16 hours ago
2 mins read

Terminal Hijrah Madinah Jadi Simpul Transportasi Jemaah

Terminal Hijrah, pintu masuk jemaah dari Makkah ke Madinah. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Terminal Hijrah di Madinah menjadi titik krusial pergerakan jemaah haji Indonesia, khususnya saat arus dari Makkah menuju Madinah. Di lokasi ini, seluruh bus yang membawa jemaah diwajibkan transit untuk proses pengecekan sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel masing-masing.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Muslih, menjelaskan bahwa terminal ini berfungsi sebagai pusat kontrol armada yang melayani pergerakan jemaah antar kota.

“Hari ini kita berada di Terminal Hijrah, yaitu terminal transit. Ketika jemaah datang dari Makkah menuju Madinah, di sinilah pusat bus-bus yang akan melayani mereka sebelum masuk ke kota Madinah,” kata Muslih, Jumat (24/4/2026).

Ribuan bus disiapkan
Pemerintah Indonesia menggandeng sedikitnya 15 perusahaan transportasi untuk melayani mobilitas jemaah haji, baik antar kota maupun layanan pendukung lainnya.

Pemerintah Indonesia sudah meneken kontrak dengan 15 perusahaan untuk melayani transportasi jemaah. Secara keseluruhan, jumlah armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 unit bus untuk satu rute layanan.

Salah satu syarikah (perusahaan) yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam urusan transportasi jemaah di Tanah Suci adalah Rawahel Mashaer Co. Syarikah ini telah bekerja sama cukup lama dengan pemerintah Indonesia. 

Kerja sama dengan Rawahel terus berlanjut karena Syarikah ini cukup kompeten dan memiliki armada bus terbaru. Sebab, pemerintah Indonesia ini menetapkan standar yang cukup tinggi dalam pengelolaan transportasi jemaah.

Muslih menegaskan, standar armada yang digunakan tetap mengacu pada batas usia maksimal kendaraan. “Kita membatasi usia bus maksimal lima tahun. Jadi kalau sekarang 2026, berarti paling tua produksi 2021,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, terjadi peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Bus milik Rawahel kini dilengkapi kursi yang lebih empuk, pendingin udara lebih dingin, hingga port pengisian daya yang lebih lengkap.

“Sekarang sudah ada USB dan type-C. Bahkan toilet juga lebih nyaman. Faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Kapasitas dibatasi demi kenyamanan
Meski kapasitas bus bervariasi antara 45 hingga 49 kursi, pemerintah menetapkan batas maksimal penumpang. Pemerintah membatasi satu bus mengangkut maksimal 42 orang agar jemaah lebih nyaman. Kebijakan ini diambil untuk memastikan jemaah dapat beristirahat dengan baik selama perjalanan dan tetap menjaga kondisi fisik.

Setiap bus dari Makkah yang memasuki Madinah wajib berhenti di Terminal Hijrah untuk proses pemeriksaan. Kementerian Haji Saudi dan pihak terkait melakukan pengecekan dokumen jemaah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Madinah. Walau begitu, jemaah tidak perlu turun dari kendaraan.

“Jemaah tetap di dalam bus. Prosesnya sekitar 30 menit, setelah itu bus yang sama langsung melanjutkan ke hotel di Madinah,” jelas Muslih.

Perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah dilakukan secara bertahap, terutama untuk jemaah gelombang kedua setelah puncak haji. Proses pendorongan jemaah dari Makkah ke Madinah berlangsung sekitar 12 hari. 

Muslih menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, sektor transportasi menjadi salah satu layanan dengan tingkat kepuasan tertinggi dari jemaah.

“Transportasi mendapatkan nilai yang cukup baik, bahkan tertinggi dibanding layanan lainnya. Kita akan terus pertahankan bahkan tingkatkan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan peningkatan kualitas armada dan layanan, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.

“Tujuannya jelas, agar jemaah merasa aman dan nyaman, sehingga bisa beribadah secara maksimal,” tutupnya.

Jemaah Indonesia tertib dan minim kendala
Sementara itu, General Manager Rawahel Madinah, Hilal Husein Andijani, menilai jemaah Indonesia sebagai salah satu yang paling tertib.

“Jemaah Indonesia sangat rapi dan disiplin dalam jadwal keberangkatan, sehingga memudahkan operasional,” ujarnya.

Ia juga menyebut kerja sama dengan Indonesia telah terjalin cukup lama, yakni sekitar 11 tahun, tanpa kendala berarti. “Selama ini tidak ada masalah yang signifikan,” katanya.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Strategi ‘Markaziyah’ agar Ibadah Lebih Dekat ke Nabawi

MADINAH — Di balik keputusan penempatan hotel jemaah haji Indonesia

Negara Hadir dari Pintu Bus hingga Kamar

MADINAH — Di tengah arus kedatangan jemaah haji Indonesia, ada
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88