BEIRUT – Serangan Israel di Kota Tyre, Lebanon selatan, menewaskan sedikitnya delapan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah hampir tercapai.
Militer Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi paksa untuk Tyre pada Selasa (9/6/2026). Seluruh penduduk kota, termasuk untuk pertama kalinya kawasan Kristen yang menjadi tempat perlindungan banyak warga pengungsi, diperintahkan meninggalkan wilayah tersebut sebelum serangan dilancarkan.
Tyre telah berulang kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin sebelumnya, lima orang tewas dan empat paramedis termasuk di antara korban luka. Sedikitnya sembilan orang juga tewas akibat serangan Israel di wilayah lain Lebanon pada hari yang sama.
Trump mengatakan dirinya berada dalam “tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik”, menyusul eskalasi besar antara Israel dan Iran yang berakhir pada Senin kemarin.
Kepada wartawan, Trump menyebut Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan kesepakatan, yang menurutnya bisa terjadi dalam dua atau tiga hari ke depan.
Ia menambahkan bahwa AS sebenarnya dapat dengan mudah melanjutkan pemboman selama dua atau tiga pekan lagi hingga Iran tidak memiliki apa-apa lagi, namun langkah itu akan menunda pembukaan Selat Hormuz.
Trump mengklaim blokade angkatan laut AS terhadap Iran ternyata jauh lebih efektif daripada pemboman dalam mendorong Iran mencapai kesepakatan.
Pasukan Israel dilaporkan menyerang sistem pertahanan udara Iran dan sebuah pabrik petrokimia. Iran membalas dengan menyerang fasilitas serupa di Haifa serta menargetkan dua pangkalan udara Israel.
Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan berujar, “Kamu harus berhati-hati atau sebentar lagi kamu akan sendirian.”
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Senin, Netanyahu mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada Trump bahwa Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menjalankannya sesuai kebutuhan.
Meski Iran dan Israel sama-sama menyatakan akan menghentikan serangan pada Senin, Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon selatan akan terus berlanjut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pasukannya akan tetap memerangi Hizbullah dan akan menyerang pinggiran selatan Beirut jika terjadi serangan terhadap Israel utara.
Hizbullah menyatakan telah melakukan sejumlah operasi terhadap pasukan Israel yang memasuki Lebanon, termasuk di sekitar Kastel Beaufort.
Iran menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Amerika Serikat harus mencakup penghentian perang di Lebanon. Teheran juga memperingatkan bahwa agresi yang terus berlanjut akan dibalas dengan langkah-langkah yang lebih keras dan menghancurkan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Washington bertanggung jawab langsung atas eskalasi yang terjadi.
“Mereka adalah bagian dari negosiasi gencatan senjata. Karena itu, setiap tindakan yang melanggar gencatan senjata, baik melalui pencegatan kapal, serangan Israel terhadap Lebanon selatan, atau peristiwa lainnya, akan membuat Amerika Serikat bertanggung jawab langsung atas eskalasi di kawasan,” katanya seperti dikutip Aljazeera.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di platform X bahwa Teheran masih berada di meja perundingan.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengatakan Washington dan Teheran—melalui Pakistan sebagai mediator—sedang menyampaikan dan bertukar pandangan menuju sebuah kesepakatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah korban tewas akibat ofensif Israel sejak 2 Maret telah mencapai 3.666 orang, dengan 11.321 lainnya mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan Israel telah melancarkan hampir 3.500 serangan udara, 407 pembongkaran bangunan, dan enam operasi perataan wilayah yang menghancurkan seluruh desa sejak 16 April, ketika gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai diberlakukan.*
