2 months ago
2 mins read

Bimbad Jadi Ujung Tombak Layanan Ibadah Jemaah Haji

Jemaah haji berkunjung ke Raudah di Masjid Nabawi. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH – Di balik lancarnya pelaksanaan ibadah jemaah haji Indonesia di Madinah, ada peran para Pembimbing Ibadah (Bimbad) yang setiap hari berkeliling menemui jemaah, mendengar keluhan mereka, sekaligus memastikan kebutuhan ibadah dapat terlayani dengan baik.

Bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, tugas Bimbad bukan sekadar memberikan ceramah keagamaan. Mereka juga menjadi jembatan komunikasi antara jemaah, petugas kloter, dan sektor pelayanan di lapangan.

Pembimbing Ibadah Sektor 5 Daerah Kerja Madinah, Nunung Khoiriyah, mengatakan salah satu tugas utama Bimbad adalah melakukan visitasi ke setiap kelompok terbang (kloter). Menurutnya, visitasi menjadi instrumen penting dalam manajemen pelayanan haji karena dari kegiatan tersebut petugas dapat memetakan berbagai persoalan yang dihadapi jemaah.

“Ketika kita melakukan visitasi, maka kita bisa melihat dan memetakan persoalan-persoalan yang ada di kloter,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Melalui visitasi, Bimbad juga membangun koordinasi dengan ketua regu (Karu) dan ketua rombongan (Karom). Forum tersebut menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan berbagai kebutuhan jemaah, mulai dari layanan ibadah hingga pendampingan khusus.

“Mereka bisa menyampaikan beberapa hal terkait kondisi jemaah, kebutuhan jemaah, dan pendampingan jemaah tentunya,” lanjut Nunung.

Fokus pada lansia dan perempuan
Nunung menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam pelayanan haji saat ini adalah kelompok lansia dan perempuan yang jumlahnya cukup besar dalam komposisi jemaah Indonesia.

“Jemaah haji kita sekitar 55 persen perempuan. Dari jumlah itu, sekitar 25 persen merupakan lansia. Mereka menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, baik dalam pendampingan maupun fasilitas pendukung seperti kursi roda,” ujar Nunung.

Karena itu, koordinasi antara Bimbad, petugas kloter, dan PPIH menjadi penting untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terakomodasi, termasuk saat akan masuk ke Raudhah maupun mengikuti kegiatan ziarah di Madinah.

Menurutnya, melalui komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan jemaah dapat segera direspons oleh petugas.

Meluruskan pemahaman Arbain
Selain memastikan layanan ibadah berjalan lancar, para Bimbad juga bertugas memberikan pemahaman keagamaan kepada jemaah. Salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah mengenai ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

Pembimbing Ibadah Kloter SUB 104 Surabaya, Toha Saifuddin, mengatakan masih banyak jemaah yang memahami Arbain sebagai kewajiban melaksanakan shalat wajib berjamaah selama delapan hari berturut-turut di Masjid Nabawi.

Menurutnya, pemahaman tersebut perlu diluruskan agar tidak membuat jemaah memaksakan diri, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

“Memang secara pengertian umum, hadis man shalla fi masjidi arba’ina shalatan oleh sebagian besar ulama dimaknai sebagai 40 waktu shalat wajib. Jadi yang dipahami selama ini adalah shalat wajib 40 waktu,” kata Toha.

Namun, ia menjelaskan bahwa secara tekstual hadis tersebut menyebut 40 kali shalat, bukan semata-mata 40 shalat wajib berjamaah.

Karena itu, shalat sunnah seperti shalat dhuha, tahajud, taubat, maupun hajat juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar meraih keutamaan Arbain.

Jangan memaksakan diri
Toha juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri beribadah di tengah cuaca ekstrem Madinah yang saat ini bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Menurutnya, menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari ibadah karena kondisi fisik yang baik akan membantu jemaah beribadah secara optimal. Ia mengimbau jemaah untuk memperhatikan asupan makanan dan cairan selama berada di Madinah.

“Karenanya untuk ibadah juga tetap jaga kesehatan, makan yang cukup, minum yang banyak, karena cuaca yang sangat ekstrem. Jadi kalau di Indonesia umpamanya harus dua liter, mungkin di sini lebih dari itu. Mungkin tiga sampai empat liter air supaya tubuh kita tetap segar dan siap untuk ibadah kepada Allah,” tegas Toha.

Di tengah fase akhir operasional haji di Madinah, para Bimbad terus bergerak dari hotel ke hotel, memastikan jemaah tidak hanya mendapatkan layanan ibadah yang baik, tetapi juga mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan penuh makna.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88