2 hours ago
1 min read

Mufti Tunisia Kunjungi Paviliun Indonesia, Tegaskan Kedekatan Historis Dua Negara

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi. (Foto: KBRI Tunis)

TUNIS — Kehadiran Indonesia sebagai Tamu Kehormatan dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 tak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga tokoh-tokoh penting dunia Islam. Mufti Tunisia, Syekh Hisyam bin Mahmud, yang juga Imam Besar Masjid Zaitunah, secara langsung mengunjungi Paviliun Indonesia, Selasa (29/4/2026).

Kunjungan ini menjadi simbol kuat relasi historis Indonesia–Tunisia yang telah terjalin lama, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam percaturan intelektual dunia Islam.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai momen ini sebagai penguatan hubungan bilateral kedua negara.

“Sebelum kunjungan ke Paviliun Indonesia, Mufti Tunisia menyampaikan ucapan selamat secara langsung, karena Indonesia menjadi Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40. Hari ini, Yang Mulia Mufti Tunisia melihat dan mengunjungi langsung Paviliun Indonesia,” ujar Zuhairi.

“Tentu saja, kami sangat senang dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Kami sampaikan hubungan bilateral Indonesia-Tunisia yang sangat kokoh dan bersejarah. Ada 40.000 pengunjung ke Paviliun Indonesia, hingga hari ke-6 pameran,” sambung duta besar lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Tak sekadar seremoni, Paviliun Indonesia juga menjadi etalase pemikiran Islam Nusantara yang selama ini berkembang dinamis dan produktif. Ragam karya ulama hingga mahasiswa Indonesia diperkenalkan kepada publik Tunisia.

“Kami mengenalkan buku-buku yang ditulis para ulama Nusantara dalam bahasa Arab. Para ulama Nusantara tidak hanya saja belajar di Timur-Tengah, tetapi mereka juga menulis karya-karya besar dan diajarkan di kawasan ini hingga saat ini,” jelas Zuhairi.

“Para ulama Nusantara menulis kitab-kitab tafsir, hadis, tasawuf, dan sejarah. Selain itu, kami juga mengenalkan karya-karya para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Tunisia, termasuk hasil karya tesis dan tesis,” ia menambahkan.

Selama kunjungan, Mufti Tunisia juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pengunjung, khususnya pelajar yang memadati area pameran. Kehadirannya menambah antusiasme publik terhadap Paviliun Indonesia yang sejak awal menjadi salah satu magnet utama dalam ajang internasional tersebut.

Dengan tema “Indonesia Tunisia Sahabat”, partisipasi Indonesia dalam pameran ini bukan sekadar diplomasi budaya, melainkan juga upaya memperkuat jejaring intelektual dan peradaban antara dua negara yang memiliki akar sejarah keilmuan Islam yang kuat.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

KBRI Tunis Angkat Diplomasi sebagai Seni Dialog

TUNIS — Diplomasi tak selalu hadir dalam ruang formal yang

Indonesia Tunisia Perkuat Diplomasi Buku

TUNIS — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis menggelar diskusi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88