5 months ago
2 mins read

Ceramah JK di UGM Diplintir jadi Konten Menyesatkan

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

JAKARTA – Beberapa akun Instagram nyaris bersamaan akhir pekan ini mengunggah potongan video ceramah M. Jusuf Kalla (JK) disertai narasi yang menuduh bahwa Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut memfitnah serta menistakan ajaran Kekristenan. Tuduhan tersebut menyusul pernyataan JK yang menyebut kedua pihak dalam konflik Poso dan Ambon menggunakan istilah “mati syahid”.

Namun setelah ditelusuri, tuduhan tersebut merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting) yang parah. Juru bicara M. Jusuf Kalla, Husain Abdullah, dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan membeberkan fakta utuh di balik ceramah yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.

Beginilah Isi Ceramah yang Dipotong dalam video viral tersebut, hanya ditampilkan potongan kalimat JK: “Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.”

Sejumlah akun Instagram itu lalu menarasikan bahwa JK telah berbohong karena “Kristen tidak mengenal mati syahid untuk membunuh musuh” dan bahwa ajaran Kristus adalah “Kasihilah musuhmu”.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan JK membahas soal fakta konflik, bukan khotbah tentang ajaran agama.

“JK sedang berbicara dalam konteks sejarah konflik Poso dan Ambon (pada masa awal reformasi) yang   bernuansa SARA  atau menggunakan simbol simbol agama sebagai alasan pembenar. Bukan sedang khotbah mengajarkan teologi Kristen, tetapi menggambarkan usahanya kepada Civitas Akademika UGM, saat meluruskan keyakinan kedua kelompok yang bertikai Islam dan Kristen yang telah bertindak keliru sehingga menyebabkan ribuan nyawa melayang dari kedua pihak.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, benar terjadi bahwa baik kelompok Islam maupun kelompok Kristen sama-sama menyerukan ‘perang suci’ dan mengklaim bahwa membunuh pihak lawan atau mati dalam pertempuran adalah syahid. Itu fakta sejarah, karena itu baik konflik Poso maupun Ambon disebut bernuansa SARA. Konflik yang saat itu menewaskan ribuan orang, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

“Fakta sejarah ini dapat dikonfirmasi kepada tokoh-tokoh perundingan damai baik untuk Poso maupun Ambon yang masih hidup,” lanjut Husain.

Husain juga menegaskan bahwa tujuan utama ceramah JK justru untuk membongkar pemahaman sesat tersebut.  Dan terbukti berkat usaha Pak JK melakukan pelurusan pandangan dua pihak yang bertikai.  Membuat baik pihak Islam maupun Kristen bersedia ke Malino, Sulawesi Selatan, untuk berunding membicarakan perdamaian.

“Pada banyak kesempatan Pak JK selalu menjelaskan tentang pernyataannya yang saat itu bagaimana mengubah pemahaman kedua pihak: bahwa yang mereka lakukan bukan perang suci, tidak akan masuk surga, melainkan neraka bagi mereka yang membunuh tanpa alasan yang jelas,” kata Husain.

“Karena apa yang dilakukan pihak pihak yang bertikai sudah melampaui batas kemanusiaan: membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua. Perbuatan yang jelas melanggar nilai-nilai cinta kasih. Artinya, Pak JK justru meluruskan pemahaman keliru ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut Husain menyebutkan: atas kritik keras JK terhadap klaim “syahid atau martir” dalam konflik Poso-Ambon sehingga kedua pihak yang larut dalam konflik bernuansa SARA bersedia berunding di Malino, Sulawesi Selatan, untuk mengakhiri pertikaian dengan kekerasan itu.

Konflik Poso dan Ambon terjadi sekitar 27 tahun lalu. Konflik bernuansa SARA ini mengakibatkan korban jiwa 2.000 orang tewas di Poso dan 5.000 orang tewas di Ambon hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun. Namun kedua konflik ini berhasil didamaikan oleh M Jusuf Kalla selaku mediator, melalui Perundingan Malino I untuk Poso tahun 2001 dan Perundingan Malino II untuk Konflik Ambon tahun 2002.

Saat itu JK melibatkan: tokoh agama Islam dan Kristen, panglima lapangan kedua pihak yang bertikai, tokoh masyarakat dari kedua pihak, dan pemerintah. Sehingga dicapai kesepakatan damai yang dikenal dengan nama Deklarasi Malino.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Tantangan Mundur Pimpinan DPR Bukan Hal yang Luar Biasa

JAKARTA – Ada sesuatu yang terdengar heroik dari Senayan. Pimpinan

Andi Mallarangeng: Bebas Aktif Tidak Berarti Pasif

JAKARTA – Di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China, perang Rusia-Ukraina, konflik
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88