2 weeks ago
1 min read

Retret Hambalang Upaya Prabowo Perkuat Kabinet

Presiden Prabowo Subianto memimpin retret kabinet di Hambalang, Bogor. (Foto: Antara)

JAKARTA – Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono menilai retret kabinet jilid kedua yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, momentum penting untuk memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan.

“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” kata Ivan seperti dikutip Antara, Rabu (7/1/2026).

Menurut Ivan, pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret memiliki pertimbangan praktis dan simbolik. Dari sisi praktis, kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan situasi kebencanaan serta prinsip efisiensi dan kenyamanan karena dilakukan di kediaman Presiden. Namun secara simbolik, Presiden disebut ingin membangun karakter kepemimpinan kabinetnya.

“Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai ‘Hambalang Men’ dan ‘Hambalang Women’. Kan selama ini masyarakat cukup familiar ya dengan istilah ‘Hambalang Boys’, kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti Mas Sudaryono (Wamentan Sudaryono), Mas Sugiono (Menlu Sugiono), Mas Angga Raka (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo) maupun Mas Pras (Mensesneg Prasetyo Hadi),” papar Ivan.

“Mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan kerja keras,” sambungnya.

Evaluasi menyeluruh
Di luar simbolik tersebut, Ivan menegaskan bahwa substansi utama retret kabinet jilid kedua adalah evaluasi menyeluruh atas capaian pemerintahan sejak 20 Oktober 2024.

Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian besar yang disebut sebagai langkah transformasi bangsa yang digambarkan dalam sebuah video sebelum sesi taklimat.

“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.

Dalam retret itu, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta menyampaikan paparan kinerja. Presiden juga meminta masukan langsung dari jajaran menteri dan wakil menteri guna merumuskan langkah percepatan kebijakan.

Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, Sekolah Rakyat serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruhnya merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang menjadi pijakan arah pembangunan nasional.

Menurut Ivan, indikator penilaian kinerja pemerintah bersumber dari berbagai capaian konkret, seperti perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Presiden juga menyoroti capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia serta penguatan penegakan hukum yang hasil pengembalian kerugian negaranya dimanfaatkan kembali untuk program strategis, termasuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan percepatan program perumahan.

Ivan menyampaikan evaluasi dan penguatan arah kebijakan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan retret. Presiden secara rutin menggelar sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, hingga rapat koordinasi pada akhir pekan.*

Go toTop

Jangan Lewatkan

Retret, Menteri Kompak Bersafari Cokelat

BOGOR – Retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun

Hasan Nasbi, Tentang Tuduhan sebagai Penjilat

JAKARTA – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88