7 months ago
3 mins read

‘It’s The Economy, Stupid!’: Pelajaran Geopolitik yang Sering Dilupakan Indonesia

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1992, Bill Clinton mengalahkan Presiden petahana George HW Bush dengan sebuah slogan yang kemudian menjadi legendaris: “It’s the economy, stupid!”

Slogan itu bukan sekadar kalimat kampanye. Ia adalah pengingat brutal tentang prioritas negara. Saat itu Bush baru saja memenangkan Perang Teluk melawan Irak. Secara militer ia dianggap berhasil. Amerika menunjukkan kekuatan militernya kepada dunia.

Namun rakyat Amerika tidak memilih presiden berdasarkan kemenangan perang. Mereka memilih presiden berdasarkan kondisi ekonomi di rumah mereka sendiri. 

Bush terlalu fokus pada geopolitik dan perang luar negeri, sementara ekonomi domestik melemah. Clinton menang karena memahami satu hal sederhana: Pada akhirnya, kekuatan sebuah negara ditentukan oleh ekonominya. Pertanyaannya: apakah Indonesia memahami pelajaran ini?

Pertahanan Nasional yang Sebenarnya
Dalam diskursus nasional, pertahanan negara sering dipersempit menjadi persoalan senjata, pesawat tempur, kapal perang, dan rudal.

Namun dalam dunia modern, pertahanan nasional tidak lagi dimulai dari pangkalan militer. Ia dimulai dari ketahanan ekonomi.

Indonesia hari ini hidup dalam sebuah realitas baru: kita telah sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem ekonomi global. Modal (dana) internasional, perdagangan global, sistem pembayaran lintas negara, dan aliran energi dunia telah menjadi titik nadi dari kehidupan ekonomi nasional.

Masalahnya adalah satu hal: Indonesia berada pada posisi yang sangat rentan. Ketergantungan terhadap lembaga internasional peringkat risiko, ketergantungan pada payment system International (SWIFT), perbankan internasional yang mengontrol rekening para pejabat oligarki, ketergantungan pada impor energi, semua itu membuat ketahanan (resilience) Indonesia berada dalam genggaman pihak asing.

Dalam kondisi seperti ini, musuh tidak perlu mengirimkan rudal untuk melumpuhkan Indonesia. Cukup menurunkan peringkat risiko Indonesia!

Senjata yang Tidak Mengeluarkan Peluru
Pengalaman baru-baru ini memberi pelajaran yang sangat jelas. Ketika muncul rencana dari MSCI untuk menurunkan peringkat pasar modal Indonesia, kepanikan langsung menjalar ke simpul-simpul ekonomi nasional. Ancaman keluarnya aliran modal, jatuhnya indeks harga saham, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah segera muncul.

Jika lembaga-lembaga pemeringkat seperti Moody’s, S&P dan Fitch menurunkan (down grade) peringkat risiko Indonesia, dampaknya bisa sangat besar: biaya utang meningkat, investor menarik modal, dan stabilitas keuangan nasional terguncang.

Tidak ada jet tempur. Tidak ada rudal. Tidak ada kapal perang. Namun efeknya bisa lebih merusak daripada perang konvensional. Inilah wajah perang modern yang dihadapi Indonesia saat ini.

Ketahanan Energi yang Rapuh
Kerapuhan Indonesia tidak berhenti di sektor keuangan. Dalam hal energi, Indonesia berada dalam posisi yang  rawan. Lebih dari separuh pasokan minyak nasional berasal dari impor. Sebagian besar pasokan tersebut melewati Selat Malaka dan selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Jika jalur ini terganggu, dampaknya akan langsung terasa pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa cadangan strategis minyak nasional Indonesia hanya sekitar 20 hari. Dan itu pun bukan sepenuhnya cadangan bahan bakar siap pakai, karena termasuk produk turunan seperti avtur dan komponen lainnya.

Bandingkan dengan negara-negara maju yang memiliki cadangan strategis hingga 90 hari atau lebih. Selama puluhan tahun, Indonesia tidak menaruh prioritas pembangunan tangki penyimpanan minyak strategis. Padahal dalam situasi krisis, logistik energi jauh lebih menentukan daripada pesawat tempur.

Perang Tanpa Tentara
Ancaman terhadap ketahanan nasional juga datang dari dunia yang bahkan tidak terlihat: ruang siber. Teknologi cyber berkembang sangat cepat. Dalam dunia modern, ratusan batalion tentara bisa menjadi tidak relevan jika sebuah negara gagal melindungi infrastruktur digitalnya.

Sekelompok kecil peretas yang terampil dapat melumpuhkan instalasi strategis nasional. Mereka dapat:

  • meretas sistem kelistrikan nasional dan membuat Indonesia gelap gulita
  • mengganggu sistem kontrol penerbangan di bandara
  • merusak sistem perbankan sehingga dana deposan hilang
  • menghancurkan kepercayaan terhadap sistem keuangan

Dalam perang modern, keyboard bisa menjadi senjata yang lebih mematikan daripada tank.

Bom Waktu dari Dalam Negeri
Ancaman terhadap ketahanan nasional Indonesia tidak hanya datang dari luar negeri. Sebagian besar justru berasal dari dalam negeri sendiri.

Korupsi yang merajalela, kesenjangan sosial yang semakin melebar, serta penegakan hukum yang tidak konsisten telah menjadi ranjau yang mematikan dan menciptakan bom waktu sosial.

Ketika ekonomi terguncang, struktur sosial yang rapuh dapat dengan cepat berubah menjadi krisis sosial dan politik.

Sejarah dunia menunjukkan bahwa banyak negara runtuh bukan karena serangan militer dari luar, tetapi karena ketidakstabilan internal yang dipicu oleh krisis ekonomi.

Disiplin Fiskal adalah Pertahanan Negara
Pertahanan pada garda yang paling depan adalah stabilitas dan disiplin fiskal (APBN). Dalam situasi seperti ini, kebijakan penggunaan anggaran negara menjadi sangat penting. Jika anggaran negara tidak dikelola secara hati-hati, pertahanan nasional bisa porak poranda. Karena sosial, ekonomi politik dapat memasuki spiral krisis yang berbahaya.

Serangan ekonomi dapat memicu krisis fiskal. Krisis fiskal dapat memicu krisis keuangan. Krisis keuangan dapat memicu krisis sosial. Pada titik tertentu, sebuah negara dapat memasuki mode “self-destruction.” Negara tidak dihancurkan oleh rudal musuh dari luar. Negara menghancurkan dirinya sendiri.

Senjata yang Sesungguhnya
Dalam dunia modern, pertahanan nasional tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah tank atau kapal perang.

Pertahanan nasional ditentukan oleh:

  • ⁠tata kelola negara yang baik.
  • transparansi
  • kepastian hukum
  • ⁠kepercayaan pasar
  • ketahanan energi
  • stabilitas fiskal

Ironisnya, justru faktor-faktor inilah yang sering kali diabaikan. Kita lebih sibuk dengan politik kekuasaan anggaran jangka pendek daripada membangun fondasi ekonomi jangka panjang.

Padahal dalam dunia modern, kepercayaan ekonomi adalah benteng strategis sebuah negara. Kita patut mencontoh China, yaitu setelah kedigdayaan ekonomi tercapai maka China dapat memproduksi arsenal persenjataan secara mandiri dengan biaya sendiri.

Pelajaran yang Terlupakan
Pelajaran dari slogan kampanye Bill Clinton tiga puluh tahun lalu tetap relevan hingga hari ini. Pada akhirnya, kekuatan militer hanya bisa dipertahankan jika didukung oleh kekuatan ekonomi.

Tanpa ekonomi yang kuat, senjata secanggih apa pun menjadi tidak berarti, karena kesenjangan ekonomi yang besar membentuk kecemburuan sosial dan menjadi perlawanan yang datang dari dalam negeri sendiri.

Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara besar. Namun semua itu tergantung apakah kita mampu mengontrol belanja  sesuai dengan kapasitas penerimaan, atau lebih memilih menggadaikan masa depan bangsa dengan menggantungkan diri pada utang luar negeri.

Karena itu, bagi Indonesia hari ini, pesan yang paling penting mungkin memang sesederhana ini: “It’s the economy, stupid.” Bukan sebagai penghinaan. Melainkan sebagai peringatan.*

Laksamana Sukardi, Politikus Senior.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Saat Rakyat Sulit Jangan Bagi-Bagi Jabatan!

JAKARTA – Ada ironi besar dalam kehidupan bernegara kita. Ketika rakyat

Di Balik Rumor Agustus: Menguji Kapasitas Ketahanan Rezim Prabowo

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo menapaki arena kekuasaan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88