2 years ago
3 mins read

Pembentukan Kodam TNI Bukti Kegagalan Sipil?

Pasukan TNI AD. (Foto: Tniad.mil.id)

Sebagian dari mereka akhirnya melakukan perlawanan-perlawanan terhadap pemerintah sipil. Tentara dikirim untuk mengatasi gangguan-gangguan terhadap keamanan republik itu.

“Di daerah-daerah yang belum aman, gerakan gerombolan makin menjadi. Semuanya itu harus dihadapi tentara,” tulis Hatta.

Akhirnya, tanggung jawab militer jadi semakin besar. Dan mereka meminta peran yang lebih dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau mereka yang harus bertanggung jawab dalam berbagai bidang keamanan dan keselamatan umum, maka menurut pendapat mereka, sudah selayaknya mereka ikut serta dalam pemerintahan negara,” ujar Hatta.

Ada dua hal yang harus diperhatikan di sini. Pertama, ketidakbecusan pemerintah sipil di Jakarta dalam melaksanakan tugasnya menghadirkan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya di daerah.

Kedua, perasaan militer yang semakin tidak sabar melihat jalannya pemerintahan sipil yang tidak efisien. Apalagi, dampak ketidakbecusan itu adalah munculnya pemberontakan-pemberontakan yang mengancam keberadaan republik, seperti pemberontakan PRRI/Permesta pada 1958.

Mungkin saja, dinamika yang sama sedang bermain di balik munculnya wacana membentuk 22 Kodam di seluruh Indonesia baru-baru ini.

Tidak bisa dinafikan, laju pembangunan memang terhambat di beberapa daerah. Hingga kini, masih terdengar keluhan masyarakat di luar pulau Jawa mengenai buruknya kualitas infrastruktur di daerah masing-masing.

Misalnya, publik se-Indonesia digegerkan tahun lalu oleh berita tentang buruknya kondisi jalan raya di Lampung. Butuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk mengatasi permasalahan itu.

Jika kondisinya memang seperti apa yang diucapkan oleh Jenderal Maruli, yaitu TNI bertujuan membangun Kodam-Kodam baru untuk melayani masyarakat, mungkin mereka sedang merasakan hal yang sama dengan pendahulu-pendahulunya waktu zaman pemerintahan Sukarno.

Rakyat yang dikunjungi bisa saja mengeluarkan suara hati terdalam mereka waktu meminta pembangunan Kodam di wilayah mereka. Terlebih, mereka lebih percaya kepada TNI daripada pemerintahan sipil.

Survei Indikator yang dirilis Januari lalu menunjukkan kepercayaan publik terhadap TNI sebesar 89,3 persen. Sementara itu, lembaga presiden berada di bawahnya, dengan angka 86,7 persen.

Betul, TNI harus memikirkan betul-betul wacana pembangunan Kodam ini. Apalagi, terdapat kekhawatiran dari elemen publik kehadiran Kodam-Kodam itu berpotensi melanggengkan kekuasaan militer atas sipil, dan mengancam demokrasi seperti yang disampaikan oleh Imparsial.

Namun, pemerintah sipil dan pendukungnya juga harus merefleksikan diri. Seputar mengapa TNI bisa mendapatkan kepercayaan sebesar itu dari publik – alih-alih mereka – sehingga bisa meningkatkan kehadirannya di tengah masyarakat.

Seperti yang ditunjukkan Hatta, mencegah dominasi militer di Indonesia tidak semudah melarang mereka untuk tidak ikut campur terlalu banyak dalam urusan-urusan sipil. Dan menempatkan mereka dalam pengawasan dan kendali sipil.

Pada saat yang bersamaan, pemerintahan sipil juga harus meningkatkan keberadaan dan kinerjanya di tengah masyarakat. Hingga menyisakan sedikit ruang bagi mereka untuk memandang militer sebagai alternatif dalam upaya mengatasi persoalan-persoalan sipil.

Itu juga penting untuk dilakukan agar militer tidak terpancing, oleh karena keresahannya melihat buruknya kondisi masyarakat untuk terlibat terlalu jauh membenahi urusan sipil.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

KSAD Bantah Perintah Bubarkan Nobar “Pesta Babi”

JAKARTA — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI

DPR: TNI Masuk Bunker di Lebanon Langkah Taktis

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88