JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bakal segera menggelar program insentif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi tahunan pada bulan Oktober yang tercatat sebesar 3,23% secara tahunan (year-on-year/ yoy).
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, pemerintah memberikan bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga. Pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial (bansos) senilai Rp 30 triliun, serta insentif belanja berupa diskon khusus menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Selain bantuan sosial, program insentif yang diberikan kepada masyarakat, pemerintah juga berupaya mendongkrak kinerja sektor ekspor-impor. Hanya saja, Airlangga tidak menjelaskan secara detail komoditas apa saja yang akan di dorong untuk menjaga inflasi dalam negeri. Airlangga menyebut kenaikan inflasi ini disebabkan oleh volatile food, inflasi bidang transportasi khususnya di sektor penerbangan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi sebesar 0,22% month to month pada Oktober 2026, atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,30% mtm. Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,23% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,28% yoy. Namun inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) mencapai 2,40%, meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,17%.
Sumber: Berbagai Sumber
