MADINAH — Menjelang kedatangan perdana jemaah haji Indonesia 2026, jajaran Daerah Kerja (Daker) Bandara memperkuat koordinasi. Posisi bandara sebagai pintu masuk utama ke Arab Saudi membuat peran petugas menjadi krusial dalam membangun kesan pertama bagi jemaah.
Kepala Daker Bandara Abdul Basyir menegaskan, layanan di titik awal kedatangan harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah yang baru tiba di Tanah Suci.
“Petugas bandara itu kan kita harus bisa memberikan kesan pertama yang terbaik pada jemaah. Sebaik-baiknya kita memberikan layanan kepada jemaah, seramah mungkin kepada jemaah,” Basyir dalam rapat koordinasi bersama personel Daker Bandara di Arab Saudi, Minggu (19/4/2026).
“Karena jemaah pertama kali melihat kita, kalau ada banyak petugas itu mereka kan pasti akan tenang. ‘Oh, ada petugas dari Indonesia juga ternyata di sini’, itu akan menenangkan buat mereka,” sambungnya.
Ia menekankan pentingnya penguasaan tugas dan fungsi (tusi) bagi seluruh petugas, baik dari unsur PPIH Arab Saudi maupun tenaga pendukung seperti petugas mukimin dan mahasiswa.
“Meskipun kemarin saat pelatihan sudah dibahas semuanya ya, tapi ini kan sambil mengetahui kondisi asli di lapangan seperti apa supaya nanti ada gambaran-gambaran tugas yang lebih jelas,” ucapnya.
Selain kesiapan internal, petugas juga diingatkan untuk mematuhi aturan ketat di area bandara Arab Saudi yang termasuk dalam kawasan terbatas.
“Ya prinsipnya kita patuh dengan aturan Arab Saudi saja. Beberapa hal yang memang dilarang ya kita sebaiknya untuk benar-benar tidak melakukannya. Misalkan, masalah foto-foto di berbagai area, kalau memang itu dilarang ya sebaiknya kita tidak foto-foto di tempat tersebut,” sebutnya.
Dalam pelayanan, kecepatan respons menjadi kunci, terutama melihat kondisi fisik jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang.
“Utamakan kondisi jemaah seperti apa. Kalau memang jemaah posisinya sudah terlalu lelah yang butuh segera beristirahat, ya kita usahakan jemaah itu segera beristirahat dulu daripada nanti mengganggu kemampuan fisiknya,” imbuhnya.
Basyir juga mengingatkan bahwa tiga hari pertama kedatangan jemaah merupakan fase paling krusial dalam operasional haji.
“Kloter pertama itu kloter yang krusial, terutama tiga hari pertama jadi masa krusial. Kalau kita bisa melewati beberapa hari-hari krusial InsyaAllah nanti ke depan kita bisa menyesuaikan tugas dengan sebaik-baiknya,” paparnya.
Ia meminta seluruh personel Daker Bandara menjaga kekompakan dan disiplin dalam satu komando pelayanan.
“Insya Allah yakin selama nanti kita satu komando. Teman-teman petugas harus ikuti arahan yang disampaikan oleh atasannya masing-masing dan nanti kita tetap harus berkoordinasi rutin,” tegasnya. “Bagaimana caranya kita bisa mengutamakan solidaritas tim demi pelayanan kepada jemaah haji.”
Di sisi lain, jemaah juga diminta mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci, terutama menjaga kondisi fisik.
“Pastikan semuanya sudah lengkap, persiapannya sudah disiapkan sebaik-baiknya, terutama kondisi fisiknya. Jadi masih ada waktu beberapa hari untuk me-recovery,” pesan Basyir.
“Obat-obatan yang perlu disiapkan, silakan disiapkan. Vitamin yang perlu dibawa, silakan dibawa. Dan jangan membawa barang-barang terlarang, karena nanti itu akan sangat mengganggu jemaah haji yang lain pada saat di bandara,” tandasnya.*
