7 days ago
3 mins read

Houthi Buka Front Baru, Perang Iran Kian Melebar dan Tak Terkendali

Kaum muda Houthi memegang senjata selama unjuk rasa solidaritas dengan Teheran dan Beirut, di tengah perang AS-Israel dengan Iran, di ibu kota Yaman, Sanaa. (Foto: Japantimes)

SANAA – Konflik kawasan Timur Tengah memasuki fase baru yang semakin berbahaya. Saat perang terhadap Iran memasuki bulan kedua, kelompok Houthi dari Yaman resmi membuka front baru dengan menyerang Israel. Langkah ini mempertegas eskalasi konflik yang tak lagi terbatas, melainkan menjalar ke berbagai titik strategis kawasan.

Serangan Houthi menjadi titik balik penting. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara itu meluncurkan dua serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dalam waktu kurang dari 24 jam. Meski militer Israel mengklaim berhasil mencegat serangan tersebut, Houthi menegaskan mereka tidak akan mundur.

Kelompok yang berafiliasi dengan Iran itu menyatakan akan terus bertempur demi mendukung “front perlawanan” yang mencakup Palestina, Lebanon, Irak, hingga Iran. Ini menandai terbentuknya poros konflik yang semakin solid dan berpotensi meluas tanpa kendali.

Padahal sebelumnya, Houthi sempat menahan diri. Berbeda dengan sikap agresif mereka saat perang Gaza, di mana serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah sempat mengganggu jalur perdagangan global senilai sekitar 1 triliun dolar AS per tahun.

Kini, keterlibatan Houthi justru datang di momen krusial. Iran diketahui memperketat lalu lintas di Selat Hormuz—jalur vital yang menopang sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Situasi ini memicu kekhawatiran baru: gangguan serupa bisa kembali terjadi di Laut Merah, khususnya di Selat Bab al-Mandeb.

Jurnalis Aljazeera, Yousef Mawry, menyebut Bab al-Mandeb sebagai “kartu truf” Houthi. Targetnya jelas: menekan Israel melalui jalur ekonomi.

“Mereka ingin Israel membayar secara ekonomi, mengganggu jalur perdagangan serta arus impor-ekspor,” ujarnya dari Sanaa.

Perang Tanpa Jalan Keluar
Di tengah eskalasi ini, sinyal diplomatik justru nyaris tak terdengar. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut operasi militer terhadap Iran bisa selesai dalam hitungan minggu. Namun di saat yang sama, tambahan pasukan Marinir AS mulai berdatangan ke kawasan.

Presiden AS Donald Trump bahkan disebut ingin memiliki fleksibilitas penuh untuk mengubah strategi kapan saja. Situasi ini memperlihatkan satu hal: perang belum mendekati akhir, justru semakin dalam.

Sejak dimulai pada 28 Februari, konflik ini telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi. Dalam 24 jam terakhir saja, serangan udara terus menghantam Iran.

Militer Israel mengklaim menyerang fasilitas riset senjata angkatan laut Iran. Di Teheran, ledakan keras mengguncang ibu kota saat malam tiba. Sementara di kota Zanjan, sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan terhadap kawasan permukiman.

Fasilitas sipil pun tak luput dari serangan. Universitas Sains dan Teknologi di Teheran menjadi target terbaru, memicu ancaman dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap institusi pendidikan di Israel dan AS.

Data resmi Iran menunjukkan skala kehancuran yang masif. Sebanyak 1.937 orang tewas, termasuk 230 anak-anak. Lebih dari 93.000 properti sipil dilaporkan rusak akibat serangan.

“Warga sipil menanggung beban terberat perang ini,” ujar koresponden Aljazeera, Mohamed Vall.

Lebanon Ikut Terbakar
Di sisi lain, Lebanon terus menjadi medan tempur yang tak kalah brutal. Sejak 2 Maret, serangan Israel telah menewaskan 1.189 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Pasukan Israel kini bergerak semakin jauh ke selatan, mendekati Sungai Litani. Targetnya jelas: menghancurkan Hizbullah dan membentuk zona penyangga dengan pola yang disebut sebagai “model Gaza”.

Korban terus berjatuhan. Tiga jurnalis tewas dalam satu serangan di Lebanon selatan. Sembilan paramedis juga menjadi korban, menjadikan total tenaga kesehatan yang tewas mencapai 51 orang.

Serangan di kota al-Haniyah menewaskan tujuh warga, termasuk seorang anak. Sementara di Deir al-Zahrani, seorang tentara Lebanon turut menjadi korban serangan udara.

Kelompok Hizbullah sendiri mengklaim telah melancarkan puluhan operasi balasan terhadap Israel dalam 24 jam terakhir, memperlihatkan bahwa konflik di front Lebanon juga kian memanas.

Tekanan Politik dan Ancaman Energi
Di tengah situasi yang memburuk, pesan dari Washington justru saling bertolak belakang. Trump mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya. Namun, tenggat waktu yang ia tetapkan justru diperpanjang 10 hari.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga ruang negosiasi, sekaligus meredam tekanan domestik menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengklaim peluang diplomasi masih terbuka. Ia menyebut Washington telah menyiapkan rencana 15 poin dan menunggu respons Teheran.

Di sisi lain, Pakistan mencoba memainkan peran sebagai penengah. Menteri Luar Negeri Ishaq Dar telah berkomunikasi langsung dengan Abbas Araghchi, mendesak penghentian serangan di kawasan. Islamabad bahkan akan menjadi tuan rumah pertemuan penting yang melibatkan Arab Saudi, Turki, dan Mesir.

Dalam perkembangan terpisah, Iran menyetujui untuk membuka jalur bagi 20 kapal berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kecil di tengah krisis energi global yang semakin dalam.

Konflik Tanpa Batas
Masuknya Houthi ke dalam arena perang menandai satu hal: konflik ini tidak lagi memiliki batas geografis yang jelas. Dari Teluk Persia hingga Laut Merah, dari Teheran hingga Beirut, perang kini bergerak seperti domino yang terus menjatuhkan satu kawasan ke kawasan lain.

Pertanyaannya bukan lagi apakah konflik akan meluas, tetapi seberapa jauh dunia siap menanggung dampaknya.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Rumor Mojtaba Tak Goyahkan Arah Iran

Ayahnya, Ali Khamenei, telah membangun lembaga pemimpin tertinggi menjadi sebuah

Aritmatika Baru Perang Amerika-Israel vs Iran

JAKARTA – Ada sesuatu perubahan mendasar dalam arah perkembangan perang
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88