3 months ago
3 mins read

Irjen Kemenhaj: Jangan Lengah, Tugas Haji Belum Usai

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH — Puncak ibadah haji memang telah berlalu. Namun bagi para petugas haji Indonesia, pekerjaan belum benar-benar selesai. Pesan itulah yang dibawa Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, saat mengunjungi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan para petugas, Dendi mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya terletak pada suksesnya fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Keberhasilan baru benar-benar bisa dinilai ketika seluruh jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.

Pesan itu disampaikan usai mengikuti apel pagi bersama petugas haji Indonesia. Menurut Dendi, apel bukan sekadar rutinitas harian, melainkan sarana penting untuk menjaga konsolidasi dan kesiapan organisasi di tengah kompleksitas layanan haji yang masih terus berjalan.

“Apel ini sudah saya dapat laporan dari Kadaker Madinah kan sudah hal yang rutin. Dan saya kira teman-teman semua menyadari bagaimana pentingnya apel tersebut ya, karena seperti yang saya sampaikan, apel itu adalah sebenarnya sarana konsolidasi,” kata Dendi.

Ia menjelaskan, besarnya tanggung jawab yang diemban petugas membutuhkan instrumen pengendalian agar seluruh unsur organisasi tetap siap menghadapi berbagai dinamika layanan.

“Dari menghadapi suatu pekerjaan yang banyak kan, banyak jenis layanan, sehingga perlu adanya alat kendali untuk supaya organisasi para petugas ini terus siap, terus solid gitu,” ujarnya.

Selama berada di Madinah, Dendi mengaku melihat langsung suasana kerja yang hangat dan penuh kebersamaan. Menurutnya, kekompakan yang terbangun di antara petugas menjadi modal penting untuk menjaga kualitas pelayanan hingga akhir operasional haji.

“Dan saya lihat tadi di Daker ini, suasananya sejak kemarin saya datang guyub, bagus. Nyaman suasana kerjanya, terus suasana keakrabannya juga kelihatan. Nah, ini penting kekompakan ini untuk supaya kita sebagai petugas haji bisa bekerja secara optimal,” tegasnya.

Terbuka terhadap kritik dan pujian
Memasuki lebih dari 50 hari masa operasional haji, Dendi meminta seluruh petugas tetap menjaga sikap terbuka terhadap berbagai penilaian yang muncul dari masyarakat. Baginya, setiap unit kerja tentu telah mengetahui capaian yang berhasil diraih maupun kekurangan yang masih perlu dibenahi.

“Ya, masing-masing bagian tentunya sudah tahu ya, unit-unit apa yang berhasil, target yang diinginkan yang sudah dicapai, dan apa-apa yang masih harus disempurnakan ke depan,” katanya.

Ia mengingatkan agar petugas tidak terlena oleh pujian, tetapi juga tidak patah semangat ketika menerima kritik dan keluhan dari jemaah.

Bagi Dendi, fase pemulangan jemaah justru menjadi ujian terakhir yang tidak kalah penting dibanding fase puncak haji. Karena itu, seluruh petugas diminta tetap menjaga kewaspadaan hingga masa tugas berakhir.

“Dan saya berpesan jangan lengah, karena ini tugas belum berakhir. Ukurannya itu nanti jemaah terakhir bisa kembali ke rumahnya dengan aman. Karena memang itulah, kita ini kan representasi dari negara. Kita penyelenggara negara di bidang haji,” tegasnya.

“Jadi teman-teman semua tetap istiqamah. Masih nanti sampai kalian pulang tanggal 1 Juli ya. Mudah-mudahan semua lancar, diamankan, dan jemaah kita merasa puas dalam melaksanakan haji,” lanjut Dendi.

Tahun perdana, banyak pelajaran
Dendi juga menyinggung penyelenggaraan haji tahun depan yang akan diawali dengan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut tidak hanya dilakukan secara internal oleh Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga pengawas eksternal.

“Ya, tahun depan nanti akan ada evaluasi besar di internal kementerian, kemudian ada evaluasi dari pihak luar dari DPR, dari BPK, dan lain-lain. Nah, dari situ nanti kita akan rumuskan,” katanya.

Menurut Dendi, tahun ini menjadi pengalaman penting karena merupakan penyelenggaraan perdana di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, berbagai temuan di lapangan akan menjadi bahan perbaikan untuk masa mendatang.

Mina masih menjadi tantangan
Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kondisi tenda dan kapasitas kawasan Mina. Menanggapi masukan Komisi VIII DPR terkait peningkatan fasilitas di lokasi tersebut, Dendi mengakui bahwa Mina memang menjadi titik krusial dalam penyelenggaraan haji karena keterbatasan ruang yang tersedia.

“Ya kalau tenda di Mina itu kan, ya teman-teman lihat sendiri memang arealnya kan sangat terbatas. Dan jumlah jemaah kita cukup besar. Memang salah satu titik krusialnya ada di Mina itu, karena daya tampung areal Mina itu sendiri terbatas,” jelasnya.

Keterbatasan kapasitas kawasan Mina selama ini memang menjadi tantangan yang dihadapi banyak negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, terutama saat jutaan orang berkumpul dalam waktu yang bersamaan.

Lima indikator mulai menunjukkan hasil
Dalam kesempatan yang sama, Dendi juga memaparkan perkembangan lima indikator utama yang digunakan Kementerian Haji dan Umrah untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan haji.

Salah satunya adalah tingkat serapan kuota yang tahun ini mencapai 99,63 persen.

“Ya, lima indikator itu kan mulai daya serap, daya serap tahun ini kan 99,63%. Angka yang cukup lumayanlah,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga memantau angka kematian jemaah, jumlah jemaah hilang, tingkat keluhan layanan, serta potensi terjadinya moral hazard dalam penyelenggaraan haji.

“Kemudian yang kedua angka kematian jemaah, ya mudah-mudahan berkurang dari tahun yang lalu. Tahun yang lalu 461 atau 0,21% dari 221.000. Kemudian jemaah yang hilang, tahun yang lalu ada tiga, tahun ini kan nggak ada,” ujarnya.

“Keempat, berkurangnya komplain-komplain atau keluhan-keluhan jemaah berkaitan dengan layanan-layanan kita. Mudah-mudahan juga berkurang. Dan nanti kan bisa dilihat yang terakhir, tidak adanya moral hazard dalam pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan tugas kita melayani haji tahun ini,” sambungnya.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, Dendi menegaskan bahwa penilaian akhir belum bisa dilakukan sekarang. Semua capaian baru dapat diukur secara utuh setelah seluruh rangkaian operasional haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.

“Nanti itu semua bisa dilihat begitu kita pulang ke sana selesai, dinyatakan tugas ini dinyatakan selesai, operasi kemanusiaan ini selesai, melayani haji ini selesai, baru bisa kelihatan lima indikator tersebut,” pungkasnya.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88