11 hours ago
2 mins read

Optimisme Arah Bangsa: Memuncak di Era Jokowi, Anjlok di Era Prabowo

Kebersamaan Tiga Presiden RI: SBY, Jokowi dan Prabowo (Foto: IG @sekretariat.kabinet)

JAKARTA – Optimisme masyarakat terhadap arah perjalanan dan pembangunan Indonesia merosot tajam selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, proporsi masyarakat yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar turun dari 83 persen pada Oktober 2024 menjadi 48 persen pada Oktober 2026.

Penurunan sebesar 35 poin persentase itu menjadi perubahan paling mencolok dalam tren persepsi publik selama 25 tahun terakhir, menurut pendiri SMRC, Saiful Mujani. Hasil survei yang dilakukan pada 1-10 Oktober 2026 tersebut dipaparkan dalam program Bedah Politik bertajuk “Dua Tahun Prabowo: Publik Nilai Indonesia ke Arah yang Salah” di kanal YouTube SMRC TV, Selasa (13/10/2026).

Data tersebut bukan sekadar menunjukkan perubahan angka. Grafik tren SMRC memperlihatkan bahwa optimisme publik pernah berada di level lebih rendah pada awal periode pengamatan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada September 2012, tetapi meningkat pada sejumlah titik, terutama pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perkembangan persepsi publik mengenai arah perjalanan bangsa periode 2012–2026 (Sumber: SMRC/ Gambar: Total Politik/ Anantama Tyo)

Pada Oktober 2016 dan September 2018, misalnya, 81 dan 82 persen responden menilai Indonesia menuju arah yang benar. Angka itu kembali mencapai 83 persen pada Oktober 2024, menjelang pergantian pemerintahan dari Presiden Jokowi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Namun, dua tahun kemudian, gambarannya berubah. Penilaian positif turun menjadi 48 persen, sementara proporsi responden yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang salah meningkat dari 13 persen pada Oktober 2024 menjadi 34 persen pada Oktober 2026. Sebanyak 18 persen responden lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Dalam presentasinya, Saiful mengaitkan kemerosotan persepsi tersebut dengan penurunan kepuasan terhadap kinerja presiden (approval rating), serta penilaian masyarakat yang semakin negatif terhadap kondisi sosial-ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

Jika dibaca dalam rentang pemerintahan yang berbeda, grafik itu juga memperlihatkan nuansa kekontrasan. Pada era Presiden SBY, rata-rata penilaian positif dalam dua titik survei yang ditampilkan mencapai 65 persen. Pada era Presiden Jokowi, rata-rata dari lima titik survei mencapai 77 persen. Sementara itu, pada era Presiden Prabowo Subianto, angka terbaru berada di 48 persen. Tentu saja, komparasi tersebut perlu dibaca secara cermat dan hati-hati karena jumlah titik survei dan rentang pengukurannya tidak sama.

Perbandingan persepsi publik terhadap arah bangsa pada tiga era pemerintahan.* (Sumber: SMRC; Foto: Total Politik/ Anantama Tyo)

Meski begitu, penurunan tajam tersebut layak menjadi bahan evaluasi pemerintah. Persepsi publik memang bukan ukuran tunggal keberhasilan kebijakan, tetapi perubahan sebesar ini menunjukkan bahwa optimisme masyarakat tidak bisa diasumsikan akan bertahan hanya karena pemerintahan telah memperoleh mandat elektoral.

Tantangannya bukan sekadar memperbaiki pola komunikasi pemerintah atau upaya membangun citra positif. Pemerintah perlu menunjukkan hasil yang dapat dirasakan secara nyata dan langsung oleh masyarakat. Mulai dari daya beli dan kesempatan kerja, kepastian penegakan hukum hingga kualitas layanan publik. Pada akhirnya, optimisme terhadap arah pembangunan bangsa dan negara tumbuh ketika janji-janji politik bertemu dengan pengalaman nyata warga negara.

Survei SMRC melibatkan total 1.213 responden yang merupakan warga negara Indonesia berhak memilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan. SMRC menggunakan dua pendekatan pengambilan sampel. Untuk kelompok masyarakat yang memiliki telepon seluler, sebanyak 1.013 responden dipilih secara acak melalui metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.

Sedangkan untuk kelompok yang tidak memiliki telepon seluler, sebanyak 200 responden dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka. SMRC memperkirakan margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi pengambilan sampel acak sederhana.

E.S. Raharjo, Idham A.S., & Anantama Tyo. Tim Redaksi Total Politik

Sumber: YouTube SMRC TV. https://youtu.be/9ja_qZNj4zo.

*Catatan: angka Presiden SBY dan Presiden Jokowi merupakan rata-rata dari sejumlah titik survei yang ditampilkan, sedangkan angka Presiden Prabowo merupakan hasil survei Oktober 2026.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Prabowo dan Jokowi: Satu Bantal Tapi Beda Mimpi

JAKARTA – Prabowo dan Jokowi mungkin menang bersama, tetapi sejak

Syahganda Nainggolan: Sosialisme À la Prabowo dan Gagasan Politik Tukar Tambah Gibran dengan 3 Orang

JAKARTA – Bagaimana Presiden Prabowo Subianto dapat bergerak cepat dengan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88