JAKARTA – Fase pergerakan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah resmi memasuki tahap akhir. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadwalkan pendorongan terakhir jemaah berlangsung pada Senin (22/6/2026), menandai berakhirnya layanan operasional haji di Kota Makkah.
Mulai Selasa (23/6/2026), seluruh layanan operasional haji Indonesia akan terpusat di Madinah hingga proses pemulangan jemaah ke Tanah Air selesai.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan hingga hari ini sebanyak 257 kelompok terbang (kloter) yang terdiri atas 97.477 jemaah dan 1.028 petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.
“Alhamdulillah, pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, layanan operasional akan sepenuhnya terfokus di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Seiring berakhirnya layanan di Makkah, petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah yang telah menuntaskan tugas pelayanan juga dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin malam.
143 ribu jemaah sudah pulang
Di saat yang sama, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung. Hingga Senin, sebanyak 367 kloter telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia dengan total 142.053 jemaah dan 1.468 petugas.
Dengan demikian, jumlah jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 143.521 orang. Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah pulang tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Ichsan mengingatkan jemaah yang kini berada di Madinah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Ia meminta jemaah tidak memaksakan aktivitas fisik, memperbanyak istirahat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan.
Saat beribadah di Masjid Nabawi maupun melakukan ziarah, jemaah juga diimbau selalu membawa kartu identitas dan mengenali lokasi hotel tempat menginap. Khusus bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi, petugas meminta agar tidak bepergian seorang diri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
165 ribu tasreh Raudhah terbit
Dalam layanan ibadah di Madinah, Kemenhaj mencatat telah membantu penerbitan 165.486 tasreh atau izin masuk Raudhah bagi jemaah Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 54.506 tasreh untuk jemaah pada fase kedatangan dan 110.980 tasreh untuk jemaah pada fase pemulangan.
Menjelang keberangkatan ke Indonesia, jemaah kembali diingatkan untuk memastikan paspor, boarding pass, dan dokumen perjalanan tersimpan dengan aman. Petugas juga mengingatkan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa di dalam koper bagasi maupun tas kabin karena akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing.
“Kami berharap nilai kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan yang ditempa selama berhaji terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran harus hadir melalui akhlak yang lebih baik dan manfaat yang semakin luas,” pungkas Ichsan.*
