5 months ago
2 mins read

Standar Ketat Konsumsi Jemaah di Madinah

Petugas konsumsi Daker Madinah melakukan pemeriksaan dapur di salah satu perusahaan katering di Madinah. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah dipastikan berjalan maksimal tahun ini. Pemerintah menyiapkan skema layanan makan sebanyak 27 kali selama masa tinggal sekitar sembilan hari, dengan menu khas Indonesia dan pengawasan berlapis untuk menjamin kualitas.

Kasie Konsumsi Daker Madinah, Beny Darmawan, menegaskan seluruh jemaah akan mendapatkan tiga kali makan setiap hari dengan cita rasa yang dijaga tetap autentik.

“Untuk tahun ini insya Sllah Jemaah Indonesia selama di Madinah akan mendapatkan layanan konsumsi sebanyak 27 kali, yaitu makan sehari tiga kali karena masa tinggal di Jemaah di Madinah ini kurang lebih sembilan hari,” ujarnya saat berkunjung ke salah satu perusahaan katering bernama Meez Mary—yang melayani jemaah haji di Madinah, Minggu (19/4/2026).

“Insya Allah, jemaah akan mendapatkan makanan dengan menu dan cita rasa Indonesia. Karena tahun ini bumbu yang digunakan adalah bumbu pasta yang berasa dari Indonesia. Untuk memperoleh cita rasa Indonesia, salah satunya lagi adalah resep dan juru masaknya juga berasa dari Indonesia,” lanjut Beny.

Sebanyak 23 dapur telah diseleksi untuk melayani kebutuhan konsumsi jemaah. Setiap dapur diwajibkan memiliki standar tenaga kerja yang ketat guna menjamin kualitas masakan.

“Kita mewajibkan setiap dapur mempunyai chef (juru masak) minimal dua chef utama dan 4 asisten. Khusus untuk jemaah lanjut usia (lansia), pemerintah juga menyiapkan fleksibilitas menu agar lebih mudah dikonsumsi tanpa mengurangi nilai gizi,” sambung Beny.

Layanan konsumsi tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kesiapan logistik. Beny memastikan seluruh dapur telah siap dari sisi bahan baku hingga tenaga kerja jauh sebelum operasional haji dimulai.

“Kami dari bagian layanan konsumsi sudah mengecek dari 23 dapur. Bagaimana kesiapan layanannya, bahan bakunya, dan juru masaknya. Sepuluh hari menjelang operasional haji, semua sudah siap,” kata Beny.

Pengawasan kualitas makanan
Pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat dan berlapis untuk mencegah potensi keluhan, mulai dari keterlambatan hingga makanan tidak layak konsumsi. Sistem kontrol dilakukan dari dapur hingga titik distribusi.

“Kami melakukan pengawasan secara berlipat ganda, mulai dari mengecek makanannya, maupun pengawasan sampel makanan yang diproduksi nanti,” ujar Beny. 

Ia menambahkan, setiap sampel yang diproduksi akan dicek di tiga lokasi. Yakni di dapur, di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta di sektor tempat jemaah menginap. Setiap titik distribusi diawasi oleh petugas konsumsi untuk memastikan makanan diterima dalam kondisi layak.

Standarisasi rasa juga diperkuat melalui penggunaan 23 jenis bumbu yang telah dikemas dalam bentuk pasta, sehingga konsistensi rasa antardapur tetap terjaga.

Sementara itu, Pengawas Katering dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Nova MH, menjelaskan bahwa sistem pengawasan dilakukan dalam tiga tahap utama: produksi, distribusi, dan penyajian, pada saat makan pagi, makan siang, dan makan malam. 

“Untuk makan pagi, kami berkunjung ke dapur mulai pukul 00.00 hingga pukul 04.00. Untuk pengecekan makan siang, kami mengecek pukul 06.00 hingga pukul 09.00. Sementara untuk makan malam, kami mengecek pukul 12.00 hingga pukul 15.00,” tutur Nova.

Ia menambahkan, yang pertama kali dicek adalah di dapur tempat penyimpanan bahan makanan. Pemeriksaan mencakup bahan baku segar seperti daging, ayam, dan ikan, hingga bahan kering seperti bumbu. Semua dipastikan dalam kondisi layak dan tidak rusak sebelum diproses.

“Ini kami cek tiap hari untuk memastikan kesegarannya. Kami cek juga penyimpanan groceries atau bahan keringnya, terutama bumbu. Kami pastikan bumbu tersebut tidak ada kerusakan,” tegasnya.

Standar kebutuhan jemaah
Tak hanya itu, proses produksi hingga pengemasan juga diawasi ketat agar sesuai standar porsi dan kualitas yang ditetapkan pemerintah.

Standar keamanan pangan juga menjadi perhatian utama, termasuk menjaga suhu makanan tetap berada di kisaran aman hingga diterima jemaah.

“Kami pastikan suhu tersebut di angka 60-70 derajat, dan tekstur makanannya tidak sampai bercampur dengan makanan lain di dalam tempat makanan tersebut,” lanjut Nova. 

Selain keamanan, aspek gizi juga diperhitungkan secara detail. Setiap porsi telah disesuaikan dengan standar kebutuhan jemaah, mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayuran.

Pengawasan higienitas dilakukan secara ketat di seluruh proses produksi, dengan kewajiban penggunaan perlengkapan seperti hair net, sarung tangan, dan masker oleh seluruh petugas dapur.

Dengan melibatkan 23 perusahaan katering di Madinah, pemerintah memastikan layanan konsumsi jemaah berjalan sesuai standar, aman, dan tetap menghadirkan rasa khas Indonesia di Tanah Suci.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88