JAMBI – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menyambut langsung kepulangan 444 jemaah haji Kloter BTH-20 asal Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi di Aula Asrama Haji Antara Provinsi Jambi, Rabu malam (24/6/2026).
Kehadiran Menhaj menjadi momen tersendiri bagi para jemaah yang baru menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kloter BTH-20 sendiri merupakan kloter ketiga asal Provinsi Jambi yang telah kembali ke Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari tahap persiapan, pelayanan di Arab Saudi, hingga proses pemulangan jemaah ke daerah asal.
Namun, penyambutan itu tak hanya diisi ucapan selamat datang. Menhaj juga menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan menjadikan musim haji tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Salah satu titik perhatian pemerintah, kata Menhaj, adalah penguatan pemeriksaan kesehatan calon jemaah sejak tahap awal. Menurut dia, kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan terhindar dari gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.
Selain menyampaikan evaluasi, Menhaj juga menyapa para jemaah dan mendoakan agar mereka kembali ke rumah dengan sehat serta mampu menjaga nilai-nilai kemabruran setelah pulang dari Tanah Suci.
“Semoga seluruh jemaah kembali ke tengah keluarga dalam keadaan sehat, membawa semangat baru, serta mampu menjaga kemabruran haji dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Turut hadir dalam penyambutan itu Wakil Gubernur Jambi Abdul Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab, Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus, Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi Budhi Hartono, serta Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jambi M. Kholis.
Kehadiran para pejabat daerah dan pusat dalam penyambutan tersebut menegaskan satu hal: fase kepulangan jemaah bukan sekadar akhir perjalanan ibadah, tetapi juga bagian dari evaluasi besar penyelenggaraan haji yang akan terus dibenahi dari tahun ke tahun.*
