MAKKAH — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf turun langsung meninjau kesiapan layanan jemaah haji Indonesia di Arafah menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna. Peninjauan dilakukan untuk memastikan layanan dasar, mulai dari konsumsi, sanitasi, hingga fasilitas pendukung bagi jemaah lansia dan disabilitas siap digunakan saat puncak pergerakan jemaah berlangsung.
Pengecekan dilakukan bersama rombongan Amirul Hajj. Di tengah persiapan yang memasuki fase krusial, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar jemaah benar-benar tersedia dan dapat diakses dengan baik.
“Hari ini kita memeriksa kesiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina, kesiapan makanan, kesiapan toilet, kesiapan klinik-kliniknya kita lihat,” ujar Menhaj, Kamis (21/5/2026).
Salah satu perhatian utama tertuju pada kesiapan logistik makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE). Menhaj bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau langsung gudang penyimpanan makanan yang berisi berbagai menu khas Indonesia, termasuk rendang daging yang disiapkan untuk kebutuhan jemaah selama Armuzna.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas penyimpanan, kebersihan gudang, serta kesiapan distribusi agar makanan tetap layak konsumsi, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Namanya gudang memang tempat penyimpanan makanan, tapi yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” kata Gus Irfan.
Tak hanya soal konsumsi, aspek sanitasi juga menjadi sorotan. Rombongan meninjau kondisi toilet darurat, termasuk ketersediaan air dan kelayakan fasilitas bagi jemaah.
Menurut Menhaj, rasio toilet di Arafah saat ini masih berada pada kisaran satu unit untuk 50 jemaah. Meski belum ideal, fasilitas yang tersedia dipastikan tetap dioptimalkan untuk pelayanan, terutama bagi jemaah lansia.
“Toilet tadi saya tanya memang belum ideal, tapi untuk ukuran Arafah saat ini satu banding lima puluh,” ungkapnya.
Pemerintah juga mulai memikirkan perbaikan layanan jangka panjang. Kemenhaj akan berkoordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi untuk mendorong penambahan fasilitas sanitasi pada musim haji mendatang.
“Kami tadi minta tahun depan kalau masih digunakan, jumlah toiletnya ditambah lagi,” ujarnya.
Peninjauan kemudian berlanjut ke area tenda dan tempat istirahat jemaah. Menhaj, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, hingga tokoh masyarakat Yusuf Hamka bahkan mencoba langsung fasilitas kasur dan ruang istirahat untuk memastikan kenyamanan jemaah.
Rangkaian pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan puncak haji berjalan aman dan nyaman, terutama bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.
“Hari ini dan beberapa hari ke depan, kami akan terus bekerja keras memastikan semua siap,” tandas Menhaj.*
