SAMBAS – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M bagi jemaah asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berjalan lancar. Seluruh jemaah kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Sebanyak 20 jemaah haji asal Sambas tiba kembali di Tanah Air pada 18 Juni 2026. Selama proses penyelenggaraan, mereka memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena 20 jemaah haji asal Kabupaten Sambas dapat menyelesaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal’afiat pada 18 Juni kemarin. Apresiasi yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh pihak, khususnya petugas haji Indonesia yang telah dedikatif memberikan pelayanan prima, baik dari segi pemenuhan logistik, akomodasi, hingga bimbingan ibadah selama di Tanah Suci,” ujar Kasubbag TU Kantor Kemenhaj Kabupaten Sambas, Ilma Nurfauzah, Jumat (26/6/2026).
Di balik keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, Kemenhaj Sambas mulai menyiapkan sejumlah langkah menghadapi musim haji 2027. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perubahan sistem kuota menjadi berbasis proporsi daftar tunggu (waiting list), yang berdampak pada bertambahnya masa tunggu calon jemaah.
Di Kabupaten Sambas, estimasi masa tunggu meningkat dari sekitar 21 tahun menjadi 28 tahun.
“Perubahan basis kuota menjadi proporsi daftar tunggu ini memang konsekuensinya memperpanjang masa tunggu jemaah kita di Sambas menjadi 28 tahun. Langkah mitigasi yang kami lakukan berfokus pada pemberian motivasi, edukasi, serta penjelasan secara menyeluruh dan transparan kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman,” urai Ilma.
Fokus pada kesehatan jemaah
Selain persoalan kuota, kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama. Pada musim haji tahun ini, jemaah Sambas berusia antara 34 hingga 81 tahun, sehingga pemantauan difokuskan pada kelompok lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi.
Menurut Ilma, sinergi antara Kemenhaj dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dalam melakukan pemantauan kesehatan sejak sebelum keberangkatan terbukti membantu menjaga kondisi jemaah hingga kembali ke daerah asal.
Penyambutan kepulangan jemaah juga dibuat sederhana tanpa seremoni panjang agar para jemaah bisa segera beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.
“Penyambutan di daerah sengaja kami buat ringkas tanpa seremonial yang berbelit demi menjaga kenyamanan jemaah yang lelah pascaperjalanan jauh,” tambahnya.
Persiapan haji 2027 dimulai
Kemenhaj Sambas kini mulai menyiapkan tahapan awal penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M. Dokumen dan paspor jemaah yang sebelumnya tertunda telah dipersiapkan kembali, sembari menunggu data nominatif resmi dari Kementerian Haji dan Umrah.
Selain itu, program manasik dan edukasi kesehatan akan diperkuat mulai pertengahan Agustus mendatang melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Langkah ini dilakukan agar calon jemaah memiliki kesiapan fisik sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Di akhir keterangannya, Ilma mengimbau calon jemaah yang masih berada dalam daftar tunggu agar mulai mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun kemampuan finansial.
“Kami sangat mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji untuk musim tahun 1448 H/2027 M agar menjaga kesehatan fisik dan mental sejak saat ini. Selain kesiapan batin, persiapan finansial atau pelunasan biaya haji juga menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan,” imbau Ilma.
“Mari bersama-sama kita luruskan niat, semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran, kemudahan, dan kelak meraih predikat haji yang mabrur, aamiin ya rabbal ‘alamin,” pungkasnya.*
