YOGYAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) menggandeng Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi dengan Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti yang mewakili Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi di Yogyakarta, Rabu (15/7).
Jaenal mengatakan penyelenggaraan haji dan umrah harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga melalui penguatan ekosistem ekonomi yang melibatkan pelaku usaha nasional.
“Kami ingin ekosistem ekonomi haji dan umrah benar-benar memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Potensi yang sangat besar ini harus menjadi peluang bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar internasional,” kata Jaenal.
Menurutnya, peluang tersebut terbuka melalui pemenuhan berbagai kebutuhan jemaah di Arab Saudi, mulai dari bumbu masakan bercita rasa Nusantara, makanan siap saji (ready to eat), perlengkapan hotel seperti sandal, sabun, dan sampo, hingga kain untuk seragam batik jemaah.
“Potensi ini tidak dapat diwujudkan sendiri oleh pemerintah pusat. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat agar produk Indonesia mampu menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah,” ujarnya.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyatakan Pemerintah Daerah DIY siap memperkuat sinergi lintas sektor agar produk-produk unggulan daerah dapat masuk ke dalam rantai pasok haji dan umrah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono mengatakan DIY memiliki sekitar 340 ribu UMKM yang sebagian besar bergerak di sektor mikro. Produk seperti gudeg kaleng, aneka sambal, wedang uwuh, batik, hingga produk kriya dinilai memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.
“Kami juga telah memiliki platform SiBakul Jogja yang menghimpun produk-produk UMKM hasil kurasi. Kami berharap platform ini dapat terintegrasi dengan platform nasional Oleh-Oleh Haji, sehingga produk UMKM DIY semakin mudah menjangkau pasar haji dan umrah,” kata Agus.
Selain pengembangan UMKM, pertemuan tersebut juga membahas peluang pembukaan kembali rute penerbangan langsung Yogyakarta–Arab Saudi. Rute itu diharapkan dapat mempermudah perjalanan ibadah haji dan umrah, mendukung distribusi logistik, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan asal Arab Saudi ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal PE2HU mengundang Pemerintah Daerah DIY bersama pelaku usaha dan UMKM mengikuti Business Matching dan Expo Internasional yang akan digelar pada 2–3 Agustus 2026 di Jakarta. Kegiatan itu akan mempertemukan UMKM Indonesia dengan importir, penyedia layanan katering, dan pelaku usaha Arab Saudi untuk membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas.*
