PURWAKARTA — Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Kabupaten Purwakarta memasuki tahap akhir. Sebanyak 473 jemaah dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci setelah menuntaskan seluruh rangkaian Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah siap, baik dari sisi pemahaman ibadah, kesehatan, maupun kemandirian selama di Tanah Suci. Manasik ini menjadi bekal utama agar jemaah tidak mengalami kendala saat menjalankan ibadah,” ujar Kepala Kemenhaj Kabupaten Purwakarta, Syamsi Mufti.”
Kegiatan manasik penutup digelar pada Ahad, 5 April 2026, di Masjid Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kampus 2. Rangkaian ini melengkapi pembinaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kecamatan dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), sehingga jemaah dinilai telah memiliki kesiapan komprehensif sebelum keberangkatan.
Pemerintah daerah turut memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan haji tahun ini. Bupati Purwakarta melalui Kabag Kesra, Dindin Ibrahim Mulyana, menekankan pentingnya pelayanan optimal, khususnya bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.
“Termasuk jemaah lansia, menjadi prioritas agar tetap mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman. Kami ingin seluruh jemaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” katanya.”
Dari total 473 jemaah, terdiri atas 227 laki-laki dan 246 perempuan, terdapat lima jemaah lansia prioritas yang akan mendapatkan perhatian khusus dalam aspek pelayanan dan pendampingan.
Secara teknis, jemaah Purwakarta akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 12 KJT sebagai kloter utuh masuk gelombang pertama dan dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026. Sementara Kloter 40 KJT sebagai kloter gabungan masuk gelombang kedua dan dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026.
Sebagian jemaah akan tergabung dalam kloter gabungan, sementara sisanya berada dalam kloter utuh. Kedua kloter tersebut akan didampingi oleh petugas haji yang telah melalui proses pelatihan guna memastikan pelayanan berjalan optimal sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Selain pembekalan manasik, para jemaah juga mendapatkan materi dari berbagai narasumber yang mencakup kebijakan penyelenggaraan haji, aspek kesehatan, hingga administrasi. Materi tersebut disampaikan oleh perwakilan Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan, serta Kemenag Kabupaten Purwakarta.
Dari sisi kesehatan, jemaah diingatkan untuk menjaga kondisi fisik sejak dini sebagai faktor penentu kelancaran ibadah.
“Jemaah diharapkan rutin menjaga kondisi fisik, mengatur pola makan, dan istirahat yang cukup. Kesiapan kesehatan menjadi kunci utama dalam kelancaran ibadah haji,” ujar salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan.”
Dengan kesiapan yang telah dimatangkan melalui manasik dan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Purwakarta dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dengan selamat, serta meraih predikat haji mabrur.*
