7 months ago
1 min read

Kemenhaj Ingatkan Petugas Haji soal Etika Layanan dan Representasi Negara

Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kemenhaj RI, Chandra Sulistyo Reksoprojo, memberikan pembekalan kepada calon PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. (Foto: Chairul Akhmad)

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengingatkan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 bahwa mereka merupakan garda terdepan pelayanan sekaligus representasi kehadiran negara dalam melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kemenhaj RI, Chandra Sulistyo Reksoprojo, usai pembukaan diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (12/1) malam.

“Petugas haji adalah wajah negara. Baik buruknya pelayanan haji Indonesia, baik di mata jemaah maupun dunia internasional, sangat ditentukan oleh profesionalisme petugas di lapangan,” ujar Chandra.

Menurut Chandra, PPIH memegang peran strategis dalam memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Karena itu, petugas tidak hanya dituntut cakap secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pelayanan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, terdapat empat fungsi utama yang melekat pada tugas PPIH, yakni pelayanan, pembinaan, perlindungan, dan koordinasi, yang seluruhnya harus dijalankan sesuai kebijakan pemerintah dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Dalam konteks pelayanan, Chandra meminta seluruh petugas bersikap responsif dan solutif, terutama dalam menangani jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko tinggi. Setiap keluhan jemaah, menurutnya, harus ditangani secara cepat, tepat, dan tuntas.

“Jangan sampai ada keluhan jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan. Petugas harus hadir dan memberi solusi,” tegasnya.

Selain itu, Chandra juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial bagi petugas haji. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Arab Saudi memiliki regulasi ketat serta sistem pemantauan digital yang canggih terhadap aktivitas publik, termasuk di ruang digital.

“Hati-hati menggunakan media sosial. Jika unggahan dianggap melanggar aturan setempat, risikonya bisa deportasi. Jangan sampai niat melayani justru berakhir dengan pemulangan paksa,” pesannya.

Menurut Chandra, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi yang menenangkan dan positif, bukan konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan jemaah maupun keluarga mereka di tanah air.

“Lebih baik sampaikan hal-hal baik. Apa yang kita unggah bisa terpantau,” imbaunya.

Di luar aspek teknis dan kedisiplinan, Chandra juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral petugas haji. Ia mengingatkan agar petugas menjunjung tinggi etika pelayanan, menghindari konflik kepentingan, serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88