3 hours ago
4 mins read

Trump Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Risiko Perang Skala Penuh Kembali Meningkat

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang AS Pete Hegseth (Foto: AL.com/ Brian Linder)

WASHINGTON – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyusun sejumlah opsi untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran. Laporan media berbasis di Washington, The Hill, rencana itu membuka kemungkinan terjadinya kembali pertempuran besar dalam konflik yang kini memasuki bulan kedelapan.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM), yang mengawasi pasukan AS di kawasan Timur Tengah, telah menyiapkan rencana serangan lanjutan jika mendapat persetujuan Gedung Putih, menurut laporan tersebut. Para perencana militer juga telah menyiapkan beberapa opsi untuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Laporan itu menyoroti kemungkinan serangan setelah pemilihan paruh waktu/ sela (midterm election) Amerika Serikat pada 3 November 2026. Namun, Presiden Donald Trump pada Sabtu mengisyaratkan bahwa serangan dapat dilakukan secepat “besok”, sembari tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan besar dengan Teheran.

Bagaimana respons Iran?

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Washington menggagalkan perundingan. Meski demikian, ia mengatakan upaya untuk mencapai kesepakatan harus terus dilanjutkan. Dengan kedua pihak sama-sama memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan, muncul pertanyaan apakah konflik tersebut akan kembali berkembang menjadi perang skala penuh.

“Kami sedang melakukan perundingan, tetapi para pengecut itu, yakni Amerika, merusak semuanya,” kata Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan pada Sabtu (24/10/2026). Ia kemudian menegaskan bahwa upaya untuk mencapai kesepakatan harus tetap dilanjutkan.

Teheran menggabungkan seruan untuk melanjutkan perundingan dengan peringatan bahwa serangan baru AS akan memicu respons yang lebih luas.

Ketua parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga dipastikan tidak menghadiri Forum Parlemen BRICS ke-12 di New Delhi. Kedutaan Besar Iran di India menyebut “keadaan yang tidak terduga” sebagai alasan ketidakhadiran tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pada Minggu (25/10/2026), Angkatan Darat Iran menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone LUCAS buatan AS di dekat kota pelabuhan Bandar Abbas di wilayah selatan negara itu. Pernyataan tersebut dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim. Kantor berita Reuters juga melaporkan, dengan mengutip pejabat keamanan Iran, bahwa Teheran telah menyusun rencana untuk menargetkan kabel komunikasi bawah laut di kawasan Teluk jika serangan AS dan Israel kembali dilanjutkan.

Ilustrasi jaringan kabel optik bawah laut dunia (Foto: Telegeography/ Al Jazeera)

Insiden tersebut menyusul klaim Iran bahwa tujuh kapal tanker minyak terbakar atau mengalami kerusakan di dalam dan sekitar Selat Hormuz pada awal pekan ini. Pada Rabu, Iran juga mengumumkan perubahan doktrin militernya menuju pendekatan yang disebut lebih “ofensif”. Teheran memperingatkan bahwa negara-negara yang menampung pangkalan militer yang digunakan dalam serangan AS dapat menjadi sasaran.

“Doktrin pertahanan kami sebelumnya bersifat defensif. Dahulu, kami mengatakan bahwa jika suatu negara menyerang kami, kami akan membalas. Sekarang, kami mengatakan bahwa jika suatu negara menyerang kami, kami tidak hanya akan membalas, tetapi juga melancarkan serangan ofensif,” kata juru bicara militer Iran, Hossein Mohebi.

Peringatan itu mengindikasikan potensi meluasnya konfrontasi di kawasan, termasuk terhadap infrastruktur energi dan negara-negara yang bersekutu dengan Washington.

“Iran juga sedang menyusun daftar sasaran yang mencakup infrastruktur energi dan negara-negara yang berpihak kepada AS,” kata Norman.

“Kedua pihak tampaknya benar-benar mempersiapkan diri untuk menghadapi eskalasi berikutnya dan menunjukkan kesiapan tersebut satu sama lain.”, lanjut Norman, “Pada saat yang sama, risiko salah perhitungan dari salah satu pihak sangat tinggi, demikian pula risiko eskalasi yang berlangsung cepat.”

Oktober disebut menjadi bulan dengan serangan terhadap kapal terbanyak sejak perang dimulai pada Februari, dengan lebih dari 120 serangan dilaporkan hingga saat ini.

Ilustrasi kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan kerap jadi target serangan (Foto: Anadolu Agency/ Fatemeh Bahrami)

Apa saja rencana serangan AS?

Awal bulan ini, Axios melaporkan bahwa Pentagon telah menginstruksikan CENTCOM untuk menuntaskan persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar. Menurut sumber-sumber yang dikutip media tersebut, kampanye militer baru dapat menyasar fasilitas energi, infrastruktur, dan instalasi nuklir Iran.

Persiapan tersebut tidak berarti perintah serangan telah dikeluarkan. Keputusan akhir tetap berada di tangan Trump, yang pernyataan publiknya masih membuka ruang bagi aksi militer maupun perundingan.

Pada Rabu, The New York Times juga melaporkan bahwa AS dan Israel telah menyusun rencana serangan bersama terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu. Laporan-laporan tersebut muncul bersamaan dengan peringatan Washington mengenai dugaan ancaman Iran terhadap personel Amerika di luar negeri.

Dalam memo intelijen yang dikirim pada Jumat, Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton memberi tahu Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahwa Iran telah “secara signifikan meningkatkan upaya untuk menargetkan personel AS”. Memo itu menyebut sejumlah rencana serangan mematikan telah mencapai “tahap lanjut” di Timur Tengah dan kawasan lainnya.

Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan pengurangan personel di sejumlah kedutaan di kawasan tersebut menyusul peringatan itu. Namun, memo yang informasinya dilaporkan ke publik tersebut tidak menyebutkan sasaran tertentu ataupun memastikan kapan dugaan serangan itu mungkin terjadi.

Trump menambah ketidakpastian tersebut. Dalam kampanye pada Jumat, ia mengatakan Washington “mungkin akan melakukan sedikit lagi Operasi Epic Fury”, merujuk pada nama sandi operasi militer AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Pada Sabtu (25/10/2026), Trump menolak mengungkapkan waktu serangan yang mungkin dilakukan, tetapi menyatakan aksi militer dapat berlangsung paling cepat pada Minggu.

Julie Norman, associate fellow di Chatham House, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa persiapan tersebut berfungsi sebagai langkah demonstrasi kekuatan dan pencegahan dalam jangka pendek, sekaligus menjadi opsi militer nyata untuk bulan berikutnya.

“Dalam kasus Trump, saya kira ia selalu mempertahankan berbagai opsi tetap terbuka. Namun, penyusunan rencana kali ini merupakan demonstrasi kekuatan untuk mencegah lawan dalam waktu dekat, sekaligus opsi yang sangat nyata setelah pemilihan paruh waktu,” kata Norman.

Di tengah perkembangan tersebut, AS juga dilaporkan mengerahkan kelompok tempur kapal induk ketiga, USS Theodore Roosevelt, ke kawasan Timur Tengah, bersama sekitar 10.000 personel tambahan dan Satuan Ekspedisi Marinir ke-13 (13th Marine Expeditionary Unit) hingga akhir November.

Apakah serangan baru menguntungkan Trump?

Waktu pelaksanaan serangan menjadi persoalan sensitif secara politik. Trump menghadapi tekanan untuk menghindari eskalasi baru menjelang pemilihan paruh waktu AS, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendorong serangan terhadap Iran di tengah penurunan dukungan politik menjelang pemilihan pada Selasa.

Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa penggulingan pemerintahan Iran tetap menjadi “tujuan utama” Israel.

Mohamad Elmasry, profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Qatar, menilai perkembangan terbaru lebih mengarah pada kemungkinan dimulainya kembali pertempuran daripada terobosan diplomatik.

“Ada banyak sinyal dan demonstrasi kekuatan yang menunjukkan bahwa kita sedang menuju putaran pertempuran berikutnya,” kata Elmasry kepada Al Jazeera.

Ia menunjuk kunjungan Hegseth ke Israel serta laporan mengenai penarikan personel AS dari sejumlah fasilitas diplomatik dan militer di kawasan.

“Semua itu mengindikasikan bahwa AS dan Israel sedang merencanakan serangan berikutnya terhadap Iran, baik dalam waktu dekat maupun sangat dekat,” ujarnya.

“Salah satu kekhawatirannya adalah bahwa putaran pertempuran berikutnya dapat menjadi lebih berbahaya dan lebih menghancurkan dibandingkan putaran sebelumnya.”

Ilustrasi persoalan lalu lintas kapal di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya (Foto: Al Jazeera)

Norman menambahkan bahwa meskipun Trump mungkin mempertimbangkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu, pertanyaan mendasarnya adalah apa yang dapat dicapai melalui eskalasi baru tersebut.

“Pertanyaan besar yang diajukan para penasihat militer kepada Trump adalah: apa yang akan dihasilkan oleh eskalasi berikutnya yang tidak berhasil dicapai oleh putaran-putaran sebelumnya?”

“Strategi apa yang dapat memaksa Iran kembali ke meja perundingan? Saya kira hingga kini belum ada jawaban yang jelas untuk pertanyaan itu,” kata Norman.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Approval Rating Trump Anjlok ke 31 Persen, Demokrat Unggul 12 Poin Jelang Pemilu Sela 3 November 2026

WASHINGTON – Tingkat kepuasan publik (approval rating) Amerika Serikat (AS)

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88