1 week ago
1 min read

PRESISI Soroti Narasi Publik, Ingatkan Risiko Instabilitas

Ketua Umum PRESISI, Mohammad Anas RA. (Foto: Dok. Pribadi)

JAKARTA — Dinamika geopolitik global yang kian kompleks mulai berdampak pada lanskap diskursus dalam negeri. Di tengah situasi itu, Asosiasi Penyelenggara Riset Persepsi Publik Indonesia mengingatkan pentingnya menjaga narasi publik tetap sejuk dan berbasis data.

PRESISI menyoroti pernyataan Saiful Mujani yang dinilai berpotensi memicu kegaduhan di ruang publik. Organisasi yang menaungi 32 lembaga survei nasional itu menilai, narasi yang berkembang tidak bisa dilepaskan dari konteks global yang tengah bergejolak—mulai dari konflik bersenjata, persaingan ekonomi, hingga ancaman siber.

Ketua Umum PRESISI, Mohammad Anas RA, menegaskan bahwa setiap pernyataan di ruang publik, terlebih dari kalangan akademisi, seharusnya mengedepankan basis data dan fungsi edukatif.

“Sebagai akademisi dan peneliti, pernyataan yang disampaikan seharusnya berbasis data, bukan opini yang berpotensi menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat,” ujar Anas dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, pernyataan yang bersifat personal dan tendensius terhadap kepala negara berisiko memperkeruh suasana politik domestik, terutama saat stabilitas nasional menjadi faktor krusial dalam menghadapi tekanan global.

Dalam kerangka demokrasi, Anas menegaskan bahwa kritik tetap merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan adanya batas yang harus dijaga antara kritik konstruktif dan narasi yang berpotensi mengarah pada instabilitas.

“Kami mendukung setiap warga negara untuk menyampaikan kritik dan solusi terhadap persoalan bangsa. Namun, mengkritik dan menghasut adalah dua hal yang berbeda,” tegasnya.

PRESISI juga menilai, meningkatnya tekanan global—termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, energi, serta gangguan rantai pasok—menuntut masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai narasi yang dapat memperkeruh kondisi sosial.

Anas menekankan, stabilitas nasional bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Dalam konteks itu, PRESISI mengajak publik untuk menjaga kualitas diskursus, memperkuat persatuan, dan mengedepankan komunikasi yang bertanggung jawab di ruang publik.

Sebagai asosiasi yang beranggotakan berbagai lembaga survei seperti Poltracking Indonesia, Parameter Politik Indonesia, FIXPOLL, Trust Indonesia, Voxpol Center, dan Puskapi, PRESISI menegaskan posisinya sebagai penjaga kualitas opini publik berbasis riset di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Ceramah JK di UGM Diplintir jadi Konten Menyesatkan

JAKARTA – Beberapa akun Instagram nyaris bersamaan akhir pekan ini

Badai Pasti Datang (Berlalu)

JAKARTA – Perang Iran, sekali lagi memberikan pelajaran bahwa ekonomi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88