3 weeks ago
1 min read

Ketegangan Perbatasan Pakistan–Afghanistan Kembali Memanas

Perbatasan Afghanistan-Pakistan. (Foto: Anadolu)

ISTANBUL — Ketegangan lintas perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan kembali meningkat setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke ibukota Afghanistan, Kabul, serta dua provinsi lainnya pada Jumat (27/2) dini hari.

Serangan udara tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid. Ia menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan terbaru itu, meski sejumlah ledakan besar terdengar di Kabul. Berdasarkan informasi sumber setempat, beberapa ledakan terjadi di pusat kota sekitar pukul 02.30 waktu setempat.

Serangan ini menyusul operasi balasan yang sebelumnya dilakukan pasukan Afghanistan terhadap Pakistan, setelah serangan udara Islamabad pada Minggu lalu di wilayah Afghanistan yang dilaporkan menewaskan banyak orang.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan sedikitnya delapan tentara Afghanistan tewas dalam bentrokan perbatasan pada Kamis. Kabul juga mengklaim sebanyak 55 tentara Pakistan tewas dalam pertempuran tersebut. Sementara itu, pihak Pakistan mengonfirmasi dua tentaranya tewas.

Afghanistan kemudian mengumumkan berakhirnya operasi balasan selama empat jam terhadap posisi Pakistan di sepanjang Garis Durand pada tengah malam waktu setempat.

Pakistan Konfirmasi Operasi Militer Berlanjut
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan untuk media asing, Mosharraf Zaidi, menyatakan operasi balasan Pakistan terhadap target di Afghanistan masih berlangsung hingga Jumat dini hari. Ia mengklaim sebanyak 133 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka, dengan kemungkinan tambahan korban menyusul serangan terhadap target militer di Kabul serta provinsi Paktia dan Kandahar.

Menurut Zaidi, sebanyak 27 pos militer Afghanistan dihancurkan dan sembilan lainnya dikuasai. Ia juga menyebut sejumlah fasilitas militer, termasuk dua markas korps, tiga markas brigade, depot amunisi, pangkalan logistik, serta markas batalion dan sektor, turut dihancurkan bersama lebih dari 80 unit tank, sistem artileri, dan kendaraan lapis baja.

Klaim dari kedua belah pihak tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. Zaidi menegaskan respons Pakistan terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi akan terus berlanjut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Asif Khawaja, menuduh pemerintah Afghanistan telah “mengubah Afghanistan menjadi koloni India” sejak penarikan pasukan NATO pada 2021. Ia juga menuding Kabul “mengekspor terorisme” serta merampas hak asasi dasar rakyatnya. Hingga kini, pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Ketegangan Lintas Perbatasan Meningkat
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Ketegangan memuncak setelah serangan udara Pakistan pada Minggu lalu yang menurut Islamabad menewaskan 70 orang yang disebut sebagai “teroris”. Namun, pejabat Afghanistan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan adanya korban sipil, klaim yang dibantah Pakistan.

Hubungan Pakistan dan Afghanistan diketahui memburuk dalam beberapa bulan terakhir, menyusul tudingan Islamabad bahwa kelompok militan beroperasi dari wilayah Afghanistan. Tuduhan tersebut dibantah Kabul, meski kedua negara disebut masih menjaga kontak diplomatik dalam upaya meredakan ketegangan.* (Anadolu)

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Menakar Implikasi Perang Israel-Iran

JAKARTA -Situasi geopolitik Timur Tengah memanas setelah pecah perang terbuka

Konflik Abad ke-21 dan Kembalinya Realisme ke Hubungan Internasional

JAKARTA – Serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini membawa manusia
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88