MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengawal proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci. Berbagai layanan dioptimalkan agar kepulangan jemaah berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan pelayanan pemulangan mencakup seluruh tahapan perjalanan, mulai dari pendampingan di hotel, keberangkatan menuju bandara, pemeriksaan dokumen, penanganan bagasi, hingga proses kedatangan di debarkasi Indonesia.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan terbaik pada setiap tahapan perjalanan pulang sehingga dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Maria Assegaf di Makkah, Rabu (17/6/2026).
Di tengah fase pemulangan, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan, khususnya terkait air zamzam. Jemaah tidak diperbolehkan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin karena ketentuan keamanan penerbangan yang berlaku di Arab Saudi.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh bagasi. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka akan dikeluarkan sehingga berpotensi menghambat proses penanganan bagasi dan keberangkatan,” jelasnya.
Maria menegaskan, jemaah tidak perlu khawatir karena air zamzam telah disiapkan dan akan didistribusikan secara resmi setibanya di Indonesia.
“Kami mengimbau jemaah untuk tidak membawa air zamzam tambahan di dalam koper. Air zamzam sudah disiapkan untuk jemaah dan akan diterima setibanya di Indonesia,” tambahnya.
Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia yang dinilai telah menunjukkan kedisiplinan selama penyelenggaraan ibadah haji, termasuk dalam mematuhi aturan barang bawaan saat proses kepulangan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah tertib mengikuti ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan barang bawaan, termasuk tidak membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin, sangat membantu kelancaran proses pemeriksaan, penanganan bagasi, dan keberangkatan menuju tanah air,” ujarnya.
Menurut Maria, kepatuhan jemaah menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran operasional pemulangan sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Hingga hari ke-57 operasional haji atau hari ke-16 masa pemulangan, sebanyak 266 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dengan jumlah 103.246 jemaah dan 1.062 petugas. Total jemaah dan petugas gelombang pertama yang telah dipulangkan mencapai 104.308 orang.
Sementara dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, sebanyak 15 kloter yang terdiri atas 5.901 jemaah dan 60 petugas telah diterbangkan ke Indonesia. Total kepulangan gelombang kedua mencapai 5.961 orang.
Secara keseluruhan, hingga hari ini sebanyak 275 kloter telah tiba di Indonesia dengan jumlah 106.891 jemaah dan 1.098 petugas. Total yang telah kembali ke tanah air mencapai 107.989 orang.
Di sisi lain, pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 179 kloter dengan total 69.399 orang, terdiri atas 68.683 jemaah dan 716 petugas, telah diberangkatkan menuju Kota Nabi.
Menjelang berakhirnya musim haji, Maria mengajak seluruh jemaah untuk menjaga nilai-nilai kemabruran setelah kembali ke tanah air.
“Haji yang mabrur tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Kemabruran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian kepada sesama, semangat berbagi, akhlak yang baik, serta kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Kemenhaj memastikan akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh jemaah haji Indonesia tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.*
