DEPOK — Sebanyak 2.400 jemaah mengikuti Manasik Haji tingkat Kota Depok 2026 di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar. Kegiatan ini menjadi tahap krusial sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah menekankan, manasik bukan sekadar formalitas, melainkan penguatan kesiapan menyeluruh—baik fisik, mental, maupun pemahaman ibadah.
Direktur Pengawasan Haji Reguler, Rudy Ambary, menegaskan bahwa haji bukan ibadah ringan. Ia menyebut haji sebagai ibadah yang menuntut kesiapan biaya sekaligus kekuatan fisik.
“Ibadah harta yang dimaksud berhaji memerlukan biaya, mulai dari perjalanan, konsumsi, prelengkapan untuk pribadi dan lain sebagainya sementara ibadah fisik, tentu kondisi tubuh harus sehat karena serangkaian ibadah melibatkan aktivitas tubuh mulai dari tawaf, sai, wukuf di arofah, bermalam di mina serta lempar jumrah,” terangnya.
Rudy juga meluruskan persepsi yang kerap keliru di masyarakat. “Haji bukanlah wisata religi, melainkan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan ini akan ada berbagai ujian yang mengajarkan jemaah untuk bersyukur dan bersabar,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari pelaksanaan ritual, tetapi dari sikap yang terbentuk—ikhlas, sabar, dan mampu menghadapi dinamika di lapangan.
“Penyelenggaraan haji juga dipengaruhi banyak faktor yang tidak terduga karena dilaksanakan di negara dengan aturan berbeda, sehingga jemaah harus mampu beradaptasi,” tambahnya.
Ia menegaskan, setiap jemaah adalah tamu Allah dengan perjalanan masing-masing. Karena itu, kesabaran menjadi kunci utama selama menjalankan ibadah.
Pesan serupa disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri, yang menekankan prinsip “2S”: syukur dan sabar.
“Yang pertama adalah syukur. Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi selama berhaji, jemaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, melaporkan jumlah jemaah tahun ini mencapai 2.400 orang—meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan kuota ini disebut sebagai peluang besar bagi masyarakat yang telah lama menunggu giliran berangkat.
Selain materi tata cara ibadah, jemaah juga dibekali pengetahuan kesehatan sebagai bagian penting dari kesiapan haji. Manasik digelar enam kali, terdiri dari satu tingkat kota dan lima di tingkat kecamatan.
Rencananya, jemaah haji Kota Depok akan mulai diberangkatkan pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
Pesan yang ditekankan pemerintah jelas: haji bukan perjalanan biasa—ini ujian kesiapan, kesabaran, dan ketahanan diri.*
