4 months ago
2 mins read

Cerita dari Tanah Suci: Ketika Seorang Wali Kota Memilih Menjadi Jemaah Biasa

Walikota Batu, Malang, Nurochman. (Foto: MCH 2026)

MADINAH — Di antara ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia, tak ada yang benar-benar tampak istimewa. Semua mengenakan pakaian sederhana, berjalan dalam arus yang sama, dan membawa harapan yang serupa. 

Di tengah kerumunan jemaah itu, ada satu sosok yang di tanah air dikenal sebagai kepala daerah: Wali Kota Batu, Malang, Nurochman. Di Tanah Suci, identitas itu seperti sengaja ia lepaskan. Ia tidak datang sebagai pejabat, sebagai jemaah biasa.

Perjalanan ini sudah ia tunggu lama. Empat belas tahun, sejak mendaftar pada 2012—jauh sebelum ia duduk di kursi kekuasaan.

“Daftar 2012, lama banget, 14 tahun. Itu sebelum saya terpilih di DPRD,” kata Nurochman, mengenang awal perjalanan yang akhirnya membawanya ke Madinah.

Tak ada persiapan yang berlebihan. Tidak ada pelatih khusus atau program intensif. Ia hanya menjaga tubuhnya tetap bugar, seperti rutinitas yang sudah biasa ia jalani.

“Kalau persiapan secara khusus, hanya olahraga. Kebetulan saya aktif tenis, itu saja,” ujarnya.

Barangkali yang paling mencolok justru bukan apa yang ia lakukan, melainkan apa yang ia tolak: keistimewaan.

Sejak awal, ia sudah menegaskan posisinya. Bahkan saat manasik di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, ia memilih berbicara sebagai sesama jemaah, bukan sebagai wali kota.

“Saya di sini posisinya adalah jemaah seperti panjenengan (Anda) semua, jadi tidak ada fasilitas khusus. Hotel saya sama dengan sampeyan, pesawat saya sama, semuanya sama. Karena saya haji reguler,” ia menegaskan.

Pilihan itu ia jalani sepenuhnya. Satu kamar diisi lima orang. Orang-orang yang sebelumnya tidak ia kenal. Dalam ruang sempit itu, sekat-sekat sosial perlahan runtuh, meski awalnya sempat ada kecanggungan.

Ia menyadari itu. Dan ia yang lebih dulu mencairkan suasana. “Sudah, kita bebas saja, kita sama-sama jemaah di sini. Tidak ada perbedaan apa pun!”

Di titik itu, jabatan seperti kehilangan makna. Yang tersisa hanya identitas paling dasar: seorang hamba.

Catatan perjalanan
Di luar urusan pribadi, ia juga menyaksikan bagaimana sistem penyelenggaraan haji bekerja. Proses yang ia lalui—dari asrama, bandara, hingga tiba di Madinah—terasa ringkas. Fast track membuat banyak tahapan menjadi lebih cepat, lebih sederhana.

“Dari asrama sudah diverifikasi, lalu langsung ke bandara. Begitu mendarat, imigrasi juga cepat. Jadi memang terasa sekali kemudahannya,” tuturnya.

Ia tahu, sebagian orang mungkin akan mengaitkan kelancaran itu dengan jabatannya. Tapi ia menolak anggapan itu.

“Bukan karena wali kota. Yang lain juga merasakan. Ini memang karena kinerja tim yang sudah terkoordinasi dengan baik,” tegas Nurochman.

Meski begitu, perjalanan panjang tetap menyisakan catatan kecil. Transit penerbangan membuat durasi terasa lebih lama dari yang seharusnya.

“Kemarin transit di Medan, jadi durasinya lumayan panjang. Harapannya ke depan bisa direct flight, biar lebih nyaman,” harapnya.

Hal-hal sederhana seperti makanan pun tak luput dari perhatiannya. Rasa Indonesia tetap hadir, meski variasinya belum selalu konsisten.

“Rasa Nusantaranya dapat, tapi item-nya masih standar. Kadang ada tambahan seperti puding atau susu, tapi tidak setiap hari,” ungkapnya.

Namun pada akhirnya, perjalanan ini bukan tentang fasilitas, bukan tentang kenyamanan, dan tentu bukan tentang jabatan. Ini tentang doa. Doa yang sederhana, tapi penuh makna.

“Doanya ya haji mabrur. Mampu memimpin Batu dengan baik, selamat, amanah,” ungkapnya.

Dan dari Tanah Suci, ia mengirim satu pesan pulang—bukan sebagai wali kota, melainkan sebagai seorang yang sedang belajar tentang kesetaraan dan kebersamaan.

“Semoga tetap rukun, guyup, harmonis antara umat beragama. Itu yang harus kita pertahankan dan terus kita perbaiki,” pungkasnya.

Di Madinah, di antara jutaan langkah yang serupa, seorang wali kota memilih untuk tidak berbeda.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88