2 weeks ago
1 min read

Hari Kelima Perang, Serangan Balasan Meluas ke Kawasan

Mobil yang rusak akibat serpihan rudal di Ramat Gan dekat Tel Aviv, Israel. (Foto: Aljazeera)

DOHA — Konflik bersenjata antara Israel dan Iran memasuki hari kelima dengan eskalasi serangan yang kian meluas ke kawasan regional. Sirene serangan udara meraung di berbagai wilayah Israel pada Rabu (4//3/2026) waktu setempat, memaksa warga bergegas ke tempat perlindungan, menyusul peluncuran rudal Iran yang memicu ledakan keras akibat upaya pencegatan sistem pertahanan udara.

Militer Israel mengeluarkan peringatan dini pada Rabu pagi, menginstruksikan warga di Yerusalem, Tel Aviv, dan sejumlah wilayah lain untuk segera berlindung. Sistem pertahanan udara Israel disebut tengah bekerja mengintersepsi ancaman rudal yang diluncurkan dari Iran. Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan belum menerima laporan korban jiwa.

Dari Tepi Barat, koresponden Al Jazeera, Nida Ibrahim, melaporkan ledakan sangat keras terdengar dari wilayah Ramallah, diduga akibat proses intersepsi. Media Israel juga melaporkan serpihan hasil pencegatan jatuh di kawasan Beit Shemesh, dekat Yerusalem barat—wilayah yang sebelumnya dilaporkan terkena dampak serangan dan menelan korban jiwa.

Iran terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Teluk. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebut konflik ini berpotensi berlangsung hingga satu bulan.

Di kawasan Teluk, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal jelajah di atas wilayah Al-Kharj. Sementara Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan pasukannya menembak jatuh sejumlah target udara bermusuhan yang memasuki wilayah udara negara tersebut pada Rabu dini hari.

Serangan ke Iran Berlanjut
Di sisi lain, ledakan kembali mengguncang Teheran pada Rabu setelah militer Israel mengklaim melakukan serangkaian serangan udara di ibu kota Iran. Target serangan disebut mencakup bangunan yang terkait dengan Basij, organisasi relawan yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), serta fasilitas yang dikaitkan dengan komando keamanan internal Iran.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 787 orang tewas di seluruh Iran akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik pecah. Koresponden Al Jazeera di Teheran, Tohid Asadi, menyebut ledakan besar terdengar di berbagai penjuru kota, dengan laporan serangan juga masuk dari Karaj dan Isfahan.

IRGC mengumumkan bahwa pasukan darat telah memasuki operasi tempur, dengan keterlibatan sekitar 230 drone. Selain itu, Iran juga disebut melakukan operasi laut yang menargetkan kapal-kapal militer Amerika Serikat di kawasan.

“Hingga kini, tidak terlihat tanda-tanda deeskalasi di Teheran. Eskalasi justru menjadi kata kunci dari perkembangan konflik ini,” ujar Asadi.

Memasuki hari kelima, perang Israel–Iran tidak hanya menelan korban dan menghancurkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko meluasnya konflik ke tingkat regional, seiring keterlibatan langsung Amerika Serikat dan dampak serangan balasan ke negara-negara Teluk.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Imbas Konflik Iran, Pemerintah Setop Sementara Penerbangan Luar Negeri 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangan

Respons Dingin Saat Trump Desak Negara Lain Kawal Kapal Lewati Selat Hormuz

DOHA – Donald Trump mengajak negara-negara lain mengirim kapal perang untuk
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88