2 years ago
2 mins read

Si Doel Jadi Wakil Gubernur

Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Rano Karno. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Rano Karno merupakan salah satu tokoh Betawi yang baru-baru ini santer dibicarakan karena terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum masuk dunia politik Rano memang sudah terkenal sebagai seorang seniman. Sejak kecil ia sudah berperan dalam sebuah film yang berjudul “Si Doel Anak Betawi”.

Ketika remaja nama Rano pun semakin terkenal setelah membintangi beberapa film hingga menjadi produser dan sutradara.

Tak hanya itu, karier politiknya juga semakin menanjak manakala ia menjadi Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut Chosiyah

  1. Profil Rano Karno

Rano Karno dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1960 di Jakarta. Ia merupakan anak dari pasangan Soekarno M. Noer dan Lily Istiarti. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara yang terdiri dari Rubby Karno, Tio Karno, Suty Karno, M. Nurly Karno.

Masa-masa pendidikannya banyak dihabiskan di Jakarta. Sekolah dasar dan menengah pertamanya ditempuh di Sekolah Strada Van Lith, lalu menempuh sekolah menengah atas di SMA Negeri 6 Jakarta.

Bakat akting Rano sebenarnya diturunkan langsung oleh ayahnya yang merupakan aktor terkenal. Ia tak hanya terkenal namun juga dikagumi banyak orang.

Mengutip ‘Rano Karno – Si Doel” (2016), Rano Karno lahir dari seorang “aktor nomor wahid” yang aktingnya dikagumi oleh Rendra. Tak mengherankan apabila sejak kecil ia terkenal.

Salah satu film yang sukses membawanya menjadi aktor terkenal adalah film Si Doel Anak Betawi yang rilis pada tahun 1973.

Rano memerankan film tersebut sebagai si Doel bersama dengan Tuti Kirana sebagai ibunya dan Benyamin sebagai ayahnya. Film yang berlatar belakang keluarga Betawi tersebut menjadi cikal bakal dari karier Rano Karno dalam dunia perfilman.

Rano yang kala itu masih cukup belia terbilang cukup sukses memerankan karakter Doel. Kisah Doel dalam film tersebut menggambarkan perjuangannya sebagai anak Betawi yang termajinalkan.

Si Doel Anak Sekolahan

Setelah sukses memerankan film “Si Doel Anak Betawi”, Rano Karno juga pernah berperan dalam film Rio Anakku (1973), Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), dan Gita Cinta dari SMA (1979).

Kariernya dalam dunia perfilman bisa dikatakan mencapai puncak-puncaknya ketika Rano Karno mensutradarai sekaligus menjadi pemeran utama dalam serial “Si Doel Anak Sekolahan” yang mulai diproduksi sejak tahun 1990.

Sinetron yang mulai tayang pada tahun 994 di RCTI tersebut menjadi serial populer dan banyak diminati orang. Serial tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris kawakan mulai dari Benyamin Sueb, Cornelia Agatha, Maudy Koesnadi, Aminah Cendrakasih, Mandra, Suti Karno, hingga Basuki.

Mengutip “30 Film Indonesia Terlaris”, Sinetron tersebut berjalan hingga tujuh musim dengan total 162 episode. Film ini menonjolkan Keluarga Doel yang hidup di tengah arus modernisme dan mempertahankan budaya Betawi.

Tak hanya itu, film ini juga menyajikan perjuangan Doel dalam menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Hal unik lain yang ada pada film ini adalah nuasana komedi ala Betawi dengan celetukan-celetukannya yang khas.

Sepanjang adeganpun para penonton akan disajikan dengan konflik-konflik yang terjadi pada setiap karakternya, seperti Doel dengan kisah cinta segitiganya hingga Mandra dengan kisah rumitnya bersama Munaroh.

Film-film yang ia perankan ini sukses membuat Rano Karno menyabet berbagai penghargaan dan menaikan namanya.

Terjun ke dunia politik

Mengutip “Rano Karno – dari Layar jadi Gubernur” (2019), karier politik Rano diawali ketika ia dicalonkan sebagai Wakil Bupati Tangerang periode 2008-2013. Kala itu ia dicalonkan untuk mendampingi calon bupati Ismet Iskandar.

Pada masa pilkada tersebut, Rano bersama dengan Ismet Iskandar didukung oleh 15 partai yang tergabung dalam Koalisi Benteng Bersatu. Karena dukungan yang kuat inilah tak mengherankan apabila ia kemudian terpilih menjadi wakil bupati Tangerang.

Namun pada tahun 2011, Rano mengundurkan diri dan memilih menjadi Wakil Gubernur Banten pada periode 2012-2017.

Pada masa tersebutlah, Rano Karno kemudian menjadi Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut Chosiyah yang terbukti bersalah atas tindak pidana korupsi.

Pasca masa jabatannya berakhir, Rano Karno kemudian mencalonkan diri kembali dalam Pilgub Banten tahun 2017. Namun, dalam kontestasi kali ini ia gagal.

Kini Rano Karno kembali terjun di kancah politik dalam Pilgub Jakarta 2024 bersama dengan Pramono Anung.

Kontestasi ini sekaligus menjadi tantangan Rano Karno dalam memenangkan hati warga Jakarta, sama seperti film-film yang pernah ia buat. Dan ia pun berhasil menjadi Wakil Gubernur Jakarta mendampingi Pramono.*

Azi Wanzaka, seorang pembelajar.

Sumber:

Gol A Gong, “Rano Karno – Si Doel“, Jakarta: Gramedia, 2016

Himawan Pratista, dkk, “30 Film Indonesia Terlaris“, Yogyakarta: Montase Press, 2019

Pusat Data Dan Analisa Tempo, “Rano Karno – dari Layar jadi Gubernur“, Jakarta: Tempo, 2019.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Zulfan Lindan: Pramono Anung Sudah Punya Basis Suara Solid

JAKARTA – Politisi Senior, Zulfan Lindan, menyoroti strategi politik yang

Keputusan PDIP Memajukan Pramono Anung Dinilai Tepat dan Strategis

JAKARTA – Pendiri Inisiatif Sabri & Saudara (ISS), Miftah Sabri,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88