2 years ago
2 mins read

Mengisi Waktu Senggang di Tengah Perjuangan

Museum Sumpan Pemuda di Jl Kramat 106 Jakarta. (Foto: gnfi)

JAKARTA – Dalam sejarahnya, pergerakan nasional di Indonesia lekat hubungannya dengan tempat-tempat berkumpul para pemuda yang jadi penggeraknya.

Salah satunya adalah rumah pemimpin Sarekat Islam (SI), Oemar Said Tjokroaminoto, yang jadi kos-kosan tempat bersinggahnya beberapa tokoh nasional. Antara lain Sukarno, Musso, dan Kartosuwiryo.

Tidak hanya jadi tempat persinggahan, rumah itu juga menjadi tempat berdiskusi tokoh-tokoh itu yang kerap membahas isu-isu penjajahan, kemerdekaan, dan masa depan Indonesia.

Nyatanya, tempat-tempat ikonik seperti itu tersebar di seantero wilayah negeri. Di Jakarta yang nantinya akan menjadi ibu kota republik, Gedung Kramat 106 menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya pemuda-pemuda.

Sama seperti Sukarno, Musso, dan Kartosuwiryo, kebanyakan dari mereka juga akan mengambil peran dalam dinamika pergerakan, revolusi, dan masa awal kemerdekaan yang mewarnai kehidupan bangsa Indonesia di usia mudanya.

Seorang pemuda pada waktu itu, Abu Hanifah di buku Manusia dalam Kemelut Sejarah memberikan kesaksian yang rinci mengenai para pemuda dan aktivitasnya di Gedung Kramat 106 selama 1928-1931.

Gedung Kramat 106 yang kini dipugar jadi Museum Sumpah Pemuda merupakan kos-kosan. Tempat itu utamanya menjadi kos-kosan dari pemuda-pemuda yang sedang belajar di STOVIA dan berbagai sekolah tinggi lainnya di Jakarta.

Tapi seperti di rumah Tjokroaminoto, para pemuda tidak hanya menghabiskan waktu mereka untuk beristirahat malam, tidur selama beberapa jam hingga kembali beraktivitas di pagi hari.

Mereka juga menyisihkan waktu untuk berdiskusi. Topik yang mereka diskusikan juga beragam. Mulai dari perpolitikan hingga kehidupan masa remaja yang tengah mereka alami.

Sebetulnya, hal itu tidak mengherankan menimbang kehadiran orang-orang di kos-kosan tersebut yang nantinya akan menjadi tokoh nasional selama masa pergerakan dan perjuangan, hingga kemerdekaan.

Beberapa orang yang pernah tinggal di sana adalah Amir Sjarifuddin, Assat, dan Muhammad Yamin. Sewaktu-waktu, orang-orang seperti Sukarno dan Sartono yang jadi anggota Partai Nasional Indonesia (PNI) juga turut singgah.

Mereka kerap berdiskusi dan berdebat. Topiknya pun menarik, mulai dari revolusi-revolusi yang terjadi di dunia hingga ideologi-ideologi yang ada. Marxisme jadi perhatian khusus di kalangan para pemuda di sana.

Rekreasi ringan

Bukan berarti para pemuda terobsesi dengan politik. Di luar itu, mereka juga menghabiskan waktu untuk mencari rekreasi yang lebih ringan, seperti bermain biliar dan ping-pong.

Hanifah mengingat para pemuda, “Membaca surat kabar, majalah, main billiard, main pingpong, dan catur atau bridge.”

Hanya saja, diskusi dan debat beberapa di antara mereka yang kadang menjadi sengit dan berlanjut hingga larut malam menjadi perhatian para pemuda.

“Ini sering terjadi ketika habis makan malam pukul 20.00 WIB. Perdebatan itu kadang-kadang begitu sengit dan bersemangat, sehingga menarik perhatian mahasiswa-mahasiswa yang sedang bersantai di bagian depan. Biasanya mereka menarik kursi-kursi dari depan dan turut mendengarkan perdebatan,” lanjut Hanifah.

Selain itu, beberapa pemuda juga terlibat dalam humor-humor kecil yang diingat sebagai kenangan bewarna di masa tua.

Salah satunya adalah Amir Sjarifuddin yang mengganggu Muhammad Yamin ketika sedang menerjemahkan buku asing di malam hari.

Hanifah mengingat sahabatnya, Amir, memainkan biolanya. Biasanya karya Schubert atau serenata-serenata yang sentimental. Dan itu mengganggu Yamin yang langsung berteriak meminta Amir untuk diam.

“Kira-kira pukul 12 malam, mulai kembali bunyi-bunyian, Amir Sjarifudin melepaskan capek dengan menggesek biolanya, biasanya ciptaan Schubert atau satu serenata yang sentimental,” tulis Hanifah.

“Terdengarlah teriak dari kamar Yamin, bahwa kami harus diam, sebab ia sedang sibuk kerja. Ia sedang menerjemahkan karangan Rabindranath Tagore yang harus masuk ke Balai Pustaka bulan itu juga,” lanjutnya.

Suasana kehangatan juga ditemukan di antara mereka. Tidak jarang, mereka juga berpatungan untuk membeli kopi, sate, atau sotong ketika sudah larut malam.

Itu merupakan sedikit gambaran mengenai kehidupan para pemuda di masa pergerakan. Sebuah cerita perjumpaan, persahabatan, dan perjuangan yang tak terlupakan oleh mereka hingga menyentuh usia tua.* (Bayu Muhammad)

Baca juga: Sutan Sjahrir di Mata YB Mangunwijaya

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kelahiran Boedi Oetomo Awali Kebangkitan Nasional

JAKARTA – Prihatin dengan kondisi rakyat pribumi yang hidup di

Upaya Terakhir Melawan Demokrasi Terpimpin

JAKARTA – Akhir masa pemerintahan Sukarno tidak hanya diwarnai oleh
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88