2 years ago
1 min read

PM Singapura Mundur, Sudah Ada Penggantinya

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. (Foto: Today)

JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Tharman Shanmugaratnam.

Dilansir oleh kantor berita The Star, Lee yang sudah berusia 72 tahun dan telah menjabat PM Singapura dari tahun 2004, mengajukan pengunduran dirinya pada Senin (13/5/2024).

Ia akan meletakkan jabatannya Rabu (15/5/2024) dan segera digantikan oleh penerusnya, yaitu Wakil PM Singapura, Lawrence Wong.

Pengunduran diri Lee diterima oleh Presiden Tharman yang mengatakan bahwa ia akan menunjuk Wong sebagai PM yang baru dan membentuk pemerintahan yang baru.

Lee merupakan anak tertua dari almarhum PM Lee Kuan Yew yang telah memimpin Singapura pada masa-masa awal kemerdekaannya hingga era modern.

Ia pernah menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) antara tahun 1971 hingga 1984. Dan sempat memegang beberapa jabatan kementerian-kementerian yang penting.

Selama bekerja di pemerintahan, Lee pernah menjadi Wakil PM, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Perindustrian, dan Menteri Pertahanan. Hingga akhirnya menjadi PM pada tahun 2004.

Seperti Lee, Wong merupakan anggota People’s Action Party. Ia dinobatkan oleh rekan-rekan partainya menjadi penerus di antara generasi keempat pemimpin-pemimpin politik di negeri kecil yang identik dengan hewan Singa itu.

Wong menjadi wajah pemerintahan Singapura ketika ia memimpin satuan tugas (satgas) negara menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam jabatannya sebagai wakil satgas tersebut, Wong tampil di berbagai media untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Rekan separtainya menilai Wong seorang teknokrat yang juga bersahabat di lingkungan kerja.

“Wong dilihat sebagai teknokrat, (yang) bersahabat dan bisa dijangkau. Dia menangani krisis Covid-19 dengan baik, jadi ia bisa dilihat sebagai orang yang kompeten,” ujar Politikus PAP, Inderjit Singh.

Jajak pendapat yang diadakan oleh YouGov menemukan ada banyak warga Singapura yang berharap kepada Wong.

Sebagai pemimpin baru Singapura, Wong menghadapi tugas-tugas yang berat ke depannya. Terutama untuk mendulang dukungan masyarakat terhadap pemerintahannya nanti.

“Tantangan terbesar Wong dalam waktu dekat adalah untuk menyusun visi politik yang mudah dipahami, inklusif, dan progresif yang dapat menarik dukungan luas terhadap pemerintahannya di pemilu-pemilu yang mendatang,” kata Akademisi National University of Singapore, Elvin Ong, kepada Aljazeera.

Wong sepertinya menyadari tantangan tersebut. Dan sedari awal menekankan bahwa pemerintahannya akan mendedikasikan diri untuk melayani negara dan rakyat Singapura.

“Setiap tenaga saya akan dicurahkan untuk melayani negara dan rakyat kami,” ujarnya dalam akun Instagram-nya yang diikuti oleh sekitar 200 ribu akun.

Ia juga memiliki misi dalam menjalankan pemerintahannya. Diwawancarai oleh The Economist, ia mengatakan misinya adalah untuk menjaga mukjizat (Singapura) ini bertahan selama mungkin.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Indonesia Vs Singapore: Dua Jalan Berbeda

JAKARTA – Singapura berhasil menjadi salah satu negara paling sejahtera

Diktator ‘Baik Hati’ di Negeri Seberang

JAKARTA – Tanggal 23 Maret lalu adalah peringatan sembilan tahun
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88