JAKARTA — Pemerintah menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki fase krusial dengan layanan jemaah di Madinah yang terus berjalan tertib. Hingga hari ke-7 operasional haji, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah Indonesia terpantau lancar meski sempat diwarnai sejumlah kendala teknis penerbangan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dalam keterangan resminya, Senin (27/4/2026).
“Hari ini, Senin 27 April 2026, kita telah memasuki hari ke-7 Masa Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, 1447 Hijriah, 2026 Masehi,” ujar Maria.
Berdasarkan data hingga Minggu pukul 24.00 WIB, sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) dengan total 34.657 jemaah telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia. Dari jumlah itu, 78 kloter atau 30.611 jemaah telah tiba di Madinah.
“Setibanya di bandara, jemaah langsung mendapatkan layanan dari petugas dan diarahkan menuju hotel. Pemerintah juga memprioritaskan layanan bagi jemaah lanjut usia, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” jelas Maria.

Di sektor kesehatan, lanjut dia, petugas disiagakan di berbagai titik mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, tercatat 906 jemaah menjalani rawat jalan, 25 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 30 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sementara itu, 24 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Selain layanan kesehatan, distribusi konsumsi juga berjalan masif. Sebanyak 213.967 boks makanan telah disalurkan kepada 29.834 jemaah, didukung oleh 23 dapur yang beroperasi di Madinah,” ungkap Maria.
Untuk akomodasi, sebanyak 29.925 jemaah telah menempati 38 hotel dari total 100 hotel yang disiapkan. Seluruh hotel berada di kawasan Markaziah, area yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi. Karena jarak yang dekat, pemerintah mengimbau jemaah untuk memaksimalkan waktu ibadah di masjid.
“Karena di Madinah lokasi hotel ini relatif dekat dengan Masjid Nabawi, jadi kami himbau kepada jumlah ah untuk tidak terburu-buru kembali ke hotel setelah sholat, melainkan memanfaatkan waktu untuk bersikir dan beribadah di masjid,” kata Maria.
Pentingnya kartu nusuk
Jemaah juga diminta untuk selalu membawa kartu Nusuk sebagai identitas utama selama di Tanah Suci. “Jangan tinggalkan kartu nusuk dari diri Anda, karena kartu nusuk sebagai nyawa kedua bagi jemaah,” pesannya.
Di tengah kelancaran operasional, pemerintah mencatat adanya dua kendala teknis penerbangan. Pada 26 April 2026, pesawat Saudi Airlines rute Surabaya–Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Kualanamu akibat gangguan sistem hidrolik. Sebanyak 380 jemaah telah difasilitasi akomodasi di sekitar bandara.
Kendala serupa terjadi pada 27 April 2026, saat pesawat Saudi Airlines yang mengangkut jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 mengalami gangguan sistem flight control di Bandara Hang Nadim Batam.
Saat ini, perbaikan masih berlangsung sambil menunggu suku cadang, sementara jemaah ditempatkan di lima hotel dengan pendampingan petugas. Pemerintah menegaskan keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan itu, Maria juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada jemaah.
“Fokus utama jemaah adalah beribadah. Berikan kesempatan kepada jemaah untuk bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan tenang dan mempersiapkan kondisi fisiknya agar tetap bugar menghadapi puncak haji,” ia menegaskan.

Pemerintah juga meminta jemaah untuk melaporkan jika menemukan pungutan liar. Selain itu, sejumlah imbauan disampaikan untuk menjaga ketertiban di Masjid Nabawi, di antaranya larangan live streaming, penggunaan alat fotografi profesional, membawa perangkat suara, hingga berkerumun dan membuat kegaduhan.
Jemaah juga diingatkan untuk tidak membawa atribut kelompok, tidak merokok, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak mengambil barang temuan tanpa melapor.
“Untuk menghindari terpisah dari rombongan, jemaah diminta mengingat pintu masuk masjid, menghafal nama hotel, selalu membawa identitas, dan bepergian secara berkelompok,” tandas Maria.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar dengan dukungan kedisiplinan jemaah dan kesiapan petugas di lapangan.*
