4 weeks ago
1 min read

Menhaj Pastikan Cita Rasa Nusantara Saat Tinjau Dapur di Madinah

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. (Foto: Humas Kemenhaj)

MADINAH — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M di Madinah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan layanan konsumsi jemaah memenuhi standar kualitas, kesehatan, serta menghadirkan cita rasa yang akrab dengan lidah masyarakat Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Menhaj—sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf—menegaskan pentingnya penggunaan bahan baku asal Indonesia. Selain menjaga konsistensi rasa, langkah ini dinilai mendukung ekosistem ekonomi nasional.

“Pemerintah ingin dapur-dapur ini menggunakan bumbu masak langsung dari Indonesia, termasuk juga untuk beras. Saya meminta agar perlakuan terhadap beras Indonesia dilakukan dengan tepat, sesuai dengan cara kita memasak di Tanah Air agar tekstur dan rasanya pas,” ujar Menhaj di sela pengecekan salah satu dapur katering di Madinah, Rabu (18/2/2026).

Tak hanya soal rasa, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama. Menhaj berkeliling memastikan setiap sudut fasilitas produksi memenuhi standar kebersihan dan higienitas yang ketat, mulai dari penyimpanan bahan baku hingga proses pengemasan.

“Tempat penyimpanan bahan-bahan harus dipastikan bersih dan higienis. Kapasitas produksi, dari area memasak hingga pengemasan, juga harus mampu memenuhi kebutuhan sesuai jumlah jemaah yang dilayani tanpa mengurangi kualitas,” tegasnya.

Menhaj juga menaruh perhatian pada komitmen penyedia katering dalam mempekerjakan juru masak asal Indonesia. Menurutnya, kehadiran juru masak Nusantara berperan penting menjaga konsistensi rasa dan aroma makanan, sehingga jemaah merasa lebih nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Sebisa mungkin masakan untuk jemaah haji kita serupa dengan yang ada di Tanah Air. Juru masak asli Indonesia sangat membantu menjaga cita rasa Nusantara,” pungkasnya.

Pengecekan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan operasional penyelenggaraan haji 2026 yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia guna menjamin kenyamanan dan kesehatan jemaah Indonesia selama berada di Madinah.

Turut mendampingi Menhaj dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Jaenal Efendy, Staf Khusus Menteri Abd. Wahid, Pelaksana Tugas Staf Teknis Urusan Haji Jeddah Zakaria Anshori, serta jajaran direktur terkait di lingkungan kementerian.*

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Terbitkan Edaran Jenis Haji dan Pembayaran Dam

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) resmi menerbitkan

Kemenhaj Sambut Fatwa Muhammadiyah: Dam Boleh Disembelih di Indonesia

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyambut baik
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88