18 hours ago
2 mins read

Murah Rukun

Ilustrasi Kabel Fiber Optic Bawah Laut Internasional (Foto: Disway.id)

JAKARTA – ”Perang” asap dan gas akan selesai oleh waktu. ”Perang” jalur internet agak ruwet: bisa merugikan Indonesia –termasuk di mata dunia.

Kabel fiber optic antara Australia-Singapura memang melewati Indonesia. Tepatnya lewat Selat Sunda. Kabel itu bermula di pantai barat Australia, Perth, digelar ke arah barat. Pendaratan pertamanya di pulau kecil di selatan Cianjur: pulau Christmas, milik Australia. Dari situ belok ke utara ke arah Ujung Kulon, Banten. Kabelnya mampir landing di situ. Dari titik itulah Indonesia bisa mengaksesnya. Lalu bisa tersambung ke Australia, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Amerika –juga ke belahan mana pun di dunia. Tersambung juga ke jaringan fiber optic ke seluruh Indonesia.

Setelah mampir Banten kabel itu lanjut ke Singapura, tersambung ke mana-mana.

Jaringan Australia-Singapura itu disebut jalur ASC –Australia Singapura Cable. Sudah direncanakan sejak tahun 2010-an tapi baru mulai dikerjakan tahun 2013-an. Dalam lima tahun proyek sepanjang 4.600 km itu selesai: mulai beroperasi 2018.

Ilustrasi jaringan ASC (Foto: Disway.id)

Biayanya tidak semahal yang kita bayangkan: hanya 170 juta dolar. Itu berkat berkembangnya penggunaan fiber optic di seluruh dunia –membuat harganya kian murah, pun untuk ukuran penilaian Disway.

Di bidang teknologi penggelaran kabel bawah laut juga terus maju. Ada kapal khusus yang spesialisasinya memang memasang kabel bawah laut. Bahkan untuk pemasangan kabel listrik bawah laut antara Ternate-Tidore atau Batam-Bintan tidak perlu kapal besar.

Apakah Indonesia bisa ”mengganggu” jaringan ASC itu?

Teoritis bisa. Bisa secara fisik –merusak kabelnya– bisa juga secara operasional. Tinggal kirim pasukan khusus ke pantai Banten.

Tapi itu berbahaya. Indonesia memang tidak takut siapa pun. Juga tidak bisa diancam-ancam. Tidak bisa ditekan.

Kalau Singapura serius akan mengganggu akses internet ke Indonesia sebenarnya kita cukup mengelus dada: peradaban Singapura ternyata hanya serendah itu. Mungkin karena kayanya belum lama sehingga peradabannya masih primitif.

Tentu sebaiknya kita tidak membalas lewat cara yang sama –hanya akan memperlihatkan bahwa peradaban kita masih sama.

Perusuh Disway di Denmark, Bung Liang sudah mengingatkan konsekuensi internasionalnya. Memang untuk kesengajaan mengganggu secara operasional hukum internasionalnya belum sejelas kalau melakukan perusakan secara fisik. Tapi hasil dari dari tindakan membalas sikap Singapura itu tidak sepadan dengan rusaknya reputasi Indonesia di mata internasional.

Lebih baik Indonesia ”membalas” dengan cara elegan: bagaimana bisa melakukan perdagangan dengan negara lain tanpa lewat jasa broker Singapura.

Kelihatannya pemerintah Presiden Prabowo sudah mengarah ke sana. Jangan sampai dikotori oleh langkah-langkah emosional.

Berdagang tanpa lewat broker Singapura pun tidak usah diniatkan untuk menghajar Singapura. Untuk apa. Hanya bikin sakit hati orang lain. Cukuplah niatnya suci: murni mencari nilai tambah sebanyak-banyaknya untuk kepentingan diri sendiri.

Pembentukan PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (PT. DSI) bulan Mei lalu –tepat di hari Kebangkitan Nasional– rasanya untuk itu: agar pemilik kebun kelapa sawit tidak bisa menjual minyak sawitnya ke perusahaan mereka sendiri di Singapura, lalu menjual ke negara lain dengan harga lebih mahal.

Pun para pemilik tambang batu bara dan tambang lainnya.

Harusnya tinggal dua bulan lagi masa transisi PT DSI berakhir. Tanggal 1 Januari 2027 seluruh ekspor hasil bumi harus lewat DSI –kalau jadi.

Mungkin Singapura tidak hanya perlu bergegas membangun nuklir, tapi juga membangun kabel bawah laut baru dari Singapura ke Australia lewat Filipina dan Papua Nugini. Semoga tidak ada konflik masa depan dengan Filipina.

Atau dari Singapura, Sri Lanka, Australia. Jauh sekali tapi lebih aman –asal tidak ada konflik masa depan dengan Sri Lanka.

Jepang tidak punya persoalan itu. Antara Jepang-Amerika digelar banyak sekali kabel bawah laut –melewati Samudera Pasifik– mampir di Hawaii. Pun antara Korea Selatan-Amerika. Juga antara Australia-Amerika.

Bagi Singapura ada gangguan di Banten pun sebenarnya bukan persoalan besar: Singapura-Australia bisa dialihkan lewat Hong Kong-Jepang-Hawaii-Australia. Atau kalau mau lebih dekat: Singapura, Filipina, Hawaii, Australia.

Jarak, bagi kabel optik sama sekali bukan masalah.

Rukun ternyata lebih murah dari pada tidak rukun. 

Dahlan Iskan. Pendiri Disway.id, Mantan Menteri BUMN RI, Mantan Dirut Jawa Pos, dan Pemerhati Kebijakan Publik

Sumber: Disway.id. https://disway.id/catatan-harian-dahlan/976605/murah-rukun

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Gas Asap

JAKARTA – SINGAPURA – Di samping mengeluh dan marah, apa

Konspirasi Singapura Terhadap Indonesia? Tidak Realistis…

JAKARTA – Pandangan yang belakangan beredar bahwa Singapura sedang berkonspirasi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88