7 months ago
2 mins read

‘Kasus Tual Bukan Sekadar Ulah Individu, Cermin Masalah Institusional Polri’

Ilustrasi anggota polisi. (Foto: Antara)

JAKARTA, Total Politik — Peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota Brimob terhadap seorang anak di Tual kembali menyoroti persoalan mendasar dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Insiden tersebut dinilai tidak bisa dilihat semata-mata sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai refleksi lemahnya pengawasan, akuntabilitas, dan budaya institusional Polri dalam menjunjung hukum serta hak asasi manusia.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Tragedi Tual: Alarm Reformasi Polri” yang digelar oleh Public Virtue Research Institute di Jakarta, Selasa (25/2/2026).

Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa berulangnya kasus kekerasan aparat menunjukkan persoalan struktural yang tak kunjung dibenahi.

“Benar, kasus Tual itu perilaku individu. Tapi itu tidak berarti tidak ada masalah dengan institusi. Sebab kasus semacam ini terus berulang. Artinya, perilaku individu juga merupakan cermin dari masalah institusional dan pengawasan yang lemah,” ujar Usman.

Menurut Usman, lemahnya mekanisme kontrol internal membuat praktik penyalahgunaan kewenangan terus terjadi tanpa efek jera. Padahal, sebagai aparat penegak hukum, polisi seharusnya menjadi garda terdepan dalam perlindungan warga negara, bukan justru sumber ketakutan.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Syafiq Alielha, menilai karakter kepolisian sangat dipengaruhi oleh sikap politik pemerintah yang berkuasa. Ia mencontohkan masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ketika gelombang demonstrasi besar berlangsung tanpa dibarengi tindakan represif aparat.

“Di era Gus Dur, banyak demonstrasi besar menuntut beliau mundur, tapi tidak ada pembubaran paksa atau penangkapan. Itu menunjukkan bahwa karakter pemolisian sangat bergantung pada apakah pemerintah anti-kritik atau tidak,” kata Syafiq.

Sementara itu, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Hans Geovanni, mengingatkan agar Polri tidak dijadikan alat politik untuk membungkam warga kritis. Ia menekankan pentingnya penegakan sanksi secara tegas, baik etik maupun pidana, terhadap anggota Polri yang terbukti melakukan tindak kekerasan.

“Tanpa ketegasan sanksi, impunitas akan terus berulang. Polri harus berani membersihkan dirinya sendiri jika ingin dipercaya publik,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Public Virtue Research Institute, Muhammad Naziful Haq, menilai maraknya brutalitas aparat mencerminkan problem mendasar dalam cara berpikir dan budaya profesional kepolisian.

“Profesi polisi adalah profesi yang sangat kompleks. Ia menuntut keterbukaan pada fakta empiris, kecakapan logika, dan sensitivitas etika. Ketika polisi terjerat konflik kepentingan elit politik, ketiga hal itu mudah dikesampingkan. Di situlah lahir misconduct, brutalitas, dan penegakan hukum yang membalik nalar,” jelas Naziful.

Dari sisi kebijakan, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Nicky Fachrizal, menyoroti pentingnya pembenahan pendidikan kepolisian. Menurutnya, reformasi pendidikan menjadi fondasi agar polisi memiliki pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Isu pendidikan memang tidak semegah soal struktur atau kewenangan, tetapi justru sangat fundamental. Perbaikan pendidikan bisa mengarahkan polisi agar lebih memahami hak warga dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sarah Siregar, menilai agenda Reformasi Polri yang telah digaungkan lebih dari dua dekade belum menunjukkan kemajuan signifikan. Ia juga mengkritik kebiasaan penggunaan istilah “oknum” dalam setiap kasus kekerasan aparat.

“Indikator-indikator reformasi terus tercoreng. Polisi seharusnya berhenti berlindung di balik istilah ‘oknum’. Polisi adalah representasi negara dan harus bertanggung jawab secara kelembagaan,” tegas Sarah.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa kasus Tual harus menjadi momentum serius untuk mendorong Reformasi Polri yang substantif, bukan sekadar wacana. Tanpa pembenahan institusional yang menyeluruh, kekerasan aparat dinilai akan terus berulang dan merusak kepercayaan publik terhadap negara.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Protes MotoGP Mandalika Dibungkam

JAKARTA – Amnesty International Indonesia menyebut pengerahan aparat keamanan skala

‘Paus Fransiskus Harus Desak Indonesia Hormati Martabat Manusia’

JAKARTA – Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3 hingga
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88