JAKARTA – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan. Hingga Jumat (19/6/2026), sebanyak 121.301 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, kepulangan dari Tanah Suci bukan sekadar akhir perjalanan ibadah, melainkan awal pengabdian baru di tengah masyarakat.
“Haji bukan hanya tentang perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji terus hidup setelah jemaah kembali ke rumah. Kepulangan ini adalah awal dari pengabdian baru di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Ichsan menjelaskan, hingga hari ke-60 operasional haji atau hari ke-18 masa pemulangan, sebanyak 309 kelompok terbang (kloter) telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 120.065 jemaah dan 1.236 petugas.
Sementara dari Arab Saudi, sebanyak 267 kloter gelombang pertama telah diterbangkan melalui Bandara Jeddah dengan total 104.753 jemaah dan petugas. Adapun 52 kloter gelombang kedua telah diberangkatkan melalui Bandara Madinah dengan jumlah 20.316 jemaah dan petugas.
Di saat yang sama, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah juga masih berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 208 kloter dengan total 80.574 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Madinah sebagai bagian dari proses pemulangan gelombang kedua.
Apresiasi untuk petugas haji
Kemenhaj memberikan apresiasi kepada para petugas yang masih bertugas mendampingi jemaah hingga akhir operasional haji.
“Dedikasi para petugas menjadi bagian penting dari kelancaran pelayanan haji tahun ini. Mereka terus bekerja memastikan setiap jemaah dapat pulang dengan aman, nyaman, dan tertib hingga tiba kembali di Tanah Air,” kata Ichsan.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga paspor dan dokumen perjalanan, memerhatikan barang bawaan, serta mematuhi aturan penerbangan, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.
“Kami berharap seluruh jemaah tetap menjaga kesehatan selama perjalanan pulang. Yang tidak kalah penting, mari rawat kemabruran haji dengan menghadirkan manfaat bagi sesama, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadi teladan kebaikan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Hingga saat ini, jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Kemenhaj memastikan proses pemulangan akan terus dikawal hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Dari Tanah Suci untuk Negeri, mari membawa pulang nilai dan menebarkan manfaat demi sukses peradaban,” pungkas Ichsan.*
