2 years ago
10 mins read

Puteri Komarudin: Literasi Keuangan Kaum Emak

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin. (Foto: Totalpolitik.com)

JAKARTA – Sebagai salah satu Anggota DPR RI yang berkiprah di Komisi XI, salah satu tugas yang diembannya adalah mengedukasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, terkait literasi keuangan.

 Oleh sebab itu, dalam tiap kunjungannya ke berbagai daerah, ia selalu menyisipkan pesan-pesan tentang pentingnya memahami bagaimana sistem keuangan bekerja.

“Karena memang rendahnya literasi keuangan, ketika berutang, banyak masyarakat menganggap tidak perlu dibayar. Apalagi kalau mereka menganggap ini (pinjaman) sebagai program pemerintah,” kata Puteri.

Menurut Puteri, karena masyarakat menganggap utang sebagai program pemerintah, apalagi tanpa agunan. Bahkan, ada juga yang menganggap sebagai dana hibah. Setelah dana ditarik, mereka merasa tak harus membayar.

“Jadi, masih ada mentalitas seperti itu. Apalagi kan KUR itu program pemerintah. Mereka bilang ‘kan gue udah bayar pajak’, gitu,” tutur Puteri. “Ini sebenarnya yang jadi permasalahan kita selama ini.”

Di satu sisi, lanjut dia, kita harus mengerti juga bahwa bank itu adalah entitas bisnis yang punya ribuan karyawan yang harus digaji. Kalau mereka bankrut, apalagi bank pemerintah, itu akan jadi masalah nasional.

“Tapi di satu sisi, pemerintah juga perlu (buka) akses ke permodalan ini. Supaya mereka nggak balik lagi ke ‘banke-banke’ (bank keliling atau rentenir) tadi,” tegasnya.

Berikut lanjutan wawancara Totalpolitik.com dengan Puteri Komarudin:

Bagaimana dengan regulasi mandatory sandbox?

Kalau sandbox itu kan karena banyak sekali produk keuangan yang sebenarnya regulator juga belum terlalu familiar. Saking canggihnya sekarang produk keuangan kita, jadi kadang-kadang ‘jenis kelaminnya’ aja tuh belum ketahuan. Apakah ini yang patut diawasi oleh OJK atau BI. Karena kadang-kadang ada (unsur) pasar keuangannya, ada unsur industri jasa keuangan juga.

Makanya ada sandbox ini supaya apa? Supaya setiap produk itu bisa dievaluasi, ditelaah, oleh masing-masing pengawas dan analis yang ada di BI dan OJK. Supaya nanti mereka bisa menentukan. Jadi aspek dari produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh startup atau perusahaan tersebut itu cocoknya diawasi oleh siapa. Karena kan kita sama industri, maksudnya BI, OJK, dan industri itu, mereka selalu berkoordinasi. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah juga memastikan bahwa kita tidak mematikan industri.

Jadi, industri tetap harus bisa grow (tumbuh). Mereka harus bisa tetap bersaing dengan negara-negara lain di Asia Tenggara ataupun di dunia. Tapi tidak boleh juga merugikan masyarakat. Tetap harus ada kepastian dan perlindungan hukum. Makanya harus ada sandbox ini supaya BI sama OJK bisa nentuin. Ini pengawasannya di siapa, undang-undang yang berlaku yang mana? Dan ketika ada permasalahan, siapa yang bertanggungjawab, BI kah atau OJK?

Kalau blueprint sistem pembayaran digital ke depan mau seperti apa rencananya?

Sistem pembayaran kita kan sebenarnya sekarang sudah semakin advanced. Jadi dengan keberhasilan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), BI juga akhirnya menyadari bahwa ketika sosialisasi itu dilakukan secara masif dan ekstensif ke seluruh provinsi di Indonesia, terus bagaimana juga kemudahan QRIS ini akhirnya membuat banyak pihak merasa bahwa pembayaran non-tunai ini memang diperlukan.

Akhirnya blueprint sistem pembayaran kita juga terus di-update, tapi bisa diimplementasikan. Apalagi, karena Covid kemarin. Jadi ini sebenarnya jadi kayak momentum untuk blueprint ini supaya bisa berjalan. Cashless society itu akhirnya benar-benar terwujud.

Tapi karena undang-undang mata uang kita tetap menyatakan bahwa uang tunai itu bisa dipakai, jadi ada beberapa perdebatan gitu. Kalau kita terlalu mendorong cashless society ini, toh undang-undang mata uang kita masih bilang masih bilang ‘harus bisa menerima uang kas’ gitu kan.

Walau kita sudah lihat sekarang di berbagai toko, banyak yang sudah menolak uang cash. Mereka hanya mau menerima QRIS atau debit. Bahkan, ada yang nggak mau nerima debit, hanya mau pakai QRIS.

Nah, ini juga sebenarnya di Komisi XI sering didiskusikan sama BI, di mana konversi dari society yang dulu sampai ke yang cashless sekarang ini tidak merugikan pihak-pihak lain, yang mungkin adaptasinya tidak secepat itu. Karena kita kan juga harus memikirkan orang-orang yang mungkin lebih tua usianya, yang belum mempunyai pemahaman, yang usaha mikro, yang di pasar.

Makanya BI juga sering melakukan sosialisasi di pasar-pasar langsung. Supaya apa? Supaya mereka bisa mengajarkan. Kan kita juga sering hadir kalau lagi ada sosialisasi kayak gitu. Tapi ya, keluhannya juga itu. Kadang-kadang penjual bilang ‘kalau pakai QRIS nih uangnya nggak langsung masuk ke rekening kita,’ Jadi ada time lag-nya kira-kira 24 jam. Padahal kita butuhnya cepat, karena harus beli bahan baku lagi, gitu. Jadi masih ada hal-hal seperti itulah.

Terus misalnya, per transaksi kan di-charge ya. Walaupun sebenarnya charge­-nya kecil. Tapi untuk pedagang kalau itu diakumulasi, mungkin buat mereka juga memberatkan. Itu juga sering kita suarakan. Untuk transaksi yang masih di bawah nominal tertentu memang tidak sepatutnya ada charge-nya, dan itu sudah dilakukan Bank Indonesia juga.

Jadi, ini memang pentingnya fungsi Komisi XI yang kita juga tiap hari, tiap minggu, itu pasti ada komunikasi sama konstituen di wilayah masing-masing. Ya untuk menyuarakan hal-hal seperti ini kepada Bank Indonesia, sebagai pelaksananya. Terus kan Bank Indonesia sekarang lagi mengkaji yang namanya Central Bank Digital Currency (CBDC).

Dan itu sudah kita tuangkan di Undang-Undang PPSK juga. Jadi, boleh salah satunya. Selain uang cash, juga CBDC ini juga boleh dipakai di Indonesia. Tapi karena memang masih jauh prosesnya, masih dikaji. Nanti konsultasi dulu sama negara-negara lain yang sudah lebih dulu sukses mengimplementasikan ini. Kita lihat juga keamanan teknologinya. Karena kan ini digital ya, digital currency.

Kita lihat dulu kemampuan ekosistem di Indonesia untuk menerima ini. Dan kayaknya prosesnya juga masih panjang. Kita lihatlah di periode depan, bagaimana progress ini. Karena Cina aja tujuh tahun ya, dari pengkajian sampai implementasi itu dia tujuh tahun. Dan menurut saya, sebagai negara yang belum semaju Cina, kita harus lebih hati-hati lagi. Supaya apa? Tidak jadi celah lagi buat orang-orang yang mau ‘memainkan’ ini jadi celah keuntungan.

 

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Golkar Dorong Pembahasan RUU Pemilu Segera Dimulai

JAKARTA — Partai Golkar mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan

Pemuda Golkar Dukung Bahlil Stabilkan Harga Minyak

JAKARTA — Organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Karya Kekaryaan Partai Golkar
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88