4 days ago
4 mins read

Cerita dari Tanah Suci: Dua Dekade Menabung di Ember, Tangis Jumariah Pecah di Kota Nabi

Jumariah (70), jemaah haji asal Maros, Sulawesi Selatan, yang jadi ikon Makkah Route. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Tangannya kurus dan mulai keriput. Jalannya pelan, tapi langkahnya mantap. Di sebuah kamar hotel jemaah Indonesia di Madinah, Nenek Jumariah (70) duduk sederhana dengan mukena dan tas kecil yang tak pernah jauh dari genggamannya. Sesekali ia tersenyum malu ketika diajak bicara. Sesekali pula matanya berkaca-kaca.

Tak ada yang menyangka, perempuan lansia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, itu menyimpan kisah panjang tentang kesabaran, kemiskinan, dan mimpi yang dijaga selama hampir dua dekade. Mimpinya cuma satu: pergi ke Tanah Suci. Jumariah tergabung dalam jemaah Kloter UPG 14.

“Kerja sawah,” kata Nenek Jumariah pelan saat ditanya bagaimana perjuangannya mengumpulkan biaya haji.

Kalimat itu sederhana. Tapi di baliknya, ada kehidupan yang dijalani dengan sangat keras. Setiap pagi sekitar pukul enam, ia pergi ke sawah membawa bekal air setengah liter. Mencangkul, membersihkan kebun, bekerja sampai siang, lalu pulang untuk mandi dan makan seadanya sebelum kembali menjalani rutinitas hidup yang sama keesokan harinya.

Dari pekerjaan itulah ia menabung. Sedikit demi sedikit. Kadang Rp 500 ribu dari hasil panen padi. Kadang Rp 700 ribu. Kadang hanya Rp 200 ribu dari membantu mengerjakan kebun orang lain. “Kalau sudah panen padi, saya jual, baru kusimpan,” ujarnya.

Yang membuat banyak orang tercekat bukan cuma jumlah uangnya. Tapi bagaimana cara ia menjaganya. Uang itu tidak disimpan di rekening bank. Tidak pula di lemari. Nenek Jumariah menyimpannya di ember.

Ia menaruh uang-uang itu di ember yang disimpan di bawah tempat tidur, lalu menutupinya dengan kain-kain bekas agar tak diketahui orang lain. “Baru saya tutup kain-kain jelek toh, supaya tidak ada tahu,” tuturnya.

Jumlahnya tidak pernah besar sekaligus. Kadang hanya Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu. Tapi uang-uang kecil itulah yang akhirnya mengantarkannya ke Madinah. Butuh hampir 20 tahun bagi Nenek Jumariah untuk mengumpulkan biaya haji. 

Dan selama itu pula, tabungan hajinya nyaris tidak pernah disentuh. “Kalau sudah kumasukkan di ember, saya tidak ambil,” ujarnya.

Padahal hidupnya jauh dari berkecukupan. Ketika butuh makan, ia memilih memasak daun ubi atau sayur seadanya daripada mengambil uang tabungan haji. “Besok-besok bertelur ayamku, saya ambil. Saya masak telur ayam,” katanya sambil tersenyum kecil.

Pesan orang tua
Di balik keteguhan itu, ada pesan orang tua yang terus menempel di kepalanya. Orang tua Nenek Jumariah juga bekerja sebagai petani. Mereka tak pernah mampu pergi haji. Tapi sebelum meninggal, mereka menitipkan satu pesan yang tidak pernah ia lupakan.

“Kalau kau punya uang Nak, pergi kau naik Tanah Suci. Pergi kau karena saya tidak ada, maka aku pergi (naik haji),” kenangnya.

Kalimat itu terus hidup di dalam dirinya selama puluhan tahun. Maka ketika uangnya dirasa cukup, ia memberanikan diri mendaftar haji pada 2011. Ia bahkan sempat kebingungan bagaimana cara mendaftar hingga akhirnya ditemani seorang teman menuju kantor pendaftaran.

Kini, bertahun-tahun setelah mendaftar, perempuan sederhana yang hidup sendirian di kampung itu benar-benar tiba di Kota Nabi. Namun Madinah justru membuat air matanya lebih mudah jatuh. “Pertama dulu saya ke sini menangis,” katanya.

Saat ditanya kenapa menangis, ia terdiam cukup lama. “Saya ingat orang tuaku,” jawabnya lirih.

Ada jeda panjang setelah kalimat itu keluar. Matanya memerah. Suaranya bergetar. “Kenapa aku ada di sini?” lanjutnya.

Seolah sampai sekarang pun ia masih sulit percaya bisa berdiri di tempat yang dulu hanya hadir dalam doa-doa panjangnya.

Tangis itu kembali pecah ketika ia masuk ke Raudhah. Di tempat yang diyakini sebagai salah satu taman surga itu, Nenek Jumariah lagi-lagi teringat orang tuanya. “Waktu itu masuk ke Raudhah, saya tidak bisa tahan air mataku,” katanya.

Doanya sederhana. Sangat sederhana. Ia tidak meminta rumah besar. Tidak meminta harta. “Aku berdoa supaya saya panjang umur saja. Semoga dikasih ke sini lagi.”

Nenek Jumariah (kanan) rajin membaca al-Quran di kamar hotelnya. (Foto: Chairul Akhmad)

Rajin ke Masjid Nabawi
Di Madinah, Nenek Jumariah dikenal sebagai jemaah yang sangat rajin ke Masjid Nabawi. Ia bahkan berangkat sejak dini hari demi shalat Subuh di masjid. “Kalau Subuh, jam 01.00 pergi,” ujarnya.

Ia biasanya pergi bersama rombongan ibu-ibu lain karena takut tersesat. Nenek Jumariah mengaku tidak bisa membaca, sehingga tidak berani berjalan sendirian di tengah keramaian Kota Madinah. “Nanti mau ke sana orang, saya ke sini,” katanya sambil tertawa kecil.

Meski begitu, soal fisik, ia justru membuat banyak orang kalah. Pendampingnya, Marwati, mengaku sering kewalahan mengikuti langkah Nenek Jumariah. “Dia itu semangatnya melebihi anak-anak muda,” kata Marwati.

Saat menuju Raudhah, Marwati bahkan mengaku sempat ditarik karena langkah Nenek Jumariah terlalu cepat. “Sampai-sampai saya berjalan dengan kencang begitu, bahkan dia lari tarik saya. Lebih duluan dia,” ujarnya sambil tertawa.

Ikon Makkah Route
Ketua Kloter UPG 14, Siti Hawaisyah, mengatakan kisah hidup Nenek Jumariah memang sudah menarik perhatian sejak awal. Karena itulah ia dipilih menjadi salah satu ikon program Makkah Route—layanan istimewa kerja sama pemerintah Arab Saudi dan Indonesia yang mempercepat proses keimigrasian haji. 

“Kriteria kami pilih itu masalah latar belakang kehidupannya. Cerita unik kehidupannya,” jelas Siti.

Tim Makkah Route bahkan datang langsung ke rumah Nenek Jumariah di Maros untuk melihat sendiri kehidupan perempuan lansia itu. Rumah sederhana di dekat sawah. Hidup sendiri. Ponsel jadul yang hanya bisa dipakai menelepon. Tapi semangat hidup yang luar biasa.

Menurut Siti, Nenek Jumariah termasuk jemaah paling disiplin selama masa manasik. Ia tercatat mengikuti lebih dari 80 kali pertemuan tanpa pernah absen. “Tidak pernah alfa,” kata Siti.

Bahkan saat banyak jemaah lain mengeluh lelah, Nenek Jumariah tetap datang meski harus dibonceng motor oleh kerabatnya. Kesehatannya pun nyaris tanpa catatan penyakit.

“Dia tidak punya merah (tanda kesehatan jemaah di kartu jemaah haji), berarti dia sehat,” kata salah satu jemaah sambil menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Kini, setiap kali duduk di pelataran Masjid Nabawi, Nenek Jumariah selalu terlihat tenang. Ia menyebut Madinah seperti rumah sendiri. “Baik kurasa di sini. Tenang saja,” ujarnya.

Di usianya yang tak lagi muda, setelah hidup dalam keterbatasan dan menunggu selama puluhan tahun, Nenek Jumariah akhirnya sampai di tempat yang dulu hanya bisa ia bayangkan.

Dan mungkin, di antara jutaan jemaah dari seluruh dunia, ada satu hal yang membuat perjalanan perempuan tua dari Maros ini terasa begitu istimewa: ia datang bukan karena hidupnya mudah. 

Ia datang karena tidak pernah menyerah menjaga mimpi kecilnya. Meski hanya dimulai dari recehan yang disimpan diam-diam di dalam ember tua, di bawah tempat tidur rumah sederhananya.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pola Mahjong Ways 2
Ritme Permainan Gameplay
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjong Ways
Mahjong Ways
Scatter Besar di Mahjong Ways
Mahjong Ways
RTP PGSOFT Mahjong Ways
Slot Online Gacor Hari Ini
Strategi Slot Online Modern
Strategi Slot Online
Tips Main Slot Online
Gameplay Slot Online
Konsolidasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online sebagai Telaah Kinerja Teknis dan Aktivitas Harian
Eksperimental Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online pada Perubahan Ritme dan Interaksi Visual Harian
Rekonsiliasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Beban Akses dan Ritme Teknis
Periodisasi Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online lewat Observasi Distribusi Elemen dan Stabilitas Visual Sesi
Prospektif Ritme Scatter Mahjongways Kasino Online untuk Membaca Perubahan Simbol dan Respons Harian
Teknik Membaca Perubahan Pola dari “Panas” ke “Dingin” Sebelum Modal Habis di Mahjong Ways
Cara Menentukan Momen Rehat yang Tepat Saat Pola Mulai Kehilangan Arah di Mahjong Ways
Teknik Membaca Pola “Pancingan Kecil” yang Kerap Muncul Sebelum Kombinasi Besar di Mahjong Ways
Strategi Mengatur Ritme Spin Saat Pola Permainan Mulai Terlihat Tidak Stabil di Mahjong Ways
Analisis Kuantitatif Fase Scatter Mahjongways Kasino Online Awal Bulan pada Struktur Simbol Permainan
Evaluasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online dalam Membaca Kinerja Teknis dan Aktivitas Harian
Eksperimen Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online terhadap Pergeseran Ritme dan Interaksi Visual Harian
Telaah Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online dari Beban Akses hingga Pergerakan Ritme Teknis
Pemetaan Fase Scatter Mahjongways Kasino Online melalui Distribusi Elemen dan Kestabilan Visual Sesi
Pembacaan Prospektif Ritme Scatter Mahjongways Kasino Online terhadap Perubahan Simbol dan Respons Harian
Panduan Membaca Peralihan Pola “Dingin” menuju “Panas” Sebelum Modal Menipis di Mahjong Ways
Langkah Menentukan Jeda Bermain yang Pas Saat Arah Pola Mulai Kabur di Mahjong Ways
Cara Mengenali Sinyal “Pancingan Kecil” sebelum Kombinasi Besar Muncul di Mahjong Ways
Taktik Menjaga Ritme Spin Ketika Alur Permainan Mulai Goyah di Mahjong Ways
Kajian Kuantitatif Fase Scatter Mahjongways Kasino Online Awal Bulan pada Susunan Simbol Permainan
Premis Dasar Strategi Pemula Mahjongways Kasino Online dalam Analisis Transisi Fase Permainan
Orientasi Ritme Bermain Pemula Mahjongways Kasino Online melalui Kajian Interaksi Visual Harian
Taktik Visualisasi Data untuk Membaca Waktu Bermain yang Lebih Tepat dan Terarah
Rekontekstualisasi Retrieval Informasi Mahjong Ways 2 dalam Sistem Relevansi Dinamis yang Adaptif
Keberlanjutan Mahjongways Kasino Online lewat Kajian Aktivitas Harian dan Stabilitas Interaksi Sistem
Panduan Fungsional Mahjong Wins 2 serta Observasi Keamanan Jaringan Sugar Rush 1000 Berbasis RTP Modern
Faktor Utama Stabilitas Pola dan Optimalisasi Keputusan dalam Sesi Permainan
Trik Slot Online Cerdas untuk Menjaga Performa Bermain Lebih Konsisten
Slot Online dengan Pola Analisa Akurat untuk Membaca Hasil Lebih Stabil
Trik Slot Online Modern agar Keseimbangan Bermain Terasa Lebih Baik
RTP PGSOFT Hari Ini Membaca Ritme Baru Mahjong Ways, Struktur Gameplay Makin Adaptif
Ketika Struktur Mahjong Ways di PGSOFT Hari Ini Makin Terbaca, Ritme Gameplay Terasa Mengalir
Sintesis Sesi Pemula Mahjongways Kasino Online dalam Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas
Psikologi Pemain Mahjong Menguak Cara Baru Merancang Strategi Lebih Matang dan Terarah
Keberlanjutan Mahjongways Kasino Online dalam Kajian Aktivitas Harian serta Stabilitas Interaksi Sistem
Pola Pengelolaan Waktu dan Fokus Saat PGSOFT serta RTP Live Makin Konsisten
Membongkar Pola Slot Online dan Strategi yang Masih Jarang Dipahami Publik
Strategi Slot Online untuk Pengalaman Bermain Lebih Nyaman dalam Jangka Panjang
Tak Disangka, Teknik Sederhana Slot Online Ini Bisa Terbaca Sangat Presisi
Starlight Princess Hadirkan Cahaya Berpendar lewat Konsep Artistik yang Lebih Modern
Go toTop

Jangan Lewatkan

Soal Jemur Pakaian Jemaah di Rooftop, PPIH Makkah Buka Suara

MAKKAH — Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji, urusan sederhana

Kemenhaj Evaluasi Dapur Haji, Menu Nusantara Jadi Perhatian

MADINAH — Kementerian Haji dan Umrah RI mulai memperketat pengawasan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88