18 hours ago
1 min read

Jaga Ketertiban di Nabawi, Seksus Siaga Tangani Jemaah 

Masjid Nabawi Madinah, Arab Saudi. (Foto: Chairul Akmad)

MADINAH — Sektor Khusus (Seksus) Nabawi memegang peran krusial dalam memastikan kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia di kawasan Masjid Nabawi, Madinah. Tak hanya membantu akses masuk ke area masjid, petugas juga menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai persoalan yang dialami jemaah.

Kepala Seksus Nabawi, M Thoriq, menjelaskan bahwa timnya tersebar di lima pos di dalam area masjid. Mereka bertugas memberikan layanan langsung kepada jemaah, mulai dari membantu yang terpisah rombongan hingga menangani kasus kehilangan barang.

“Yang pertama kita melayani jemaah yang beribadah di area Masjid Nabawi, juga kita membantu proses jemaah untuk masuk Raudah, dan kita terdiri dari lima pos di dalam area masjid sendiri,” ujar Thoriq, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, Seksus Nabawi pada dasarnya hadir sebagai unit respons cepat bagi jemaah Indonesia yang mengalami kendala selama berada di kawasan masjid.

Namun di lapangan, persoalan yang kerap muncul bukan hanya soal teknis, melainkan juga pelanggaran aturan yang berlaku di Masjid Nabawi. Thoriq mengingatkan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap regulasi yang ditetapkan otoritas Arab Saudi.

“Yang kita harapkan adalah jemaah juga mematuhi peraturan di Masjid Nabawi, supaya tidak berurusan dengan aparat keamanan Saudi setempat,” imbaunya.

Ia merinci sejumlah larangan yang sering dilanggar jemaah, seperti melakukan siaran langsung di media sosial, membuat video untuk kepentingan komersial, hingga mendokumentasikan evakuasi medis atau jenazah. 

Selain itu, aktivitas seperti meneriakkan yel-yel, membawa pengeras suara, hingga mengibarkan bendera atau atribut kelompok juga tidak diperkenankan.

“Bahkan membawa bendera atau atribut apa pun, apakah parpol, ormas, atau sekadar bendera kloter, sebaiknya dihindari. Kemudian juga tidak merokok di area masjid,” tegasnya.

Khusus bagi awak media, Thoriq juga mengingatkan agar tidak melakukan live streaming di dalam area masjid. Jika diperlukan, aktivitas tersebut diminta dilakukan di luar pagar Masjid Nabawi.

Terkait sanksi, Thoriq menyebut pendekatan yang digunakan aparat Saudi saat ini masih bersifat edukatif.

“Tentu saja yang bersangkutan akan dimintai keterangan, lalu kemudian menandatangani pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelanggaran berat tetap berpotensi berujung pada proses hukum.

“Kalau pelanggaran-pelanggaran itu yang sifatnya prinsip dan cukup fatal, tentu akan ada tindakan lebih lanjut, mungkin berlanjut ke proses hukum,” ujarnya.

Adapun kategori pelanggaran berat, lanjut Thoriq, mencakup tindakan yang menimbulkan kegaduhan berlebihan, perkelahian, hingga perbuatan asusila di area masjid.

Dengan berbagai potensi persoalan tersebut, Seksus Nabawi menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu jemaah, sekaligus mengingatkan pentingnya disiplin agar ibadah di Tanah Suci berjalan tertib dan khusyuk.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Cerita dari Tanah Suci: Ketika Seorang Wali Kota Memilih Menjadi Jemaah Biasa

MADINAH — Di antara ribuan jemaah yang datang dari berbagai

Sektor Terluar, Tapi Cuma 500 Meter dari Nabawi

MADINAH — Sektor 5 kerap disebut sebagai wilayah terluar dalam
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88