3 weeks ago
1 min read

Pertigaan Ratna Macet, Warga: Jalan Sempit, Petugas Nihil

Ilustrasi: Info Grafis

KOTA BEKASI – Warga Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, khususnya di Kelurahan Jatikramat dan Jatimekar, mengeluhkan kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan Pertigaan Ratna. Titik tersebut dinilai menjadi salah satu sumber utama kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.

Kemacetan terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, saat aktivitas warga meningkat. Kondisi jalan yang sempit serta tingginya volume kendaraan membuat arus lalu lintas sering tersendat bahkan hingga mengular panjang.

Warga setempat menilai, kondisi di Pertigaan Ratna sudah tidak lagi memadai untuk menampung jumlah kendaraan yang terus meningkat. Mereka pun membandingkan dengan penanganan di Pertigaan Kodau yang dinilai lebih baik setelah dilakukan pelebaran jalan.

“Kalau bisa seperti di Kodau, jalannya dilebarkan supaya kendaraan tidak menumpuk. Sekarang ini macetnya bisa panjang,” ujar Husein Abdullah (39) salah satu warga sekaligus pengguna jalan.

Keluhan Minimnya Kehadiran Petugas

Selain faktor infrastruktur, warga juga menyoroti minimnya kehadiran petugas di lapangan. Mereka mengaku hampir tidak pernah melihat petugas dari kepolisian maupun Dinas Perhubungan yang turun langsung untuk mengatur lalu lintas di titik kemacetan tersebut.

Akibatnya, kondisi lalu lintas kerap tidak terkendali, terutama saat jam sibuk, ketika kendaraan dari berbagai arah saling berebut melintas.

“Di sini jarang sekali ada petugas, baik polisi maupun dishub. Padahal kalau ada yang mengatur, mungkin tidak separah ini macetnya,” ungkap warga lainnya.

Ketiadaan petugas dinilai memperparah situasi, karena tidak ada pengendalian arus kendaraan di persimpangan yang padat tersebut.

Minta Perhatian dan Tindakan Nyata

Selain warga, para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut juga mengeluhkan kondisi serupa. Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kemacetan.

Warga meminta adanya pelebaran jalan, penataan ulang arus lalu lintas, serta penempatan petugas secara rutin di Pertigaan Ratna.

Menurut mereka, tanpa penanganan serius, kemacetan dikhawatirkan akan semakin parah seiring meningkatnya jumlah kendaraan di wilayah Jatiasih.

“Harapannya ada solusi dari pemerintah, minimal pelebaran jalan atau pengaturan lalu lintas yang lebih baik,” kata Wicaksono (42) pengguna jalan lainnya.

Kemacetan di Pertigaan Ratna dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.

Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi segera merespons keluhan ini dengan langkah nyata, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun kehadiran petugas di lapangan, agar arus lalu lintas di kawasan Jatiasih dapat kembali lancar dan aman.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta yang Kian Terstruktur

JAKARTA – Pernyataan terbaru Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88