MAKKAH — Hari-hari awal kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah langsung dihadapkan pada dinamika lapangan, terutama terkait akses menuju Masjidil Haram. Petugas mengingatkan adanya pembatasan transportasi yang perlu diperhatikan jemaah, khususnya menjelang pelaksanaan salat Jumat pertama.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan akses menuju Masjidil Haram tidak sepenuhnya bebas, terutama pada jam-jam tertentu.
“Tanggal 1 Mei ini untuk para jemaah yang baru datang. Yang pertama, ada aturan bahwa akses ataupun transportasi yang akan mengarah ke Masjidil Haram itu dibatasi. Kalau tidak salah sampai pukul 09.00,” kata Ihsan, Jumat (1/5/2026).
Karena itu, lanjut dia, jemaah diminta mempertimbangkan waktu keberangkatan jika ingin melaksanakan shalat berjamaah di Masjidil Haram.
“Jadi kalau misalkan mau berniat shalat di Masjidil Haram dan memakai akses transportasi, maka diusahakan sebelum jam itu,” pesan Ihsan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas juga mendorong percepatan pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah yang baru tiba. Sebab, ada tanjuran bagi jemaah yang datang kemarin, melaksanakan umrah wajib hari ini.
“Sengaja kita memberikan sedikit pertimbanganlah untuk pelaksanaan umrahnya itu. Dipercepat jadi jam 06.00,” kata Ihsan.
Langkah ini, menurut dia, terbukti efektif. Mayoritas jemaah dapat menyelesaikan umrah sebelum akses transportasi menuju Masjidil Haram dibatasi.
Di tengah pengaturan teknis tersebut, semangat ibadah jemaah tetap tinggi. Salah satunya dirasakan Asikin, jemaah asal Tegal dari Kloter SOC 1, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.
“Perasaannya nikmat dan segar. Alhamdulillah, akhirnya bisa sampai di sini,” tuturnya saat ditemui di Masjidil Haram.
Baginya, perjalanan haji adalah panggilan ibadah yang telah lama dinantikan. Asikin mengaku telah menunggu selama lebih dari satu dekade untuk berangkat haji bersama istrinya. Doa sederhana namun penuh makna menjadi harapannya di Tanah Suci.
“Mau doa, pertama saya ibadah minta diterima dengan Allah, haji yang mabrur. Dan kedua, semua teman-teman saya semoga dibarengin selamat dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Pengaturan akses dan imbauan petugas menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran ibadah di tengah padatnya aktivitas jemaah di Masjidil Haram, terutama pada fase awal kedatangan.*
