JAKARTA – Pandangan yang belakangan beredar bahwa Singapura sedang berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal Indonesia, mensabotase ekonomi Indonesia, dan melalui MSCI mencoba merebut aset-aset Indonesia dalam situasi fire sale atau jual saham murah adalah pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari realita yang sebenarnya.
Mengapa? Karena Singapura adalah negara tetangga yang mempunyai goodwill, trust, dan track record kerja sama yang sudah lama teruji oleh Indonesia.
Sejarah membuktikan bahwa Singapura selalu siap membantu kita. Apakah itu untuk bencana tsunami, gempa bumi, krisis moneter, Covid-19, investasi, pendidikan, pembangunan Batam, Bintan, Karimun, dan Kendal di Jawa Tengah, kerja sama militer, dan lain sebagainya.
Singapura mempunyai kepentingan yang besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, karena mereka adalah salah satu negara yang paling terdampak kalau terjadi gejolak politik dan ekonomi di negara kita. Karena itu, sebagai negara kecil yang secara geografis dihimpit Indonesia dan Malaysia, hukumnya tabu dan haram bagi elite politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia. Sebagaimana juga tabu dan haram bagi Indonesia untuk mencelakai Singapura.
Kebijakan Singapura terhadap Indonesia adalah untuk selalu menjaga kerja sama dan saling percaya, bukan melakukan aksi jahat dan sabotase.
Kita aktif bicara sejuta kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Akan sangat kontradiktif kalau kita memperlakukan tetangga terdekat Singapura seperti lawan dan dengan penuh curiga.
Masalah kabut asap yang masih berlangsung adalah test case bagaimana Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo bisa berdiplomasi secara bijak dalam menangani krisis kebakaran hutan. Bagaimana Indonesia bisa terus bertetangga dengan baik dalam situasi sulit, dan bagaimana Indonesia sebagai negara yang dianggap sebagai pemimpin natural di kawasan Asia Tenggara bisa menangani krisis asap ini dengan cara yang semakin mengukuhkan kebesaran Indonesia, bukan kekerdilan.
Ingat contoh kasus bencana tsunami Aceh dan Nias di tahun 2004, di mana cara Indonesia menangani krisis bencana alam terbesar dalam sejarah kita, justru membuat tetangga-tetangga kita dan bangsa-bangsa lain kompak bekerja sama di bawah komando kita, sehingga krisis tsunami bisa tertangani dengan baik. Dan akibatnya respek dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia semakin tinggi.
Speak truth to power, speak truth to the people. Wisdom without fear.

Dino Patti Djalal. Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)
Sumber: Akun IG @dinopattidjalal. https://www.instagram.com/reel/DexqoBSTqwD/?utm_source=ig_web_copy_link&psln=MWQ1ZGUxMzBkMA==&srtk=MWQ1ZGUxMzBkMA==
