BOGOR — Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M yang dinilai berjalan baik. Namun, Presiden meminta pemerintah tidak berpuas diri dan terus melakukan perbaikan, mulai dari kualitas layanan hingga upaya mempercepat masa tunggu keberangkatan jemaah.
Pesan tersebut disampaikan saat Presiden menerima Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf bersama pimpinan DPR RI dan anggota Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sekaligus membahas langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji mendatang.
Haji 2026 dinilai lebih baik
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf mengatakan Presiden memberikan apresiasi terhadap berbagai kemajuan yang berhasil dicapai dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Beberapa di antaranya adalah percepatan penerbitan visa, distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas layanan akomodasi dan mobilitas jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan yang dilakukan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia,” ujar Menhaj.
Menurutnya, capaian tersebut diraih meski Kemenhaj baru mulai menjalankan tugas pada September 2025. Berbagai persiapan yang sempat tertinggal dapat dikejar melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan dukungan DPR RI melalui Tim Pengawas Haji.
Salah satu terobosan yang dinilai berdampak besar adalah distribusi kartu Nusuk sejak jemaah masih berada di Indonesia. Kebijakan itu membantu memperlancar layanan di Arab Saudi sekaligus meminimalkan berbagai kendala yang sebelumnya kerap terjadi.
Kontrak multiyears
Selain perbaikan operasional, Kemenhaj juga mulai menerapkan skema kontrak layanan multiyears dengan sejumlah penyedia layanan di Arab Saudi.
Skema ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian bagi mitra penyedia layanan untuk berinvestasi dalam peningkatan fasilitas bagi jemaah Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga memberikan sejumlah arahan terkait peningkatan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.
“Presiden memberikan berbagai masukan agar layanan haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan layanan sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi yang digunakan jemaah Indonesia,” kata Menhaj.
Kampung haji dan masa tunggu
Selain layanan dasar, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian pada pengembangan konsep Kampung Haji yang selama ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.
Menurut Menhaj, konsep tersebut masih akan terus dikaji bersama DPR RI dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi biaya penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari nilai tukar rupiah, biaya avtur, kondisi global, hingga kebijakan Pemerintah Arab Saudi.
Tak kalah penting, Presiden juga menyoroti persoalan masa tunggu haji yang masih panjang di sejumlah daerah.
Meski beberapa wilayah telah mengalami penurunan masa tunggu secara signifikan, Presiden meminta pemerintah terus mencari terobosan agar masyarakat bisa berangkat haji dalam waktu yang lebih cepat.
“Kami terus mencari berbagai skema dan solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat semakin dipercepat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji dalam waktu yang lebih terjangkau,” ujar Menhaj.
Arahan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa transformasi layanan haji belum berhenti. Pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji yang semakin profesional, berkualitas, terjangkau, dan mampu menjawab harapan jutaan calon jemaah Indonesia.*
