2 weeks ago
2 mins read

Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Wafat dalam Serangan AS–Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Aljazeera)

TEHERAN — Media pemerintah Republik Islam Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Khamenei dilaporkan meninggal dunia di kantornya, menyusul laporan awal dari pejabat AS dan Israel yang menyebut ia menjadi target serangan.

Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk pemimpin yang telah memimpin negara itu selama lebih dari tiga dekade. Konfirmasi resmi pada Minggu (1/3/2026) muncul setelah kantor berita Tasnim dan Mehr sebelumnya menyatakan Khamenei masih “teguh dan kokoh memimpin jalannya pertempuran”.

Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengklaim kematian Khamenei melalui unggahan di platform Truth Social. Trump menyebut pemimpin berusia 86 tahun itu tewas dalam serangan gabungan AS–Israel yang dimulai sejak Sabtu dini hari. Ia menyatakan operasi tersebut melibatkan intelijen dan sistem pelacakan yang sangat canggih dan dilakukan bekerja erat dengan Israel.

Trump juga menilai situasi ini sebagai kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya, seraya berharap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kepolisian bergabung secara damai dengan para patriot Iran.

Meski Iran telah lama menyiapkan skenario jika Khamenei terbunuh dalam perang dengan AS dan Israel, pembunuhan tersebut menambah ketidakpastian baru di tengah konflik yang terus berkembang dan memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga menyatakan terdapat tanda-tanda yang semakin kuat bahwa Khamenei telah tewas. Reuters, mengutip pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, melaporkan jasad Khamenei telah ditemukan.

Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan pendiri Republik Islam pasca-Syah, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang memimpin Revolusi Iran 1979. Jabatan pemimpin tertinggi memegang otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan yudikatif, sekaligus menjadi pemimpin spiritual negara.

Analis kebijakan Iran, Barbara Slavin dari Stimson Center, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Iran telah memiliki rencana jika kematian Khamenei dikonfirmasi. “Kemungkinan akan dibentuk sebuah dewan untuk menjalankan negara. Bisa jadi mekanisme itu sudah berjalan,” ujarnya.

Trump Isyaratkan Serangan Berlanjut
Serangan Sabtu ke Iran dilaporkan menyasar 24 provinsi dan menewaskan sedikitnya 201 orang, menurut media Iran yang mengutip Palang Merah. Israel juga disebut menyerang dua sekolah, termasuk Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan sedikitnya 108 orang, serta sebuah sekolah di timur Teheran.

Netanyahu menyatakan banyak “tokoh senior” telah “dieliminasi”, termasuk komandan Garda Revolusi dan pejabat senior program nuklir Iran, seraya menegaskan operasi akan terus berlanjut.

Trump, melalui Truth Social, menyatakan pemboman “berat dan presisi” akan berlanjut tanpa henti sepanjang pekan ini atau selama diperlukan.

Serangan balasan Iran pada Sabtu memicu intersepsi pertahanan udara di sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan AS, termasuk Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. IRGC menyatakan gelombang ketiga dan keempat serangan balasan terhadap posisi AS dan Israel masih berlangsung, menurut kantor berita IRNA.

PBB Serukan De-eskalasi
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB menyatakan penyesalannya karena peluang diplomasi telah “disia-siakan”.

Ia memperingatkan bahwa aksi militer berisiko memicu rangkaian peristiwa yang tak terkendali di kawasan paling bergejolak di dunia, serta menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh AS dan Israel melakukan agresi tanpa provokasi dan direncanakan, menyerang kawasan sipil di kota-kota besar Iran. “Ini bukan hanya tindakan agresi, tetapi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menegaskan tindakan militer tersebut sah. “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini bukan soal politik, melainkan keamanan global,” katanya.

Duta Besar China untuk PBB Fu Cong menyatakan Beijing sangat khawatir atas eskalasi mendadak ketegangan regional. Adapun Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengecam serangan udara AS–Israel dan menuntut keduanya segera menghentikan tindakan agresif.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Imbas Konflik Iran, Pemerintah Setop Sementara Penerbangan Luar Negeri 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangan

Respons Dingin Saat Trump Desak Negara Lain Kawal Kapal Lewati Selat Hormuz

DOHA – Donald Trump mengajak negara-negara lain mengirim kapal perang untuk
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88