2 hours ago
5 mins read

Selamat Jalan, Kyaiku: Warisan Dakwah KH Syukron Ma’mun yang Tak Akan Padam

Oleh: KH. Soleh Sofyan / Pendakwah dan Enterprainer muda Nadliyin

Kepergian seorang guru tidak hanya meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan murid-muridnya. Ia juga meninggalkan jejak pemikiran, nasihat, dan keteladanan yang akan terus hidup, bahkan ketika sosoknya telah tiada. Begitulah yang saya rasakan saat harus melepas kepergian Syaekhuna KH Syukron Ma’mun, guru sekaligus orang tua yang memiliki peran penting dalam perjalanan hidup saya sebagai dai dan pendidik di tengah masyarakat.

Kesedihan ini bukan semata-mata karena berpulangnya seorang ulama yang dihormati. Lebih dari itu, saya kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat belajar, menyerap nasihat, dan menimba keteguhan dalam menjalani jalan dakwah.

Bagi saya, KH Syukron Ma’mun bukan sekadar guru yang mengajarkan ilmu agama. Beliau adalah pendidik yang membentuk karakter, menanamkan prinsip, sekaligus memberikan teladan tentang bagaimana seorang dai seharusnya berdiri di tengah masyarakat.

Dakwah yang Melahirkan Generasi

Salah satu warisan terbesar seorang guru adalah murid-murid yang meneruskan perjuangannya. Dalam hal ini, saya melihat kiprah KH Syukron Ma’mun sebagai bagian penting dari perjalanan dakwah di Indonesia.

Para murid beliau kini mengabdi di berbagai daerah. Sebagian mendirikan, mengasuh, dan mengembangkan pesantren. Berdasarkan catatan yang saya ketahui, jumlah lembaga pesantren yang diasuh dan dikembangkan oleh murid-muridnya telah melampaui 400 lembaga.

Angka tersebut tentu bukan sekadar hitungan lembaga pendidikan. Di baliknya ada santri yang belajar, masyarakat yang dibimbing, serta generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet dakwah.

Di situlah saya memahami bahwa pengabdian seorang guru tidak berhenti ketika ia menutup mata. Ilmu yang ditanamkan dapat tumbuh menjadi amal yang berkelanjutan melalui murid-muridnya.

Seorang guru mungkin tidak selalu menyaksikan seluruh hasil dari perjuangannya. Namun, ketika murid-muridnya terus mengajar, membimbing umat, dan menghidupkan nilai-nilai kebaikan, sesungguhnya sebagian dari perjuangan itu tetap berjalan.

Tegas Memegang Prinsip, Berani Menyampaikan Kebenaran

Saya mengenang beliau sebagai sosok yang kharismatik, tegas, dan teguh memegang prinsip. Beliau bukan tipe ulama yang mudah mengorbankan keyakinan hanya demi menjaga kenyamanan hubungan dengan pihak tertentu.

Dalam menyikapi kebijakan pemerintah yang menurut pandangannya tidak sejalan dengan nurani dan keadilan, beliau tidak segan menyampaikan kritik. Sikap tersebut menjadi pelajaran penting bagi saya bahwa seorang dai tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyampaikan pandangan yang diyakininya benar.

Kedekatan dengan kekuasaan, jabatan, ataupun kehormatan sosial tidak semestinya membuat seorang ulama kehilangan daya kritisnya. Sebab, dakwah bukan hanya tentang menyampaikan ajaran agama di atas mimbar, melainkan juga menjaga agar nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan tetap mendapat tempat dalam kehidupan bersama.

Tentu, keberanian menyampaikan kritik harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral. Namun, dari sosok beliau, saya belajar bahwa keteguhan prinsip merupakan bagian penting dari kehormatan seorang pendakwah.

Jangan Jadikan Dakwah Sebagai Transaksi

Ada satu pelajaran dari beliau yang hingga kini terus saya ingat, yakni tentang keikhlasan dalam berdakwah.

Beliau melarang murid-muridnya memasang tarif atau meminta uang muka (down payment/DP) ketika mendapat undangan ceramah. Namun, jika tuan rumah memberikan amplop sebagai tanda terima kasih, pemberian itu boleh diterima.

Pesannya sederhana: jangan meminta, tetapi jangan pula menolak pemberian yang diberikan dengan ikhlas.

Bagi saya, prinsip tersebut mengandung pesan moral yang mendalam. Dakwah harus dijalankan sebagai amanah, bukan semata-mata pekerjaan yang diukur berdasarkan besarnya bayaran. Seorang dai perlu menjaga agar kepentingan materi tidak menggeser niat dan tanggung jawabnya dalam menyampaikan ilmu.

Nasihat itu terasa semakin relevan di tengah kehidupan yang sering kali menempatkan segala sesuatu dalam hitungan untung dan rugi. Bukan berarti seorang pendakwah tidak membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, ada batas etis yang harus dijaga agar pesan agama tidak kehilangan kemuliaannya karena terlalu kuat ditarik ke dalam urusan transaksi.

Bagi saya, inilah salah satu pelajaran berharga dari Kyaiku: keikhlasan bukan sekadar kata-kata yang diucapkan dalam ceramah, melainkan sikap yang harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Jangan Pilih-Pilih Mimbar

Beliau juga kerap mengingatkan murid-muridnya agar tidak pilih-pilih undangan ceramah. Undangan dari musala kecil di tengah permukiman warga sama berharganya dengan undangan dari tempat yang lebih besar dan megah.

Jangan sampai undangan masyarakat biasa diabaikan hanya karena pada waktu yang sama ada undangan dari pejabat atau tokoh penting.

Bagi beliau, kemuliaan dakwah tidak ditentukan oleh siapa yang mengundang, seberapa besar tempatnya, atau seberapa banyak orang yang hadir. Yang lebih penting adalah bagaimana seorang dai menunaikan amanah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dengan gaya khasnya yang lugas, diselingi humor yang mengena, beliau pernah mengingatkan, “Kalau menerima ceramah dalam semalam sampai tiga tempat, itu bukan ceramah, tapi rampok!”

Kalimat itu mungkin terdengar jenaka. Namun, di baliknya tersimpan teguran yang serius tentang tanggung jawab seorang pendakwah.

Menerima banyak undangan tidak selalu berarti semakin baik dalam berdakwah. Jika seorang dai hanya mengejar banyaknya agenda tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kualitas penyampaian, ada amanah yang berisiko terabaikan.

Dakwah bukan perlombaan mengumpulkan jadwal ceramah. Ia adalah ikhtiar menyampaikan ilmu dengan sungguh-sungguh, menjangkau masyarakat dengan tulus, dan memastikan bahwa kehadiran seorang pendakwah benar-benar membawa manfaat.

Nasihat itu mengajarkan saya untuk tidak memandang kecil sebuah undangan hanya karena tempatnya sederhana atau penyelenggaranya bukan orang terpandang. Sebab, di setiap lingkungan masyarakat, selalu ada orang yang membutuhkan bimbingan, perhatian, dan penguatan spiritual.

Tegas di Mimbar, Hangat kepada Murid

Di balik ketegasannya, saya mengenal sisi KH Syukron Ma’mun yang hangat. Beliau dekat dengan murid-muridnya dan terbuka menerima tamu yang datang untuk bersilaturahim.

Beliau juga dikenal tekun menjalankan ibadah malam serta mendoakan anak-anak didiknya. Bagi saya, sisi inilah yang melengkapi ketegasan dan kewibawaannya sebagai seorang guru.

Ketegasan tanpa kasih sayang bisa menjauhkan. Sebaliknya, kasih sayang tanpa prinsip dapat kehilangan arah. Pada diri beliau, saya belajar bahwa keduanya harus berjalan beriringan: tegas dalam menjaga nilai, tetapi tetap hangat dalam membimbing manusia.

Doa seorang guru mungkin tidak selalu diketahui murid-muridnya. Nasihatnya mungkin baru benar-benar dipahami setelah waktu berlalu. Bahkan, teguran yang dahulu terasa keras bisa jadi menjadi pelajaran yang paling dirindukan ketika sosok yang menyampaikannya telah tiada.

Kini, kenangan-kenangan itu hadir dengan makna yang berbeda. Apa yang dahulu terasa sebagai bagian biasa dari hubungan guru dan murid, kini menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Ada kerinduan untuk kembali mendengar tegurannya, menyimak pandangannya, dan merasakan kedekatan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kami.

Ketika Guru Berpulang, Amanah Dakwah Tetap Berjalan

Kepergian KH Syukron Ma’mun menjadi kehilangan yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan murid-muridnya, tetapi juga bagi mereka yang pernah merasakan manfaat dari pengabdian beliau.

Saya menyadari bahwa setiap generasi memiliki tantangan dakwahnya sendiri. Zaman berubah, masyarakat berkembang, dan persoalan umat semakin beragam. Karena itu, meneruskan perjuangan seorang guru tidak cukup hanya dengan mengenang nama dan jasa-jasanya.

Warisan seorang guru harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Keikhlasan harus dijaga dalam pengabdian. Keteguhan prinsip harus diwujudkan dalam keberanian menyampaikan kebenaran. Kedekatan dengan masyarakat harus dipelihara tanpa membedakan status sosial. Dan ilmu yang telah diterima harus diteruskan agar manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri.

Bagi saya, itulah cara terbaik menghormati seorang guru: bukan hanya mengenangnya dalam kesedihan, melainkan menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkannya agar tetap hidup dalam perjalanan dakwah.

Selamat jalan, Kyaiku. Selamat jalan, salah satu patok dakwah Jakarta dan Indonesia.

Kepergianmu meninggalkan duka, tetapi juga mengingatkan kami tentang besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundak anak-anak didikmu. Kami mungkin tidak lagi dapat mendengar nasihatmu secara langsung, tetapi nilai-nilai yang engkau ajarkan akan selalu menjadi pengingat dalam setiap langkah pengabdian.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan perjuanganmu, mengampuni segala khilafmu, melapangkan tempat peristirahatanmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan kami, anak-anak didikmu, diberi kekuatan untuk meneruskan amanah dakwah dengan sebaik-baiknya.

Jasad seorang guru pada akhirnya akan kembali kepada Allah. Namun, ilmu dan keteladanan yang ditanamkannya dapat terus tumbuh selama ada murid yang bersedia merawat dan meneruskannya.

Selamat jalan, Syaekhuna KH Syukron Ma’mun. Kami berduka atas kepergianmu. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dalam rahmat dan ridha-Nya.

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Al-Fatihah.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88