2 years ago
3 mins read

Amerika Mulai Lepas Tangan di Ukraina

Seorang warga Ukraina menatap puing reruntuhan bangunan di kotanya. (Foto: Ukrainer.net)

JAKARTA – Bertahun-tahun lalu, Nigel Farage, yang memimpin partai sayap kanan jauh UKIP memprotes pembentukan tentara Uni Eropa (EU).

Dalam sidang parlemen EU pada Maret 2015, Nigel bertanya kepada Presiden EU Jean-Claude Juncker, ketika mengajukan pembentukan balatentara EU. “Kamu sedang bercanda ke siapa?”

Farage merasa rencana itu hanya akan mengundang reaksi Rusia yang merasa terancam dengan kekuatan militer EU. Menurutnya, warga Eropa tidak menginginkan pembentukan balatentara tersebut.

Namun, urgensi untuk membentuk tentara EU atau setidaknya memperkuat tentara di masing-masing negara Eropa semakin terasa. Serbuan Rusia ke Ukraina pada 2022 silam menjadi sebabnya.

Tak hanya menyerbu Ukraina tahun itu, tapi juga menunjukkan bahwa Kremlin bersikap tidak responsif terhadap usaha perdamaian oleh Ukraina.

Hal itu ditunjukkan ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang setuju menerima permintaan Rusia agar Ukraina netral dan tidak bergabung dengan EU. Namun, Rusia tidak menghentikan serbuannya.

Bagi Ukraina, tindakan itu menunjukkan kalau negara Beruang Merah tidak tertarik dengan perdamaian. Dan bagi EU, hal itu menunjukkan kalau jaminan agar NATO tidak mengekspansi lebih jauh ke timur nyatanya tidak cukup untuk menghentikan agresi Rusia.

Hingga kini, perang di Ukraina terus berlanjut. Presiden Zelensky menyebut kalau sebanyak 31.000 tentara Ukraina kehilangan nyawa sejak invasi pada 2022.

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memastikan sebanyak 29.731 warga sipil Ukraina yang menjadi korban perang hingga Januari 2024.

Dalam wawancara daring (20/3/2024) dengan Totalpolitik.com, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyatakan bahwa situasi kian memburuk untuk warga sipil di Ukraina. “Mereka mengalami pengeboman setiap hari,” ujarnya.

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. (Foto: Twitter Vasyl Hamianin)

Peliknya, kata Vasyl, pihak Rusia sengaja mengincar korban-korban sipil. “Ini bukanlah collateral damage, melainkan serangan yang sengaja terhadap warga sipil Ukraina. Mereka menghancurkan kampung-kampung dan kota-kota.”

Kengerian perang itu mengkhawatirkan negara-negara Eropa lainnya. Tiga hari setelah serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Kanselir Jerman Olaf Scholz memberikan pidato yang monumental.

Ia mengumumkan zeitenwende atau ‘titik balik’ dalam kebijakan militer Jerman. Ke depannya, Jerman akan memperkuat militernya.

Pada saat bersamaan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Eropa tidak lagi bisa bergantung kepada pihak lain. “Kita tidak bisa bergantung pada pihak lain untuk mempertahankan diri,” tegasnya.

Kemandirian Eropa

Intinya, kemandirian Eropa menjadi prioritas, terutama di bidang keamanan. Dan hal itu segera dilakukan.

Pada 2023, Polandia mengeluarkan rencana untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Negara itu berencana untuk membeli ratusan tank dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

Termasuk 32 pesawat tempur F-35 AS yang diincar oleh banyak negara lainnya. Negara itu juga membeli kapal-kapal berjenis fregat dari Inggris.

Sementara itu, bantuan-bantuan militer ke Ukraina terus datang. EU sendiri telah mengirimkan bantuan sebesar 33 miliar EURO kepada Ukraina yang bisa digunakan untuk keperluan militer.

Di tengah tingginya permintaan untuk alutsista dari pemerintahan negara-negara Eropa dan Ukraina, industri pertahanan di Benua Biru mengalami pertumbuhan yang pesat.

Di Jerman, perusahaan pertahanan Rheinmetall mendapati nilai saham mereka naik 315 persen dalam rentang waktu dua tahun. Pada periode yang sama, saham BAE Systems di Inggris naik 105 persen.

Ketua Pusat Studi Eropa dan Eurasia Universitas Airlangga (Unair), Radityo Dharmaputra, melihat semakin menguatnya negara-negara Eropa dalam bidang pertahanan diakibatkan oleh kekhawatiran mereka terhadap ancaman militer dari Rusia.

“Eropa menyadari ancaman besar dari Rusia, sehingga mereka harus meningkatkan produksi senjata dan anggaran militer,” kata Radityo dalam wawancara daring dengan Totalpolitik.com.

Radityo menambahkan, tindakan negara-negara EU diakibatkan oleh mundurnya Amerika Serikat (AS) dari urusan keamanan di Eropa. Munculnya konflik-konflik baru seperti di Gaza mengalihkan fokus AS.

Dan hal itu sudah dirasakan dampak nyatanya. Pada akhir 2023, Presiden Zelensky menyampaikan bahwa pengiriman peluru meriam ke Ukraina berkurang sejak konflik antara Israel dan Hamas terjadi di Gaza.

Selain itu, Pemilhan Presiden (Pilpres) 2024 di AS nanti juga dirasa memiliki dampak. Menurut Radityo, negara-negara EU khawatir dengan kemungkinan terpilihnya Trump jadi Presiden AS menggantikan Joe Biden.

Jika terpilih lagi, Donald Trump mengatakan AS tidak akan menjaga EU melalui Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), jika negara-negara anggotanya tidak memberikan kontribusi finansial yang semestinya. Hal itu disampaikan Trump saat berkampanye pada Februari lalu.

“Saya tidak akan melindungi kamu. Malahan, saya akan mendorong mereka (Rusia) untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Kamu harus membayar,” tandas Trump.

Industri pertahanan

Tidak lama kemudian, Komisi Eropa yang jadi badan pembuat keputusan tertinggi di EU mengumumkan rencana untuk menginvestasikan lebih banyak modal ke industri pertahanan mereka.

Sepanjang 2025 hingga 2027, EU berencana menyuntikan USD 1,63 miliar ke dalam industri pertahanan mereka.

Radityo menilai, ke depannya EU akan menjadi lebih independen menentukan kebijakan pertahanannya dari AS. Terlebih, ancaman Rusia terhadap EU masih belum hilang.

“Mereka akan menyadari bahwa ancaman besar dari Rusia, minimal enam tahun ke depan (di era Putin), pasti akan membesar dan terus ada,” paparnya.

Di lain pihak, sebut Radityo, EU akan semakin solid dalam merespons konflik di Ukraina. Meskipun ada pertentangan-pertentangan dari politik domestik negara masing-masing.

Dubes Vasyl juga menyampaikan bahwa pihaknya terus membutuhkan bantuan dalam perang ini. “Saya berharap bantuan-bantuan dipertahankan. Saya membicarakan segala jenis bantuan. Baik finansial, militer, kemanusiaan, dan banyak lagi bantuan penting lainnya,” harapnya.

Ia juga mengakui tidak mudah menggantikan bantuan-bantuan militer yang tadinya datang dari AS. Namun, pihaknya menyadari kalau produksi amunisi, perlengkapan, dan senjata akan ditingkatkan oleh negara-negara Eropa. “Di luar beberapa amunisi yang kami produksi sendiri,” ungkapnya.

Serangkaian fenomena ini memperlihatkan EU yang lebih mandiri, Dan mereka semakin mampu membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia tanpa bantuan pihak luar.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan Sedikitnya Delapan Orang di Ukraina

Serangan rudal dan drone Rusia di Ukraina menewaskan sedikitnya delapan

Rusia Tewaskan Tiga Warga Ukraina, Moskow Tuding Kyiv Langgar Gencatan Senjata

MOSKOW — Gencatan senjata tiga hari yang diumumkan Presiden Amerika
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88