besar.

Hatta melacak akar permasalahannya kepada ketidakmampuan pemerintahan sipil sendiri untuk mengatasi urusan-urusannya sendiri.

Masalah itu diawali dengan jatuh-bangunnya kabinet Demokrasi Parlementer. Hal itu mengakibatkan ketidakstabilan politik dan pembangunan. Tidak ada pemerintah sipil yang berdiri cukup lama untuk bisa melaksanakan agenda-agenda pembangunannya di daerah.

“Rencana yang terlantar banyak sekali. Keruntuhan dan kehancuran barang-barang kapital tampak di mana-mana. Seperti rusaknya jalan-jalan raya, irigasi, pelabuhan, berkembangnya erosi, dan lain-lain,” kata Hatta.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

KSAD Bantah Perintah Bubarkan Nobar “Pesta Babi”

JAKARTA — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88